Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Dunia industri migas makin terbuka bagi mahasiswa melalui berbagai inisiatif yang digagas oleh perusahaan energi nasional. Salah satunya adalah program Elnusa Leader Sharing & Action (ELSA), yang baru-baru ini hadir di Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (UNDIP). Program ini bukan sekadar ajang berbagi informasi, tapi ruang belajar nyata yang menghubungkan teori akademik dengan praktik industri.
ELSA mengusung tema “Sharing Insights for Future Generations” dan menjadi wadah dialog antara pelaku industri dengan mahasiswa. Tujuannya jelas: memberikan gambaran riil tentang tantangan dan peluang di sektor hulu migas. Dengan pendekatan yang lebih personal dan interaktif, Elnusa ingin menciptakan generasi muda yang siap terjun ke dunia kerja energi.
Mendekatkan Dunia Industri ke Kampus
Elnusa, sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE), terus berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor energi. Program ELSA adalah salah satu wujud nyata dari komitmen itu. Tidak hanya soal teori, program ini memberikan pengalaman langsung dari praktisi migas yang sudah berpengalaman di lapangan.
Melalui ELSA, mahasiswa bisa mendengar langsung pengalaman kerja dari para profesional. Mulai dari proses eksplorasi, akuisisi data seismik, hingga pengelolaan operasional lapangan. Ini adalah kesempatan langka bagi mahasiswa untuk memahami alur kerja industri migas secara utuh dan realistis.
1. Sesi Sharing dari Praktisi Migas
Project Leader PT Elnusa Tbk, Ahmad Rahmat, menjadi salah satu pembicara utama dalam kegiatan ini. Ia membagikan pengalaman langsung terkait dinamika pekerjaan di lapangan, khususnya dalam proses akuisisi dan pemrosesan data seismik. Mahasiswa pun bisa merasakan langsung bagaimana teknologi digunakan dalam operasi migas dan perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional.
2. Penguatan Literasi Energi di Kalangan Muda
Selain itu, program ini juga dirancang untuk meningkatkan literasi energi di kalangan generasi muda. Dengan memahami peran industri migas secara lebih dalam, diharapkan mahasiswa bisa mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi tantangan di masa depan. Ini bukan hanya soal karier, tapi juga tanggung jawab terhadap keberlanjutan energi nasional.
3. Membangun Sinergi antara Akademisi dan Industri
Elnusa juga memperkuat hubungan dengan dunia pendidikan melalui dukungan peralatan praktikum. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan menyerahkan hibah alat pendidikan kepada UNDIP. Bantuan ini mencakup berbagai peralatan teknis yang digunakan langsung di lapangan migas, seperti:
| Peralatan | Jumlah |
|---|---|
| String Geophone | 100 unit |
| Trimble GPS | 2 set |
| Total Station Leica | 2 set |
| Recording Instrument tipe 428XL | 1 unit |
Dekan Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, Kusworo Adi, menyambut baik bantuan ini. Menurutnya, peralatan ini akan sangat membantu proses pembelajaran, terutama bagi mahasiswa Geofisika yang membutuhkan simulasi nyata dalam praktikum.
Komitmen Elnusa dalam Pengembangan Talenta Energi
Program ELSA bukan hanya dilakukan di UNDIP. Sebelumnya, rangkaian serupa juga telah diselenggarakan di Universitas Pertamina dan Universitas Padjadjaran. Ini menunjukkan bahwa Elnusa serius dalam membangun pipeline talenta energi yang berkualitas dan siap pakai.
VP Asset Reliability & Productivity Elnusa, Nur Kholis, menyampaikan bahwa ELSA adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan. Menurutnya, keselarasan antara dunia akademik dan industri sangat penting agar lulusan perguruan tinggi mampu menjawab tantangan sektor hulu migas yang terus berkembang.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, juga menekankan bahwa kehadiran Elnusa di kampus bukan sekadar bentuk CSR, tapi bagian dari strategi jangka panjang. Ia berharap, melalui program seperti ini, akan lahir talenta-talenta energi yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung peningkatan produksi nasional.
Dukungan terhadap SDGs melalui Kolaborasi Pendidikan
Elnusa juga melihat program ini sebagai kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya dalam tiga pilar utama:
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, Elnusa membuka peluang bagi mahasiswa untuk lebih siap menghadapi dunia kerja. Sekaligus, membantu mendorong inovasi dan efisiensi di sektor energi nasional.
Masa Depan Talenta Migas yang Lebih Baik
Melalui ELSA, Elnusa tidak hanya berbagi ilmu, tapi juga memberikan harapan. Harapan bahwa generasi muda bisa menjadi bagian dari ekosistem energi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang lebih personal dan alat bantu yang relevan, mahasiswa bisa belajar langsung dari praktisi, tanpa harus menunggu lulus kuliah.
Program ini juga menjadi peluang bagi Elnusa untuk memperkenalkan perannya secara lebih luas. Bukan hanya sebagai penyedia jasa migas, tapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia sektor energi.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dan perkembangan terkini dari PT Elnusa Tbk. Data dan nama pihak yang disebutkan adalah valid berdasarkan keterangan resmi perusahaan per Februari 2026.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.










