Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melakukan pelantikan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan. Kali ini, lima pejabat baru resmi menjabat pada posisi strategis yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan pengelolaan APBN. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 94 Tahun 2026 tentang Mutasi dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi struktur kepemimpinan di Kemenkeu agar lebih responsif terhadap dinamika ekonomi global dan domestik. Dalam sambutannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan hanya soal kedudukan, tapi lebih pada tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan fiskal negara.
Pejabat Baru Siap Dorong Stabilitas Fiskal
Pelantikan kali ini mencakup beberapa unit kerja strategis di bawah naungan Kementerian Keuangan. Setiap pejabat memiliki peran spesifik dalam mendukung kebijakan fiskal yang berkelanjutan serta menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
1. Rofii Edy Purnomo, Kepala Biro Advokasi Sekretariat Jenderal
Rofii Edy Purnomo ditunjuk sebagai Kepala Biro Advokasi di lingkungan Sekretariat Jenderal Kemenkeu. Ia akan memimpin urusan hukum dan advokasi internal maupun eksternal yang berkaitan dengan kebijakan keuangan nasional.
2. Ihda Muktiyanto, Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan
Ihda Muktiyanto mengemban tugas baru sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Di bawah kepemimpinannya, pusat ini akan berfungsi sebagai garda depan dalam menyelaraskan kebijakan lintas satuan kerja demi efektivitas APBN.
3. Ferry Ardiyanto, Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Ferry Ardiyanto dipercaya memimpin Direktorat Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi di bawah Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Tugas utamanya adalah merancang strategi yang mendorong inklusi ekonomi serta distribusi pendapatan yang lebih merata.
4. Sugeng Apriyanto, Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara
Sugeng Apriyanto kini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara untuk wilayah Kalimantan Timur dan Utara. Wilayah ini memiliki potensi kekayaan alam yang besar, sehingga perlu pengelolaan optimal dan transparan.
5. Suska, Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya
Suska diangkat sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di bawah Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan. Peran ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan inklusi keuangan.
Pesan Menkeu: Jabatan Ini Adalah Amanah
Dalam pidato singkatnya, Menkeu Purbaya menyampaikan pesan kuat bahwa posisi eselon II bukanlah gelar biasa. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat harus siap mengemban amanah besar dalam menjaga APBN agar tetap berada dalam jalur yang sehat dan sustainable.
Disiplin fiskal menjadi salah satu poin utama yang ia tekankan. Menurutnya, APBN harus digunakan secara bijak dan tepat sasaran. Selain itu, pengelolaan kas negara juga harus dilakukan dengan ketat agar tidak terjadi surplus atau defisit yang berlebihan.
Purbaya juga mengingatkan bahwa kebijakan fiskal harus bersifat countercyclical, artinya dapat menahan goncangan ekonomi saat kondisi tidak menentu. Ini penting untuk menjaga kepercayaan investor, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Rekapitulasi Pejabat yang Dilantik
| No | Nama | Jabatan Baru |
|---|---|---|
| 1 | Rofii Edy Purnomo | Kepala Biro Advokasi Sekretariat Jenderal |
| 2 | Ihda Muktiyanto | Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan |
| 3 | Ferry Ardiyanto | Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi |
| 4 | Sugeng Apriyanto | Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara |
| 5 | Suska | Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya |
Momentum Sinkronisasi Kepemimpinan
Pelantikan ini menjadi bagian dari rangkaian mutasi dan penataan struktur organisasi di Kemenkeu. Sebelumnya, Menkeu Purbaya juga telah melantik ribuan pejabat di berbagai tingkatan, termasuk 44 pejabat eselon II. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan bahwa aparatur sipil negara siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Sinkronisasi kepemimpinan ini juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi antarunit kerja. Dengan adanya pemimpin baru yang membawa visi segar, diharapkan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, pengisian posisi strategis ini juga menjadi langkah antisipatif terhadap perkembangan ekonomi global yang dinilai masih rentan terhadap volatilitas. Dengan SDM yang kompeten dan fokus pada stabilitas fiskal, Kemenkeu berharap dapat menjaga daya tahan ekonomi nasional.
Fokus Jangka Panjang: Stabilitas dan Pertumbuhan
Arah kebijakan yang diusung oleh para pejabat baru ini jelas tertuju pada dua pilar utama: stabilitas makroekonomi dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Mereka dituntut untuk tidak hanya pandai mengelola angka, tapi juga memahami konteks sosial dan politik yang memengaruhi kinerja APBN.
Disiplin fiskal, pengelolaan kas yang efisien, dan kebijakan APBN yang proaktif menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan pasar. Investor lokal maupun asing akan lebih mudah tertarik jika mereka melihat bahwa negara dikelola dengan prinsip-prinsip yang jelas dan transparan.
Dengan adanya pejabat baru yang siap bekerja, ekspektasi terhadap kinerja sektor keuangan pun meningkat. Tantangan besar seperti pengendalian inflasi, pengelolaan utang, dan peningkatan investasi infrastruktur harus dijawab dengan kolaborasi lintas instansi dan dukungan penuh dari pimpinan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berdasarkan data resmi dari Kementerian Keuangan per tanggal 21 April 2026. Nama-nama pejabat dan jabatan yang dilantik dapat berubah seiring evaluasi internal atau regulasi baru. Data dan kebijakan yang disebutkan bersifat valid pada periode pelantikan dan dapat mengalami revisi sesuai kebutuhan pemerintah.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













