PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026 mendatang. Salah satu agenda utama yang bakal dibahas adalah rencana perombakan susunan pengurus perseroan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyegaran struktur kepemimpinan untuk mendukung visi jangka panjang bank.
Dalam paparan materi rapat, manajemen mengusulkan sejumlah pergantian di posisi direktur dan komisaris. Salah satu nama yang mencuat sebagai calon direktur baru adalah Mariana Husin. Ia saat ini menjabat sebagai Head of Business Banking Maybank Indonesia.
Mariana Husin telah bergabung dengan Maybank sejak April 2020. Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai Commercial Banking Segment Head di BTPN, yang merupakan bagian dari SMBC Group. Dengan pengalaman lebih dari 24 tahun di sektor perbankan, kehadirannya diharapkan bisa membawa segar dalam strategi bisnis korporasi bank.
Rencana Perombakan Struktur Pengurus
Rencana perombakan ini mencakup beberapa posisi strategis di jajaran direksi dan komisaris. Ada beberapa nama yang akan diganti, dan sejumlah figur lama yang akan tetap dipertahankan dengan masa jabatan yang diperpanjang.
1. Pengangkatan Mariana Husin sebagai Direktur
Mariana Husin diusulkan untuk mengisi posisi direktur. Masa jabatannya akan berlaku efektif sejak selesainya RUPST 2026 dan setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga RUPST 2029 mendatang.
2. Pergantian di Posisi Komisaris
Beberapa nama komisaris juga akan berganti. Edwin Gerungan dan Hendar akan diberhentikan dari posisi komisaris, begitu juga dengan Effendi dan Ricky Antariksa dari posisi direktur.
Namun, Hendar akan diangkat kembali sebagai Komisaris Independen hingga 2029. Sementara itu, Effendi juga akan kembali menjabat sebagai Direktur hingga 2028.
3. Penambahan dan Promosi di Jajaran Komisaris
Maybank Indonesia juga mengusulkan tiga nama baru untuk mengisi posisi komisaris:
- Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid, yang saat ini menjabat sebagai Komisaris, diusulkan menjadi Presiden Komisaris hingga 2029.
- Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, mantan Presiden Komisaris, akan kembali menjabat sebagai Komisaris hingga 2029.
- Hasnita Dato’ Hashim diusulkan sebagai Komisaris baru hingga 2029.
Latar Belakang dan Alasan Perombakan
Perombakan pengurus ini bukan datang begitu saja. Ada pertimbangan strategis di balik pergantian dan penambahan figur di jajaran direksi dan komisaris.
1. Penyegaran Strategi Bisnis
Banking landscape saat ini terus berkembang pesat. Maybank Indonesia ingin memastikan tim manajemen terus relevan dengan perkembangan industri. Mariana Husin, dengan latar belakangnya di bisnis perbankan korporasi, dinilai cocok untuk memperkuat strategi bisnis ke depan.
2. Kepatuhan Regulasi dan Rekomendasi Internal
Seluruh usulan pergantian dan penambahan pengurus telah disesuaikan dengan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Ini menunjukkan bahwa langkah ini bukan hanya strategis, tapi juga sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik.
3. Persiapan Jangka Panjang
Masa jabatan baru para pengurus yang diusulkan berlaku hingga 2028 atau 2029. Ini menunjukkan bahwa Maybank sedang mempersiapkan fondasi kepemimpinan yang kuat untuk beberapa tahun ke depan.
Dampak Potensial dari Perombakan Ini
Perubahan di level pengurus bisa membawa dampak yang cukup luas, terutama dalam arah strategi bisnis dan kinerja operasional.
1. Penguatan Segmen Fee-Based Income
Salah satu target Maybank ke depan adalah meningkatkan fee-based income secara double digit sepanjang 2026. Dengan kehadiran figur baru di direksi, diharapkan strategi ini bisa dijalankan lebih agresif dan efektif.
2. Peningkatan Efisiensi Operasional
Pergantian pengurus juga bisa menjadi momentum untuk mengevaluasi ulang efisiensi operasional. Terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan.
3. Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Dengan memperbarui susunan komisaris dan direktur, Maybank menunjukkan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan regulator.
Jadwal dan Persetujuan Resmi
Berikut adalah jadwal penting terkait rencana perombakan pengurus Maybank Indonesia:
| Nama | Jabatan Diusulkan | Masa Jabatan Efektif | Persetujuan Diperlukan |
|---|---|---|---|
| Mariana Husin | Direktur | April 2026 – 2029 | OJK |
| Hendar | Komisaris Independen | April 2026 – 2029 | OJK |
| Effendi | Direktur | April 2026 – 2028 | OJK |
| Dato’ Zulkiflee Abbas | Presiden Komisaris | April 2026 – 2029 | OJK |
| Dato’ Sri Khairussaleh Ramli | Komisaris | April 2026 – 2029 | OJK |
| Hasnita Dato’ Hashim | Komisaris | April 2026 – 2029 | OJK |
Catatan: Jadwal dan nama bisa berubah tergantung hasil RUPST dan persetujuan regulator.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Perombakan ini membuka babak baru bagi Maybank Indonesia. Dengan sosok-sosok baru yang membawa segudang pengalaman, bank ini punya peluang untuk mempercepat transformasi bisnisnya.
Namun, tantangan tetap ada. Integrasi tim baru, sinkronisasi visi, dan adaptasi terhadap dinamika pasar harus dilakukan dengan cepat agar tidak mengganggu kinerja operasional.
Langkah ini juga menjadi pengingat bahwa di dunia perbankan, perubahan adalah hal yang konstan. Yang bertahan adalah mereka yang terus berinovasi dan menyesuaikan diri.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat sejauh data yang dipublikasikan oleh manajemen Maybank Indonesia per Maret 2026. Nama dan jadwal yang disebutkan masih dalam tahap usulan dan dapat berubah tergantung hasil RUPST serta persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













