PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. alias BBRI segera merilis laporan kinerja keuangan tahun 2025. Rencananya, pengumuman ini akan dilakukan pada Kamis, 26 Februari 2026 mendatang. Banyak pihak, terutama investor dan pengamat pasar, menantikan hasil kinerja bank terbesar di Indonesia ini sepanjang tahun lalu.
Proyeksi konsensus dari berbagai analis yang dirangkum oleh Bloomberg menunjukkan bahwa laba bersih BRI pada 2025 diperkirakan mencapai Rp56,25 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp60,15 triliun. Artinya, ada proyeksi penurunan sekitar 6,49% secara tahunan (year-on-year).
Perkiraan Pendapatan dan Pertumbuhan Kredit
Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih (NII) BRI pada tahun depan diproyeksikan mencapai Rp147,21 triliun. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,63% dibandingkan tahun 2024 yang mencatat NII sebesar Rp142,05 triliun.
Penyaluran kredit juga terus menunjukkan tren positif. Total segment loans BRI pada 2025 diperkirakan mencapai Rp1.472,23 triliun. Angka ini naik sekitar 8,68% dibandingkan total kredit tahun 2024 yang sebesar Rp1.354,64 triliun.
-
Pendapatan Bunga Bersih (NII)
- Diproyeksikan tumbuh 3,63% YoY
- Capai angka Rp147,21 triliun
-
Total Penyaluran Kredit
- Naik 8,68% YoY
- Mencapai Rp1.472,23 triliun
Fokus pada Program KUR dan UMKM
BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor usaha kecil dan menengah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang 2025, bank ini telah menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur.
Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan pada sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
-
Total Penyaluran KUR 2025
- Rp178,08 triliun
- Disalurkan kepada 3,8 juta debitur
-
Sektor Prioritas Penyaluran KUR
- Produksi: pertanian, perikanan, industri pengolahan
- Menyumbang 64,49% dari total penyaluran
Dana Pihak Ketiga dan Rasio Profitabilitas
Dana pihak ketiga (DPK) BRI pada 2025 juga diperkirakan tumbuh. Total DPK mencapai Rp1.494,3 triliun, naik sekitar 9,44% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, dari sisi profitabilitas, beberapa rasio menunjukkan pelemahan. Return on Equity (ROE) BRI diproyeksikan turun dari 19,14% pada 2024 menjadi 17,63% di tahun 2025.
-
Dana Pihak Ketiga (DPK)
- Mencapai Rp1.494,3 triliun
- Tumbuh 9,44% YoY
-
Return on Equity (ROE)
- Diproyeksikan turun menjadi 17,63%
- Dibandingkan 19,14% pada 2024
Net Interest Margin (NIM) BRI tetap stabil di level 7,72% pada 2025, hampir sama dengan 7,74% di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa bank masih mampu menjaga efisiensi dalam pengelolaan pendapatan bunga.
Kualitas Aset dan Risiko Kredit
Meski pertumbuhan kredit positif, ada sedikit kekhawatiran terkait kualitas aset. Non-performing loans (NPL) BRI diperkirakan meningkat menjadi Rp41,47 triliun pada 2025. Angka ini naik sekitar 10,01% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Non-performing Loans (NPL)
- Diproyeksikan naik 10,01% YoY
- Mencapai Rp41,47 triliun
| Indikator | 2024 (Realisasi) | 2025 (Proyeksi) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp60,15 triliun | Rp56,25 triliun | -6,49% |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | Rp142,05 triliun | Rp147,21 triliun | +3,63% |
| Total Kredit | Rp1.354,64 triliun | Rp1.472,23 triliun | +8,68% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp1.365,7 triliun | Rp1.494,3 triliun | +9,44% |
| ROE | 19,14% | 17,63% | – |
| NIM | 7,74% | 7,72% | – |
| NPL | Rp37,7 triliun | Rp41,47 triliun | +10,01% |
Catatan Penting
Data dan proyeksi di atas bersifat estimasi berdasarkan konsensus analis dan informasi yang tersedia hingga Februari 2026. Angka-angka ini bisa berubah seiring dengan pelaporan resmi dari BRI dan dinamika pasar keuangan secara keseluruhan.
Investor dan pemangku kepentingan disarankan untuk memantau langsung rilis resmi dari BRI agar mendapatkan gambaran yang lebih akurat dan terkini mengenai kinerja keuangan bank ini.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat prediktif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makroekonomi serta kebijakan internal perusahaan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













