Terminal Peti Kemas Jambi mencatatkan pertumbuhan positif menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Lonjakan aktivitas logistik di wilayah tersebut mencerminkan semakin tingginya distribusi barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri menjelang momen besar.
Data operasional menunjukkan bahwa volume throughput mencapai 2.775 TEUs pada Maret 2026. Angka ini naik 22,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 2.265 TEUs. Peningkatan ini menjadi cerminan dari semakin dinamisnya mobilitas logistik di Jambi.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Aktivitas Logistik
Pertumbuhan yang terjadi tidak lepas dari beberapa faktor utama. Mulai dari kondisi perdagangan luar negeri hingga peningkatan kebutuhan distribusi barang menjelang Lebaran. Semua elemen ini saling terhubung dan memperkuat peran IPC Terminal Petikemas sebagai pusat distribusi strategis.
1. Kondisi Perdagangan Luar Negeri yang Solid
Pada Januari 2026, nilai ekspor Provinsi Jambi tercatat sebesar US$152,92 juta. Angka ini jauh melampaui impor yang hanya sebesar US$11,16 juta, sehingga menghasilkan surplus perdagangan yang cukup signifikan. Struktur ekspor yang didominasi komoditas unggulan seperti turunan kelapa sawit, karet, dan produk kehutanan menjadi pendorong utama aktivitas logistik.
2. Distribusi Barang Domestik yang Meningkat
Lonjakan throughput tidak hanya berasal dari ekspor. Volume petikemas domestik juga mengalami peningkatan, terutama dari distribusi komoditas seperti semen. Hal ini sejalan dengan semakin masifnya pembangunan infrastruktur di wilayah Jambi. Selain itu, pengiriman kebutuhan pokok seperti beras, tepung, serta produk makanan dan minuman juga meningkat seiring permintaan menjelang Lebaran.
3. Permintaan Impor untuk Industri
Di sisi impor, aktivitas tetap menunjukkan tren positif. Mesin dan peralatan industri menjadi komoditas utama yang masuk ke terminal. Ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi dan pembangunan di daerah ini tetap berjalan dengan baik. Kondisi ini pun mendorong kebutuhan akan layanan logistik yang efisien dan andal.
Strategi IPC Terminal Petikemas Jambi Menghadapi Lonjakan Aktivitas
Untuk menjaga konsistensi pelayanan di tengah lonjakan permintaan, IPC TPK Area Jambi telah mengambil beberapa langkah strategis. Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan lancar dan sesuai standar layanan yang tinggi.
1. Optimalisasi Peralatan Bongkar Muat
Terminal terus melakukan optimalisasi peralatan bongkar muat untuk mempercepat proses handling peti kemas. Dengan peralatan yang lebih efisien, waktu tunggu bisa ditekan dan throughput harian pun meningkat.
2. Peningkatan Kompetensi SDM
Sumber daya manusia menjadi salah satu elemen kunci dalam menjaga kualitas layanan. Oleh karena itu, pihak terminal melakukan peningkatan kompetensi secara berkala melalui pelatihan teknis dan simulasi operasional.
3. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan
Kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri, pengirim, dan pemerintah daerah, turut memperkuat efisiensi operasional. Sinergi ini memastikan bahwa setiap proses logistik berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
Perbandingan Volume Throughput Terminal Peti Kemas Jambi
Berikut adalah perbandingan volume throughput pada Maret 2025 dan Maret 2026 untuk memberikan gambaran pertumbuhan yang terjadi:
| Tahun | Volume Throughput (TEUs) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| 2025 | 2.265 | – |
| 2026 | 2.775 | 22,5% |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi berdasarkan laporan operasional internal dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi aktual di lapangan.
Peran Terminal Petikemas sebagai Enabler Pertumbuhan Ekonomi
Manager Operasi IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji, menyatakan bahwa terminal tidak hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat. Terminal juga menjadi enabler pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kesiapan layanan yang terus ditingkatkan, terminal berperan dalam memperkuat daya saing ekonomi lokal maupun nasional.
Pandangan ini sejalan dengan kenyataan bahwa sektor logistik kini menjadi tulang punggung distribusi barang. Terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar nasional seperti Idulfitri. Terminal Peti Kemas Jambi, dengan pertumbuhan positifnya, membuktikan bahwa infrastruktur logistik yang baik dapat mendorong aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Tren Logistik Jambi ke Depan
Dengan pertumbuhan yang konsisten, tren logistik di Jambi ke depan terlihat cukup menjanjikan. Terlebih jika melihat komitmen IPC TPK dalam menjaga kualitas layanan dan efisiensi operasional. Dengan infrastruktur yang terus dikembangkan dan SDM yang kompeten, terminal ini berpotensi menjadi salah satu pusat distribusi utama di Sumatera.
Momen menjelang Lebaran 2026 menjadi ujian sekaligus peluang bagi terminal untuk menunjukkan kapabilitasnya. Dengan catatan positif yang telah diraih, prospek ke depannya pun terlihat cerah.
Peningkatan arus peti kemas ini menjadi indikator kuat bahwa sektor logistik memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Terutama di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang menjelang momentum hari besar nasional.
Tags: industri logistik, pelindo
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













