Momen Ramadan selalu jadi peluang besar bagi pelaku usaha, terutama UMKM. Tahun ini, Pertamina kembali sukses menggandeng para pelaku UMKM binaannya untuk ikut serta dalam ajang SMEXPO Ramadan 2026. Hasilnya? Banyak dari mereka mencatatkan lonjakan penjualan hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Ini bukan angka sembarangan, apalagi kebetulan. Ada strategi dan ekosistem yang dibangun Pertamina di balik kesuksesan ini.
Acara yang digelar di Grha Pertamina Jakarta pada 2–6 Maret 2026 itu menghadirkan sekitar 20 UMKM binaan Pertamina. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari makanan dan minuman khas Ramadan, fashion, hingga kerajinan tangan yang unik. Semua dirancang untuk menarik perhatian pengunjung yang datang mencari produk berkualitas dengan nilai tambah khusus di bulan suci.
Peningkatan Penjualan UMKM di SMEXPO Ramadan 2026
Pertamina tidak sekadar menggelar bazar. Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk memberdayakan UMKM binaannya. Dengan memanfaatkan momentum Ramadan, Pertamina menciptakan ekosistem pasar yang kondusif bagi para pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan berkembang.
1. Strategi Pemasaran yang Tepat Sasaran
Salah satu kunci suksesnya SMEXPO Ramadan adalah strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di bulan puasa. Produk-produk yang ditampilkan bukan hanya halal dan berkualitas, tapi juga praktis dan relevan dengan gaya hidup masyarakat saat Ramadan.
2. Akses Pasar yang Lebih Luas
Dengan menghadirkan UMKM di lokasi strategis seperti Grha Pertamina, peluang untuk dikenal oleh konsumen dan pelaku bisnis lainnya jadi lebih besar. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya sebagai konsumen, tapi juga sebagai calon mitra distribusi.
3. Dukungan Penuh dari Pertamina
Pertamina tidak hanya menyediakan tempat. Mereka juga memberikan pendampingan dari hulu hingga ke hilir, mulai dari pelatihan bisnis, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran digital. Bahkan, UMKM binaan dibantu mendapatkan sertifikasi penting seperti halal, BPOM, dan standar internasional.
Cerita Sukses dari UMKM Binaan
Salah satu contoh nyata adalah Meat Story, produsen olahan daging beku seperti bakso frozen dan sosis homemade. Selama Ramadan, penjualan mereka bisa naik hingga dua kali lipat. Peningkatan ini tidak lepas dari pendampingan yang diberikan Pertamina sejak 2024.
1. Pendampingan Bisnis yang Terintegrasi
Meat Story mendapat pelatihan manajemen bisnis, strategi pemasaran, hingga dukungan peralatan produksi seperti vacuum chamber. Ini membantu mereka meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.
2. Akses ke Platform Digital
Pertamina juga membantu UMKM binaannya untuk memperluas jangkauan melalui platform digital. Meat Story, misalnya, kini aktif di berbagai marketplace dan media sosial dengan strategi konten yang lebih terarah.
Perbandingan Penjualan UMKM Sebelum dan Sesudah SMEXPO
| Nama UMKM | Rata-rata Penjualan Harian (Sebelum SMEXPO) | Rata-rata Penjualan Harian (Selama SMEXPO) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Meat Story | Rp 2.500.000 | Rp 5.000.000 | 100% |
| Shokha | Rp 3.000.000 | Rp 3.600.000 | 20% |
| Snack Ramadan | Rp 1.200.000 | Rp 2.400.000 | 100% |
| Kerupuk Lezat | Rp 800.000 | Rp 1.600.000 | 100% |
Catatan: Data di atas merupakan estimasi berdasarkan laporan internal UMKM peserta dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Penguatan Ekonomi Lokal melalui UMKM
Kenaikan penjualan bukan sekadar angka. Ini berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja dan keluarga mereka. Ketika UMKM berkembang, efek domino pun tercipta. Ini yang disebut multiplier effect—dampak pengganda yang menggerakkan roda perekonomian lokal.
1. Penyerapan Tenaga Kerja
UMKM yang berkembang bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Ini penting, terutama di tengah tantangan pengangguran yang masih tinggi.
2. Peningkatan Pendapatan Keluarga
Peningkatan omzet berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga pekerja. Ini membantu meningkatkan kualitas hidup dan daya beli masyarakat secara keseluruhan.
Program Pembinaan Pertamina UMK Academy
Pertamina tidak berhenti sampai di bazar. Mereka punya program pembinaan jangka panjang bernama Pertamina UMK Academy. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM binaan.
1. Pelatihan Manajemen Bisnis
Peserta diajarkan cara mengelola keuangan, menentukan harga produk, hingga strategi pemasaran yang efektif.
2. Akses ke Sertifikasi Produk
Pertamina membantu UMKM mendapatkan sertifikasi halal, BPOM, dan standar internasional lainnya. Ini penting agar produk bisa diterima di pasar yang lebih luas.
3. Pemanfaatan Teknologi Digital
Pelatihan digital marketing dan e-commerce juga diberikan agar UMKM bisa bersaing di era digital.
Ekspansi Pasar dan Peluang Ekspor
Pertamina tidak hanya fokus pada pasar lokal. Mereka juga membuka peluang ekspor bagi UMKM binaan. Dengan sertifikasi yang lengkap dan kualitas produk yang terjaga, banyak UMKM kini mulai menembus pasar internasional.
1. Kolaborasi dengan Platform Ekspor
Pertamina menjalin kerja sama dengan berbagai platform ekspor untuk membantu UMKM menjangkau pasar global.
2. Peningkatan Kapasitas Produksi
UMKM juga dibantu meningkatkan kapasitas produksi agar bisa memenuhi permintaan pasar yang lebih besar.
Kesimpulan
SMEXPO Ramadan 2026 bukan hanya ajang pamer produk. Ini adalah bukti nyata bagaimana ekosistem bisnis yang tepat bisa membawa dampak besar bagi UMKM. Pertamina berhasil menciptakan sinergi antara pelaku usaha kecil, konsumen, dan pasar yang lebih luas. Hasilnya? Pertumbuhan yang signifikan, bukan hanya dalam angka, tapi juga dalam kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi.
Dengan pendampingan terus-menerus dan akses ke berbagai sumber daya, UMKM binaan Pertamina punya peluang besar untuk terus tumbuh dan bersaing di pasar nasional bahkan global. Ramadan tahun ini jadi awal yang luar biasa bagi banyak pelaku usaha kecil. Dan sepertinya, cerita ini baru dimulai.
Disclaimer: Data penjualan dan informasi lainnya dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan internal Pertamina.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













