Harga minyak dunia sedikit turun pada Kamis, 26 Maret 2026. Penurunan ini terjadi meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih tinggi. Presiden Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari tambahan. Langkah ini diambil sebagai tanda bahwa pembicaraan damai masih terbuka.
Trump juga menyatakan bahwa pihak Iran telah memberikan tanda itikad baik. Salah satunya dengan mengizinkan lewatnya 10 kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz. Jalur ini sangat penting karena menjadi jalur distribusi energi global.
Dinamika Harga Minyak di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Perdagangan minyak akhir-akhir ini menunjukkan fluktuasi yang tinggi. Pasar minyak cenderung sensitif terhadap isu geopolitik, terutama yang melibatkan negara-negara penghasil energi besar. Ketidakpastian soal penyelesaian konflik AS-Iran membuat investor waspada.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk Mei 2026 naik 4,9% menjadi USD107,22 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 3,4% ke USD93,42 per barel. Angka ini menunjukkan bahwa meski ada penurunan kecil, tekanan dari ketidakpastian masih terasa.
1. Penurunan Harga Minyak Setelah Penangguhan Serangan
Penangguhan serangan oleh AS terhadap infrastruktur energi Iran menjadi faktor utama penurunan harga minyak. Investor melihat langkah ini sebagai tanda bahwa konflik tidak akan memuncak dalam waktu dekat.
Trump menyatakan bahwa pembicaraan damai masih berlangsung. Ia juga menyebut bahwa Iran telah memohon agar kesepakatan bisa dicapai. Meski begitu, ketidakpastian tetap menghiasi proses negosiasi ini.
2. Penolakan Iran terhadap Proposal Damai AS
AS mengirimkan proposal perdamaian 15 poin kepada Iran. Namun, Iran menolak rencana tersebut. Media Iran, Tasnim, melaporkan bahwa negara itu telah menyampaikan tanggapan resmi dan menunggu jawaban dari Washington.
Penolakan ini memicu kembali kekhawatiran pasar. Investor mulai memperhitungkan kemungkinan konflik yang berlarut. Harga minyak yang sempat turun pun kembali menguat.
3. Peran Selat Hormuz dalam Fluktuasi Harga
Selat Hormuz menjadi salah satu faktor kunci dalam volatilitas harga minyak. Sekitar 20% minyak dan gas dunia melewati jalur ini. Ketika Iran mengancam akan menutup jalur ini, harga langsung melonjak.
Namun, setelah Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak melewati selat tersebut, tekanan pada harga sedikit mereda. Langkah ini dianggap sebagai bentuk kompromi dari pihak Iran.
Penjelasan Ekonomi dari Pergerakan Harga
José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, menyatakan bahwa pasar saat ini sangat sensitif terhadap isu energi. Volatilitas harga minyak berdampak langsung pada indeks saham dan obligasi.
Jika harga minyak mentah WTI kembali melampaui USD100 dalam beberapa minggu ke depan, risiko resesi global akan meningkat. Kenaikan harga energi berdampak pada pengeluaran rumah tangga dan investasi perusahaan.
1. Dampak pada Inflasi dan Pengeluaran Publik
Kenaikan harga minyak memicu lonjakan biaya bahan bakar dan listrik. Ini berimbas pada pengeluaran pemerintah dan daya beli masyarakat. Semakin banyak dolar yang dialokasikan untuk energi, semakin sedikit untuk investasi produktif.
2. Respon Pasar Saham terhadap Isu Minyak
Pasar saham sempat terkoreksi akibat ketidakpastian konflik. Namun, pernyataan Trump tentang penangguhan serangan membantu membatasi kerugian. Investor tetap waspada dan menunggu perkembangan nyata dari negosiasi.
Langkah-Langkah Strategis dari Pemerintah AS
Pemerintah AS mengambil pendekatan diplomatik dalam menghadapi ketegangan dengan Iran. Penangguhan serangan dan pengiriman proposal damai menunjukkan upaya untuk menghindari eskalasi militer.
Trump menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran sedang berjalan “sangat substansial”. Ia juga menyebut bahwa pihak Iran telah menunjukkan itikad baik melalui izin lewatnya kapal minyak.
1. Penundaan Serangan sebagai Alat Diplomasi
Penangguhan serangan selama 10 hari memberikan ruang bagi pihak-pihak untuk bernegosiasi. Ini juga menjadi sinyal bahwa AS tidak ingin konflik berlarut.
2. Pengakuan Itikad Baik dari Iran
Iran mengizinkan sepuluh kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz. Langkah ini dianggap sebagai bentuk kompromi dan bukti bahwa negosiasi berjalan serius.
3. Penekanan pada Komunikasi yang Jelas
Trump menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan terbuka. Ia menyatakan bahwa pihak media sering menyebarkan informasi yang memperkeruh situasi. Oleh karena itu, ia memilih menyampaikan langsung perkembangan melalui media sosial.
Perbandingan Harga Minyak Mentah Global
Berikut adalah perbandingan harga minyak mentah global pada akhir pekan Maret 2026:
| Jenis Minyak | Harga (USD/barel) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Brent | 107,22 | +4,9% |
| WTI | 93,42 | +3,4% |
Harga ini mencerminkan kenaikan setelah penurunan sehari sebelumnya. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat rentan terhadap isu geopolitik.
Penutup
Ketidakpastian konflik AS-Iran terus menjadi penggerak utama volatilitas harga minyak. Meski ada penurunan kecil, tekanan dari negosiasi dan ancaman eskalasi masih membayangi pasar. Investor tetap harus waspada terhadap perkembangan terbaru.
Disclaimer: Data harga minyak dan informasi geopolitik bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan situasi di lapangan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













