Nasional

Pasar Modal RI Tembus Rp13.189 Triliun pada 2026, IHSG Naik Tajam 6,14% di Akhir Pekan Ini

Herdi Alif Al Hikam
×

Pasar Modal RI Tembus Rp13.189 Triliun pada 2026, IHSG Naik Tajam 6,14% di Akhir Pekan Ini

Sebarkan artikel ini
Pasar Modal RI Tembus Rp13.189 Triliun pada 2026, IHSG Naik Tajam 6,14% di Akhir Pekan Ini

Pekan lalu jadi saksi bisu dari lonjakan besar di pasar Tanah . Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penutupan perdagangan yang positif, dengan kapitalisasi pasar yang melonjak hingga mencapai Rp13.189 triliun. Angka itu naik 7,18 persen dari pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp12.305 triliun. Tak hanya itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melesat tajam, naik 6,14 persen dan menutup di level 7.458,496.

Lonjakan ini terjadi seiring dengan peningkatan aktivitas perdagangan yang cukup signifikan. Volume transaksi harian mencapai 32,28 miliar lembar saham, naik 24,81 persen dari sebelumnya. Nilai transaksi rata-rata per hari juga naik 17,26 persen menjadi Rp17,32 triliun. Frekuensi transaksi harian mencatatkan angka 2,05 juta kali, naik dari 1,78 juta kali pada pekan sebelumnya. Investor asing pun mulai kembali masuk, dengan catatan beli bersih sebesar Rp193,87 miliar pada Jumat (10/4/2026).

Kondisi Pasar Saham Minggu Ini

Pekan yang cerah di pasar modal tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendukung lonjakan ini, mulai dari yang mulai membaik hingga kondisi makroekonomi yang dinilai cukup stabil. Investor lokal tampak lebih percaya diri, sementara investor asing mulai kembali membeli saham-saham unggulan.

1. Kenaikan IHSG Capai 6,14 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan dengan kenaikan yang cukup mencolok. Dari level 7.026,782 pada akhir pekan lalu, IHSG melonjak ke 7.458,496. Ini adalah salah satu kenaikan mingguan tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Sentimen positif ini didorong oleh optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik serta isyarat yang lebih ramah pasar.

2. Volume dan Nilai Transaksi Naik Tajam

Volume transaksi mencatatkan angka 32,28 miliar lembar saham, naik dari 25,87 miliar lembar pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi per hari juga melonjak menjadi Rp17,32 triliun. Lonjakan ini menunjukkan bahwa minat investor untuk bertransaksi meningkat secara signifikan, baik dari segi frekuensi maupun nilai investasi.

3. Frekuensi Transaksi Harian Naik 15,05 Persen

Tidak hanya nilai dan volume, frekuensi transaksi juga mengalami peningkatan. Dari 1,78 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya, angka ini naik menjadi 2,05 juta kali transaksi. Ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan semakin ramai, dan investor lokal mulai kembali aktif di pasar modal.

4. Investor Asing Kembali Beli Bersih

Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp193,87 miliar pada Jumat (10/4/2026). Meski sepanjang tahun ini masih tercatat jual bersih sebesar Rp37,14 triliun, lonjakan di akhir pekan ini menjadi sinyal positif bahwa minat asing mulai kembali masuk ke Indonesia.

Aktivitas Pencatatan Efek di BEI

Selain peningkatan aktivitas perdagangan, pekan ini juga menjadi momentum penting untuk aktivitas pencatatan efek di BEI. Ada beberapa emisi obligasi dan sukuk baru yang tercatat, serta satu perusahaan yang melakukan pencatatan perdana.

1. Obligasi Bank Mandiri Taspen Dicatatkan

Pada Rabu (8/4/2026), Obligasi Berkelanjutan II Bank Mandiri Tahap II Tahun 2026 resmi dicatatkan di BEI. Obligasi ini memiliki nilai nominal Rp1,5 triliun dan memperoleh peringkat idAAA dari PEFINDO. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berperan sebagai Wali Amanat.

2. Total Obligasi dan Sukuk Terdaftar Capai Rp564,69 Triliun

Sepanjang tahun 2026, telah tercatat 48 emisi obligasi dan sukuk dari 32 emiten dengan total nilai Rp52,44 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 688 emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI dengan nilai outstanding mencapai Rp564,69 triliun dan USD149,41 juta dari 134 emiten.

3. Surat Berharga Negara (SBN) dan EBA

Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.745,18 triliun dan USD352,10 juta. Sementara itu, Efek Beragun (EBA) tercatat sebanyak tujuh emisi senilai ,57 triliun. Ini menunjukkan bahwa instrumen investasi beragam masih menjadi pilihan investor untuk diversifikasi portofolio.

4. Pencatatan Perdana WBSA

Pada Jumat (10/4/2026), PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melakukan pencatatan perdana di Papan Pengembangan BEI. Perusahaan ini menjadi emiten pertama yang tercatat di BEI pada tahun 2026. Dana yang berhasil dihimpun dari penawaran saham perdana mencapai Rp302,40 miliar.

Perbandingan Data Pasar Saham Minggu Ini

Berikut adalah ringkasan data penting dari pasar saham selama pekan 6-10 2026:

Indikator Pekan Lalu Pekan Ini Kenaikan (%)
Kapitalisasi Pasar Rp12.305 triliun Rp13.189 triliun 7,18%
IHSG 7.026,782 7.458,496 6,14%
Volume Transaksi Harian 25,87 miliar lembar 32,28 miliar lembar 24,81%
Rata-rata Nilai Transaksi Harian Rp14,77 triliun Rp17,32 triliun 17,26%
Frekuensi Transaksi Harian 1,78 juta kali 2,05 juta kali 15,05%

Penutup

Minggu ini menjadi awal yang menjanjikan bagi pasar modal Indonesia. Lonjakan kapitalisasi pasar dan IHSG menunjukkan bahwa investor mulai kembali percaya diri. Dengan adanya aktivitas pencatatan efek yang cukup tinggi, termasuk pencatatan perdana WBSA, BEI terus menunjukkan eksistensinya sebagai pusat investasi yang dinamis.

Namun, perlu diingat bahwa data pasar modal bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makroekonomi, kebijakan pemerintah, serta . Investor disarankan untuk selalu memperbarui informasi dan melakukan analisis mandiri sebelum membuat keputusan investasi.

Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Nilai investasi dapat naik turun tergantung kondisi pasar.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.