Nasional

Nilai Dolar AS Turun 2,5 Persen pada 2026, Sejumlah Mata Uang Global Mengalami Penguatan Signifikan di Tahun yang Sama

Herdi Alif Al Hikam
×

Nilai Dolar AS Turun 2,5 Persen pada 2026, Sejumlah Mata Uang Global Mengalami Penguatan Signifikan di Tahun yang Sama

Sebarkan artikel ini
Nilai Dolar AS Turun 2,5 Persen pada 2026, Sejumlah Mata Uang Global Mengalami Penguatan Signifikan di Tahun yang Sama

Ilustrasi. Foto: Freepik.

mengalami tekanan pada Selasa, 7 April , seiring ketegangan geopolitik di Teluk Persia yang kembali memanas. Investor global tetap waspada menjelang tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump kepada Iran. Ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran semakin memicu ketidakpastian pasar.

Indeks dolar AS, yang mengukur performa mata uang hijau terhadap enam pasangan utama, turun 0,2 persen ke level 99,86. Penurunan ini mencerminkan kecenderungan investor untuk menjauh dari aset berisiko tinggi, termasuk dolar, dalam situasi ketidakstabilan global.

Ketegangan Geopolitik dan Ancaman Trump kepada Iran

  1. Tenggat Waktu yang Ditentukan oleh Trump

Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi kemungkinan serangan militer. Tenggat waktu ditetapkan pada pukul 20:00 ET hari Selasa, setelah Iran menutup jalur air tersebut selama berminggu-minggu.

  1. Respons Pakistan dan Upaya Diplomasi

Pakistan meminta Trump untuk memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu. Langkah ini diikuti dengan agar semua pihak mematuhi gencatan senjata selama periode tersebut. Diplomasi internasional kembali menjadi fokus utama sebagai upaya mencegah eskalasi.

  1. Ancaman Trump di Truth Social

Trump menulis di media sosial Truth Social bahwa "seluruh peradaban Iran akan mati malam ini" jika tidak ada kesepakatan damai. Pernyataan ini memperjelas postur keras pemerintahannya terhadap kebijakan luar negeri Iran.

  1. Posisi Iran dan Balasan Terhadap Ancaman

Iran menegaskan tidak akan menyerah di bawah tekanan. Sumber senior Iran menyatakan bahwa tidak ada negosiasi yang akan dilakukan selama AS bersikeras pada pendekatan intimidasi. Reuters melaporkan bahwa Iran bahkan mengancam akan menargetkan fasilitas energi di Arab Saudi jika ancaman serangan dari AS terbukti nyata.

Dampak pada Pasar Keuangan dan Mata Uang Global

  1. Penguatan Euro dan Pound Sterling

Melemahnya dolar memberikan dorongan positif bagi mata uang utama lainnya. Euro naik 0,5 persen menjadi 1,1600, sedangkan poundsterling naik 0,4 persen ke 1,3292. Meski demikian, keduanya sempat mengalami koreksi kecil menjelang akhir sesi perdagangan.

  1. Data Ekonomi Zona Euro yang Mengecewakan

Indeks PMI sektor swasta Zona Euro untuk bulan Maret menunjukkan ekspansi terlemah dalam sembilan bulan. Kondisi ini dipicu oleh melonjaknya harga energi, gangguan rantai pasokan, dan volatilitas pasar keuangan akibat ketegangan di Timur Tengah.

Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di S&P Global Market Intelligence, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi awal tahun yang sempat menggembirakan kini mulai tergerus oleh tekanan eksternal.

  1. Yen Jepang Menguat Secara Bertahap

Yen Jepang menguat untuk dua sesi berturut-turut, menjauh dari level psikologis 160 terhadap dolar. Indeks Utama Jepang naik 0,3 poin menjadi 112,4 pada Februari, level tertinggi dalam 42 bulan. Meski demikian, bisnis di Jepang tetap menunjukkan prospek yang hati-hati.

Perbandingan Kinerja Mata Uang Utama terhadap Dolar AS (7 April 2026)

Mata Uang Peningkatan/Penurunan (%) Level Terakhir (USD Pair)
Euro (EUR/USD) +0,5% 1,1600
Pound Sterling (GBP/USD) +0,4% 1,3292
Yen (USD/JPY) -0,6% 159,80
Dolar Kanada (USD/CAD) -0,3% 1,3650
Dolar Australia (AUD/USD) +0,2% 0,7200

Faktor Pendorong Pelemahan Dolar AS

  1. Ketidakpastian Geopolitik

Ketegangan antara AS dan Iran menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global. Investor cenderung menjauh dari dolar sebagai sementara dan beralih ke aset lain yang dianggap lebih stabil.

  1. Data Ekonomi Eropa yang Lebih Baik dari Perkiraan

Meski ekonomi Zona Euro mengalami perlambatan, beberapa indikator makro ekonomi menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari yang diperkirakan. Ini memberi ruang bagi mata uang Eropa untuk menguat.

  1. Kebijakan Moneter Bank Sentral Global

Bank sentral di beberapa negara maju, termasuk Eropa dan Jepang, tetap mempertahankan kebijakan yang mendukung mata uang lokal. Hal ini membantu mengimbangi dominasi dolar AS di pasar global.

Apa Selanjutnya untuk Dolar AS?

  1. Pengaruh Kebijakan Luar Negeri Trump

Jika ketegangan dengan Iran berlanjut, dolar berpotensi terus mengalami tekanan. Investor akan terus memantau perkembangan politik dan militer dari pemerintah AS.

  1. Data Inflasi dan Kebijakan The Fed

Rilis data inflasi dan kebijakan suku bunga dari The Federal Reserve juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah dolar ke depannya. Jika inflasi tetap tinggi, dolar bisa kembali menguat.

  1. Sentimen Pasar Global

global akan sangat dipengaruhi oleh geopolitik dan ekonomi. Semakin stabil situasi, semakin besar kemungkinan dolar kembali menguat.

Disclaimer: Data dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi dalam ini bersifat referensi dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.