PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat sejarah baru sebagai bank pertama di Indonesia yang berhasil memperoleh sertifikasi ISO/IEC 25000. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam meningkatkan kualitas layanan digitalnya secara berkelanjutan. Sertifikasi ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kemajuan teknologi informasi di internal bank, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.
ISO/IEC 25000 merupakan standar internasional dalam kerangka Software Quality Requirements and Evaluation (SQuaRE). Standar ini memberikan panduan sistematis untuk mendefinisikan, mengukur, dan mengevaluasi kualitas perangkat lunak. Dengan menerapkan standar ini, organisasi dapat memastikan bahwa sistem yang dikembangkan memenuhi kriteria kualitas tinggi, seperti keandalan, efisiensi, keamanan, dan kemudahan pemeliharaan.
Penerapan ISO/IEC 25000 di BRI
Untuk mencapai sertifikasi ini, BRI menjalani serangkaian tahapan yang cukup ketat dan terukur. Prosesnya dimulai dari evaluasi kondisi awal sistem hingga asesmen akhir terhadap implementasi standar. Selama proses ini, BRI dibantu oleh Robere & Associates sebagai konsultan yang memahami kerangka kerja SQuaRE.
1. Analisis Kondisi Awal Sistem
Langkah pertama adalah melakukan audit menyeluruh terhadap sistem perangkat lunak yang digunakan. Tujuannya untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem saat ini, khususnya dalam hal kualitas dan keandalan.
2. Penyusunan Kerangka Evaluasi Kualitas
Setelah audit selesai, tim BRI bersama Robere & Associates menyusun kerangka evaluasi kualitas perangkat lunak berdasarkan standar ISO/IEC 25000. Kerangka ini menjadi pedoman dalam mengukur dan meningkatkan kualitas sistem secara berkelanjutan.
3. Implementasi dan Asesmen
Langkah ketiga adalah penerapan kerangka evaluasi tersebut ke dalam sistem operasional. Setelah itu, dilakukan asesmen menyeluruh untuk memastikan bahwa sistem telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam standar ISO/IEC 25000.
Manfaat Sertifikasi bagi BRI dan Nasabah
Sertifikasi ini memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan digital BRI. Dengan sistem yang lebih stabil dan aman, nasabah dapat menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih nyaman dan terpercaya. Selain itu, pendekatan berbasis standar internasional juga memungkinkan BRI untuk mengevaluasi kualitas sistem secara objektif dan terukur.
Keunggulan Utama Sertifikasi ISO/IEC 25000:
- Meningkatkan keandalan sistem digital
- Memperkuat keamanan informasi
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Mempermudah pengembangan dan pemeliharaan perangkat lunak
Direktur Teknologi Informasi BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BRI dalam membangun ekosistem digital yang kuat. “Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat. Sistem yang stabil, aman, dan andal tidak hanya mendukung operasional internal, tetapi juga memengaruhi pengalaman nasabah saat menggunakan layanan digital,” ujar Saladin.
Fokus pada Aplikasi BRImo
Salah satu aplikasi utama yang menjadi fokus dalam sertifikasi ini adalah BRImo. Aplikasi ini merupakan salah satu layanan digital utama BRI yang digunakan jutaan nasabah. Dengan menerapkan standar ISO/IEC 25001:2014, BRI memastikan bahwa aplikasi BRImo tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga memenuhi kriteria kualitas tinggi yang ditetapkan dalam kerangka SQuaRE.
Rincian Cakupan Sertifikasi:
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| SQuaRE for BRImo | Fokus pada perencanaan dan pengelolaan kualitas perangkat lunak untuk aplikasi BRImo |
| ISO/IEC 25001:2014 | Standar pengelolaan dan evaluasi kualitas perangkat lunak |
| Keamanan Informasi | Penilaian terhadap sistem keamanan data pengguna |
| Efisiensi Kinerja | Evaluasi terhadap kecepatan dan stabilitas aplikasi |
Komitmen BRI terhadap Transformasi Digital
Pencapaian ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kualitas teknologi yang mendukung layanan tersebut. Dengan fondasi teknologi yang kuat, BRI berkomitmen untuk terus menyediakan layanan keuangan inklusif yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Saladin menambahkan bahwa BRI akan terus berinovasi dalam menghadirkan solusi digital yang aman dan efisien. “Kami akan terus memperkuat kualitas perangkat lunak agar aplikasi dapat berjalan stabil, aman, dan mampu mengikuti kebutuhan nasabah yang terus berkembang,” pungkasnya.
Penutup
Sertifikasi ISO/IEC 25000 menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital BRI. Langkah ini tidak hanya memperkuat sistem internal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan digital BRI. Dengan pendekatan berbasis standar internasional, BRI memperlihatkan bahwa bank pelat merah ini terus berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi teknologi perbankan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid berdasarkan data yang tersedia hingga tanggal publikasi. Sertifikasi dan standar teknologi dapat berubah seiring waktu.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













