Ilustrasi harga BBM di SPBU. Foto: Freepik.
Harga minyak dunia kembali naik tajam. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Meski begitu, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga BBM bersubsidi di dalam negeri belum akan mengalami kenaikan.
Purbaya menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi. Pernyataan ini disampaikan di tengah kondisi harga minyak mentah jenis Brent yang mencapai USD118 per barel, angka tertinggi sejak Juni 2022.
Pasokan BBM dalam negeri masih terjaga. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga telah memastikan bahwa kebutuhan masyarakat selama periode puasa dan Idulfitri tetap bisa terpenuhi tanpa gangguan.
Kondisi Harga Minyak Dunia dan Dampaknya
Harga minyak global yang naik memang berpotensi memberi tekanan pada APBN. Namun, Menkeu menilai bahwa rata-rata harga minyak saat ini masih berada di bawah batas aman kapasitas APBN.
Artinya, pemerintah masih memiliki ruang untuk menahan subsidi BBM tanpa harus langsung menaikkan harga eceran kepada masyarakat.
- Harga minyak mentah jenis Brent mencapai USD118 per barel.
- Rata-rata harga minyak global masih di bawah ambang batas APBN.
Meski begitu, Purbaya menyatakan bahwa evaluasi akan terus dilakukan. Ia memastikan akan memantau perkembangan harga dalam waktu satu bulan ke depan sebelum mengambil keputusan apa pun.
Penjelasan Lebih Lanjut dari Menteri Keuangan
Purbaya menegaskan bahwa saat ini belum saatnya mengambil langkah kenaikan harga BBM. Ia menyebut bahwa anggaran negara masih mencukupi untuk menanggung subsidi yang ada.
“Uangnya masih cukup. Jadi belum saatnya mengambil keputusan sekarang,” ujar Menkeu.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia sudah beberapa kali menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Namun, negara tetap bisa bertahan karena kebijakan yang diambil tepat waktu dan tepat sasaran.
Keyakinan pada Kebijakan Pemerintah
Masyarakat diminta tetap tenang. Pemerintah diyakini memiliki pengalaman dalam mengelola gejolak harga minyak global.
Purbaya menyampaikan bahwa kebijakan sebelumnya telah terbukti efektif menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Ia pun menegaskan bahwa kebijakan saat ini juga akan disesuaikan dengan kondisi yang ada.
“Kita sudah beberapa kali menghadapi harga minyak tinggi. Tapi negara tetap berjalan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tegasnya.
Jaminan Pasokan BBM Selama Ramadan dan Idulfitri
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut memberikan penjelasan terkait pasokan BBM menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia memastikan bahwa pasokan BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Bahlil menjamin tidak akan ada kenaikan harga BBM meski harga minyak dunia terus berada di level tinggi.
- Pasokan BBM dalam negeri masih stabil.
- Kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tetap terjamin.
Perbandingan Harga Minyak Global dan Domestik
Berikut adalah perbandingan harga minyak dunia dan rata-rata harga pada awal 2026:
| Jenis Minyak | Harga Terkini | Rata-Rata Januari 2026 |
|---|---|---|
| Brent (ICE) | USD118/barel | USD64/barel |
| US WTI | – | USD57,87/barel |
Harga minyak dunia yang jauh lebih tinggi dari rata-rata awal tahun ini menunjukkan adanya tekanan eksternal yang signifikan. Namun, pemerintah masih memiliki buffer untuk tidak langsung menaikkan harga BBM bersubsidi.
Evaluasi Berkala dan Kesiapan APBN
Pemerintah akan terus melakukan evaluasi setiap bulan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil selalu relevan dengan kondisi global dan domestik.
- Evaluasi harga minyak dunia dilakukan setiap bulan.
- APBN masih memiliki ruang untuk menampung subsidi BBM.
Menkeu menyebut bahwa APBN dirancang dengan mempertimbangkan volatilitas harga minyak. Sehingga, kenaikan harga global tidak langsung berdampak pada kebijakan harga BBM dalam negeri.
Reaksi Masyarakat dan Harapan ke Depan
Masyarakat diminta tidak terjebak isu-isu yang belum tentu benar. Pemerintah menjamin bahwa kebijakan yang diambil selalu berdasarkan data dan analisis yang matang.
Purbaya juga mengingatkan bahwa kebijakan subsidi BBM bukan hanya soal harga, tapi juga soal stabilitas sosial dan ekonomi.
Kesimpulan
Harga BBM bersubsidi di Indonesia belum akan naik meski harga minyak dunia melonjak. Pemerintah memastikan bahwa APBN masih mampu menampung subsidi yang ada. Evaluasi akan terus dilakukan setiap bulan untuk memastikan kebijakan tetap tepat sasaran.
Disclaimer: Data harga minyak dan kebijakan pemerintah dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi global dan domestik. Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga tanggal publikasi.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













