Nasional

Komisi V DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Transportasi Umum untuk Kurangi Penggunaan BBM pada Tahun 2026

Herdi Alif Al Hikam
×

Komisi V DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Transportasi Umum untuk Kurangi Penggunaan BBM pada Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Komisi V DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Transportasi Umum untuk Kurangi Penggunaan BBM pada Tahun 2026

Langkah pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, menjadi kabar menenangkan di tengah ketidakpastian harga energi global. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap tekanan eksternal yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Komisi V DPR RI, khususnya dari Fraksi , menyambut baik keputusan tersebut dan melihatnya sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.

Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady, menilai langkah ini tidak mudah, terutama di tengah gejolak geopolitik yang memicu lonjakan harga energi di berbagai negara. Ia juga menekankan pentingnya masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang bisa memicu antrean panjang di SPBU. Menurutnya, keputusan pemerintah menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat serta stabilitas ekonomi jangka pendek.

Evaluasi Harga Energi Global dan Stabilitas Domestik

Pemerintah terus memantau perkembangan harga energi global melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Evaluasi berkala ini menjadi bagian penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari dampak kenaikan harga.

Selain itu, pemerintah juga terus mengembangkan potensi sumber daya alam dalam negeri. Penemuan cadangan minyak mentah baru di luar Timur Tengah menjadi salah satu indikator bahwa stok BBM nasional masih dalam kondisi aman. Ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada impor energi bisa terus ditekan.

Strategi Jangka Panjang: Kurangi Ketergantungan pada BBM

Salah satu upaya jangka panjang yang digaungkan adalah peningkatan kualitas transportasi publik. Hamka menilai bahwa pembenahan sektor ini menjadi kunci utama dalam menekan konsumsi BBM. Banyak daerah di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan, masih minim akses terhadap transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.

Negara-negara yang berhasil mengurangi konsumsi BBM umumnya memiliki sistem transportasi publik yang baik. Mereka tidak hanya mengandalkan subsidi, tapi juga mengatur cadangan energi dan efisiensi penggunaan secara cerdas. Justru negara dengan transportasi umum yang buruk cenderung menghadapi tantangan lebih besar dalam pengelolaan energi.

Perbandingan Transportasi Publik di Negara Maju

Negara Sistem Transportasi Kontribusi terhadap Penurunan Konsumsi BBM
Jepang Kereta api cepat, bus umum, dan sistem integrasi yang baik Sangat tinggi, masyarakat lebih memilih transportasi umum
Korea Selatan Subway, bus cepat (BRT), dan kereta antarkota Tinggi, terutama di kota besar seperti Seoul

Negara seperti Jepang dan Korea Selatan menjadi contoh nyata bagaimana transportasi publik yang baik bisa mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Di Jepang, budaya masyarakat yang gemar menggunakan transportasi umum berkontribusi besar pada efisiensi energi nasional. Mereka juga dikenal sebagai pelopor teknologi kendaraan hemat energi, seperti mobil hybrid.

Sementara itu, Korea Selatan mengembangkan sistem transportasi modern yang terintegrasi. Sistem subway, bus cepat, dan kereta antarkota menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Dengan layanan yang nyaman, tepat waktu, dan terjangkau, masyarakat lebih memilih transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.

Langkah-Langkah Pembenahan Transportasi Publik

  1. Peningkatan Kualitas Transportasi
    Infrastruktur transportasi yang memadai adalah fondasi utama. Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk membangun jalur kereta api, halte bus, dan terminal yang terintegrasi. Kualitas infrastruktur yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum.

  2. Pengembangan Sistem Transportasi Terintegrasi
    Integrasi antara berbagai sangat penting. Misalnya, menghubungkan jalur kereta api dengan bus umum dan angkutan perkotaan lainnya. Ini akan memudahkan masyarakat dalam berpindah moda tanpa mengalami kesulitan.

  3. Peningkatan Frekuensi dan Ketepatan Waktu
    Transportasi umum yang terlambat atau jarang beroperasi cenderung tidak diminati. Oleh karena itu, peningkatan frekuensi dan ketepatan waktu menjadi prioritas agar masyarakat lebih nyaman menggunakan transportasi umum.

  4. Pengembangan Teknologi dan Digitalisasi
    Teknologi seperti aplikasi kendaraan dan sistem pembayaran digital bisa meningkatkan kenyamanan pengguna. Digitalisasi juga membantu pemerintah dalam memantau dan mengelola sistem transportasi secara lebih efisien.

  5. Edukasi dan Sosialisasi kepada Masyarakat
    Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang manfaat menggunakan transportasi umum. Edukasi ini bisa dilakukan melalui kampanye, , dan media sosial agar muncul budaya baru yang lebih ramah lingkungan.

Peran Kementerian Perhubungan dalam Transformasi Ini

memiliki peran sentral dalam sistem transportasi nasional. Langkah konkret yang diambil harus berfokus pada peningkatan layanan, efisiensi operasional, dan integrasi antarmoda. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari penggunaan transportasi umum.

Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat penting. Setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan transportasi yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan yang fleksibel dan adaptif diperlukan agar program ini bisa berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Kesimpulan

Menekan konsumsi BBM bukan hanya soal kebijakan harga, tapi juga soal perubahan sistem. Transportasi publik yang baik menjadi salah satu solusi jangka panjang yang bisa ditempuh. Dengan infrastruktur yang memadai, layanan yang terintegrasi, dan edukasi yang tepat, masyarakat bisa beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada BBM, tapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan kemacetan lalu lintas. Jika dilakukan secara konsisten dan terencana, transformasi ini bisa menjadi fondasi bagi sistem transportasi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga April 2026 dan dapat berubah seiring perkembangan kebijakan dan kondisi global.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.