Nasional

Nilai Rupiah Melemah hingga Rp17.143 per Dolar AS pada Sesi Sore Ini Tahun 2026

Herdi Alif Al Hikam
×

Nilai Rupiah Melemah hingga Rp17.143 per Dolar AS pada Sesi Sore Ini Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Nilai Rupiah Melemah hingga Rp17.143 per Dolar AS pada Sesi Sore Ini Tahun 2026

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah kembali melemah pada perdagangan Rabu sore, mencatatkan posisi Rp17.143 per dolar Amerika Serikat (USD) di penutupan pasar. Pelemahan ini terjadi sepanjang hari sejak pagi tadi, menandakan bahwa tekanan terhadap Garuda masih berlangsung.

Penurunan nilai tukar ini mencerminkan dinamika global yang cukup rumit, terutama terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sentimen pasar cenderung waspada, terutama terhadap risiko gangguan akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Kondisi Rupiah di Berbagai Sumber Data

Perdagangan Rabu menunjukkan bahwa rupiah mengalami tekanan di berbagai sumber data. Bloomberg mencatat rupiah ditutup di level Rp17.143 per USD, turun 16 poin atau sekitar 0,09 persen dari posisi sebelumnya di Rp17.127.

Yahoo Finance juga mencatat pelemahan serupa, dengan rupiah berada di zona merah di posisi Rp17.135 per USD. Mata uang Garuda ini turun lima poin atau 0,03 persen dari level sebelumnya di Rp17.130.

Sementara itu, kurs referensi Jisdor mencatat rupiah di level Rp17.141 per USD. Angka ini turun enam poin dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp17.135.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelemahan Rupiah

  1. Ketegangan Geopolitik AS-Iran

    Sentimen pasar global terus terpengaruh oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Blokade AS terhadap Selat Hormuz, yang meluas hingga ke Teluk Oman dan Laut Arab, memicu kekhawatiran terhadap global.

    Iran merespons dengan mengancam akan menargetkan pelabuhan negara-negara tetangga jika blokade tersebut berlanjut. Meski begitu, ada kabar bahwa dialog antara AS dan Iran masih berlangsung, meskipun belum mencapai titik temu.

  2. Respon

    Sekutu NATO seperti Inggris dan Prancis memilih tidak ikut serta dalam blokade tersebut. Malah, mereka menganjurkan agar jalur air vital tersebut tetap terbuka untuk menjaga stabilitas pasokan energi global.

    Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa harga minyak berpotensi mencapai puncaknya dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini menambah tekanan pada mata uang negara-negara yang bergantung pada impor energi, termasuk Indonesia.

  3. Intervensi Lembaga Internasional

    Dana Moneter Internasional (), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) telah mengeluarkan peringatan agar negara-negara tidak melakukan penimbunan pasokan energi atau menerapkan pembatasan . Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah gejolak lebih lanjut di pasar energi global.

Tabel Perbandingan Data Kurs Rupiah terhadap USD

Sumber Data Kurs (Rp/USD) Perubahan (Poin) Perubahan (%)
Bloomberg 17.143 -16 -0,09%
Yahoo Finance 17.135 -5 -0,03%
Jisdor 17.141 -6 -0,03%

Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Ekonomi Domestik

  1. Inflasi Impor

    Pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga barang impor. Ini bisa berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok, terutama yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri.

  2. Biaya Utang Luar Negeri

    Banyak perusahaan dan pemerintah Indonesia memiliki utang dalam mata uang asing. Ketika rupiah melemah, nilai utang tersebut dalam rupiah menjadi lebih besar, meningkatkan beban keuangan.

  3. Daya Beli Masyarakat

    Harga barang impor yang naik bisa mengurangi daya beli masyarakat. Terutama untuk produk-produk teknologi, otomotif, dan bahan baku industri yang sebagian besar berasal dari luar negeri.

Strategi untuk Menghadapi Fluktuasi Nilai Tukar

  1. Diversifikasi Pasar Impor

    Mengurangi ketergantungan pada satu negara atau wilayah untuk impor bisa menjadi langkah strategis. Diversifikasi ini membantu mengurangi risiko terhadap fluktuasi mata uang tertentu.

  2. Penguatan Sektor Domestik

    Mendorong produksi lokal bisa mengurangi kebutuhan impor. Ini termasuk pengembangan industri pengganti impor dan peningkatan .

  3. Hedging untuk Perusahaan

    Perusahaan yang memiliki transaksi internasional disarankan untuk menggunakan instrumen hedging untuk melindungi diri dari risiko fluktuasi nilai tukar.

Penutup

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada Rabu siang mencerminkan situasi global yang penuh ketidakpastian. Ketegangan geopolitik dan risiko gangguan pasokan energi menjadi pemicu utama tekanan terhadap mata uang Garuda.

Meskipun demikian, langkah antisipatif baik dari pemerintah maupun bisa membantu meredam dampaknya. Pemantauan terhadap perkembangan global tetap menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

Disclaimer: Data kurs dan kondisi pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan ekonomi global dan moneter.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.