Nasional

Lebih dari 1.300 UMKM Raih Sertifikasi Halal pada Semester Pertama 2026

Herdi Alif Al Hikam
×

Lebih dari 1.300 UMKM Raih Sertifikasi Halal pada Semester Pertama 2026

Sebarkan artikel ini
Lebih dari 1.300 UMKM Raih Sertifikasi Halal pada Semester Pertama 2026

Sebanyak 1.346 UMKM di Indonesia resmi mengantongi label halal pada awal tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil di tengah persaingan yang semakin ketat. bukan hanya soal kepatuhan administrasi, tapi juga membuka peluang besar bagi produk lokal untuk menembus pasar ritel dan menjangkau konsumen yang semakin selektif.

Program ini didukung langsung oleh PT Pertamina (Persero) yang menjalankan perannya sebagai agen penggerak ekonomi berbasis UMKM. Selain sertifikasi halal, berbagai jenis sertifikasi lain seperti NIB, HaKI, dan SPPL juga turut difasilitasi. Tujuannya jelas: memperkuat fondasi bisnis UMKM agar lebih profesional dan siap bersaing di pasar yang kompetitif.

Fasilitasi Sertifikasi UMKM oleh Pertamina

Pertamina tidak sekadar memberikan bantuan sertifikasi, tapi juga menjalankan pendekatan strategis yang memperhitungkan kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Program ini dirancang agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

1. Identifikasi UMKM Sasaran

Langkah pertama dalam program ini adalah identifikasi UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang. Fokus diberikan pada pelaku usaha yang sudah memiliki produk unggulan dan siap untuk naik kelas melalui sertifikasi.

2. Pendampingan Teknis

UMKM yang terpilih kemudian mendapatkan pendampingan dari tim ahli. Mulai dari proses pengajuan dokumen hingga persiapan audit sertifikasi, semuanya dibimbing agar memenuhi standar yang ditetapkan.

3. Fasilitasi Biaya Sertifikasi

Salah satu hambatan utama UMKM dalam mengurus sertifikasi adalah biaya. Pertamina membantu mengurangi beban ini dengan memberikan fasilitasi biaya sertifikasi, terutama untuk sertifikasi halal yang biasanya memerlukan proses panjang dan biaya tidak sedikit.

4. Penguatan Kapasitas Bisnis

Selain sertifikasi, UMKM juga dibekali dengan bisnis, pemasaran digital, dan strategi distribusi. Ini penting agar sertifikasi yang didapat benar-benar berdampak pada peningkatan omzet dan ekspansi pasar.

5. Akses ke Ritel Modern

Setelah sertifikasi selesai, UMKM dibantu untuk menjalin kerja sama dengan jaringan ritel modern. Ini menjadi titik awal bagi produk UMKM untuk dikenal lebih luas oleh konsumen di berbagai wilayah.

Dampak Nyata bagi UMKM

Program ini tidak hanya memberikan sertifikat. Ada dampak nyata yang dirasakan oleh pelaku usaha, terutama dalam hal akses pasar dan peningkatan omzet. MiniesQ, salah satu UMKM yang berhasil mendapatkan sertifikasi halal, menjadi contoh nyata dari manfaat program ini.

1. Peningkatan Kepercayaan Konsumen

Dengan label halal, konsumen merasa lebih percaya terhadap produk MiniesQ. Ini terutama terjadi di kalangan konsumen yang menjalani gaya hidup sehat dan sangat selektif dalam memilih makanan.

2. Ekspansi ke Minimarket dan Supermarket

Setelah mendapatkan sertifikasi, MiniesQ langsung menjalin kerja sama dengan 20 minimarket dan satu supermarket besar di . Ini membuka peluang distribusi yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya.

3. Kemitraan dengan Pusat Kebugaran

MiniesQ juga menjalin kemitraan dengan 90 pusat kebugaran di dan sekitarnya. Produk mereka seperti brownies dan oat-based snacks menjadi pilihan camilan sehat bagi member gym, yang memperkuat posisi brand di segmen gaya hidup sehat.

Perbandingan Sebelum dan Sesudah Sertifikasi

Aspek Sebelum Sertifikasi Sesudah Sertifikasi
Akses Distribusi Terbatas ke pasar lokal Menjangkau ritel modern dan pusat kebugaran
Kepercayaan Konsumen Rendah, belum dikenal luas Tinggi, produk terpercaya dan bersertifikat
Omzet Bulanan Rp 10 juta Rp 40 juta
Jangkauan Pasar Lokal (Tangerang Selatan) Jakarta, Depok, dan sekitarnya

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski program ini membawa dampak positif, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi UMKM dalam proses sertifikasi dan ekspansi pasar.

Biaya Operasional yang Meningkat

Setelah mendapatkan sertifikasi, banyak UMKM mengalami peningkatan biaya operasional, terutama dalam hal produksi skala besar dan pengemasan yang memenuhi standar ritel modern.

Keterbatasan SDM

Banyak pelaku usaha masih mengandalkan tenaga kerja keluarga atau rekan dekat. Ketika bisnis mulai berkembang, kebutuhan akan SDM profesional menjadi semakin mendesak.

Persaingan dengan Produk Besar

Meski sudah bersertifikasi, UMKM masih harus bersaing dengan brand besar yang memiliki anggaran pemasaran dan distribusi lebih besar.

Tips untuk UMKM yang Ingin Bersertifikasi

Bagi UMKM yang ingin mengikuti jejak MiniesQ, ada beberapa langkah yang bisa diambil agar proses sertifikasi berjalan lancar dan memberikan hasil maksimal.

1. Siapkan Produk yang Siap Dipasarkan

Produk harus sudah memiliki kemasan yang menarik dan memenuhi standar keamanan pangan. Ini akan memudahkan proses audit sertifikasi.

2. Pahami Prosedur Sertifikasi

Setiap jenis sertifikasi memiliki prosedur yang berbeda. Pelajari terlebih dahulu syarat dan ketentuannya agar tidak terjadi kesalahan administrasi.

3. Manfaatkan Bantuan dari Lembaga Pendamping

Ada banyak lembaga yang menyediakan pendampingan teknis untuk UMKM. Manfaatkan fasilitas ini agar proses sertifikasi lebih cepat dan efisien.

4. Bangun Jaringan Distribusi Sejak Awal

Jangan menunggu sertifikasi selesai untuk memikirkan distribusi. Bangun hubungan dengan calon mitra ritel sejak awal agar produk bisa langsung dipasarkan setelah sertifikasi.

Kesimpulan

Sertifikasi halal bukan hanya soal legalitas, tapi juga alat untuk membuka peluang pasar yang lebih luas. Program yang digulirkan oleh Pertamina membuktikan bahwa UMKM bisa naik kelas jika mendapat pendampingan yang tepat. Dengan dukungan teknis, akses ke jaringan ritel, dan peningkatan kapasitas, punya peluang besar untuk bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal biaya dan sumber daya manusia. Tapi dengan strategi yang tepat dan komitmen yang , UMKM bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekosistem ekonomi nasional.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat simulatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kebijakan dan kondisi pasar.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.