Stok bahan pokok dan penting (bapokting) di Bandar Lampung terus dipantau jelang Hari Raya Idulfitri. Kunjungan Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf, ke Pasar Induk Gintung menunjukkan bahwa ketersediaan barang masih aman meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga tipis.
Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan tetap lancar dan harga tidak melonjak menjelang Lebaran. Dari hasil pantauan, mayoritas kebutuhan pokok masih tersedia cukup, dan kenaikan harga yang terjadi belum sampai mengganggu daya beli masyarakat.
Kondisi Pasar Menjelang Idulfitri
1. Stok Bapokting Masih Cukup
Ketersediaan bahan pokok di Pasar Induk Gintung masih mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran. Kapolda menyebut bahwa pasokan berjalan normal dan belum ada tanda-tanda kelangkaan.
2. Harga Relatif Stabil dengan Kenaikan Tipis
Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, lonjakan harga belum signifikan. Rata-rata kenaikan hanya sekitar seribu rupiah untuk komoditas seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.
3. Permintaan Daging Belum Meningkat Drastis
Permintaan daging sapi baru akan naik sekitar satu minggu sebelum Lebaran. Saat ini, harganya naik sekitar Rp5.000 per kilogram, tergantung jenis daging. Daging has dalam dijual sekitar Rp140.000 per kilogram.
4. Cabai dan Bawang Alami Kenaikan Wajar
Cabai keriting naik dari Rp25.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Bawang putih lokal langka, sehingga sebagian besar pasokan berasal dari impor dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram.
5. Beras SPHP Masih Jadi Pilihan Utama
Beras jenis SPHP kemasan 5 kg menjadi primadona di pasar. Harga grosirnya naik dari Rp55.000 menjadi maksimal Rp60.000 per kemasan, meski masih di bawah ambang batas kenaikan yang membahayakan.
Keluhan Pedagang dan Respons Aparat
1. Turunnya Omzet Jadi Sorotan
Beberapa pedagang mengeluhkan turunnya omzet dibanding tahun sebelumnya. Fluktuasi harga harian juga menjadi beban tersendiri bagi mereka yang berjualan di pasar tradisional.
2. Pengawasan Distribusi Diperketat
Kapolda telah memerintahkan seluruh Kapolres di Lampung untuk meningkatkan pengawasan. Tujuannya agar distribusi tetap lancar dan tidak ada praktik penimbunan.
3. Gudang Bapokting Jadi Sasaran Cek
Selain pasar, gudang penyimpanan bahan pokok juga akan diperiksa. Jika ditemukan penimbunan, pihak kepolisian siap melakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Peredaran Minyak Goreng dan Harga Eceran Tertinggi
1. Harga Minyak Goreng di Tingkat Distributor Masih Wajar
Minyakita di tingkat distributor dijual sekitar Rp14.500 per kilogram. Harga ini masih di bawah HET yang tercantum di kemasan, yaitu Rp15.700 per kilogram.
2. Di Eceran, Harga Naik Jadi Perhatian
Namun, di tingkat pengecer harga bisa naik hingga Rp18.000 per kilogram. Hal ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya penyimpangan di rantai distribusi.
3. Pengawasan Terus Dilakukan
Pihak kepolisian terus mengawasi harga di tingkat distributor agar sesuai dengan ketentuan. Penyalahgunaan HET bisa berujung pada sanksi hukum bagi pelanggarnya.
Masyarakat Bisa Laporkan Keluhan via Call Center
1. Call Center 110 Siap Menerima Pengaduan
Kapolda membuka saluran pengaduan melalui call center 110. Siapa pun bisa melaporkan keluhan terkait harga, distribusi, atau dugaan penimbunan bahan pokok.
2. Laporan Langsung Ditindaklanjuti
Setiap laporan akan diteruskan ke satuan kerja atau polres terkait. Ini diharapkan bisa mempercepat penanganan jika terjadi penyimpangan di lapangan.
Tabel Harga Komoditas Pokok di Pasar Induk Gintung
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Saat Ini | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Cabai Keriting | Rp25.000/kg | Rp36.000/kg | Rp11.000 |
| Bawang Putih | Rp28.000/kg | Rp30.000/kg | Rp2.000 |
| Daging Sapi | Rp135.000/kg | Rp140.000/kg | Rp5.000 |
| Beras SPHP 5kg | Rp55.000/pack | Rp60.000/pack | Rp5.000 |
| Minyak Goreng | Rp15.700/kg | Rp18.000/kg | Rp2.300 |
Catatan: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan distribusi.
Penutup
Pantauan di Pasar Induk Gintung menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri masih dalam kondisi terkendali. Meski ada kenaikan harga di beberapa komoditas, lonjakan tersebut belum sampai mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat.
Langkah antisipatif dari aparat kepolisian, terutama Kapolda Lampung, memberikan rasa aman tersendiri bagi pedagang dan konsumen. Dengan pengawasan ketat dan saluran pengaduan yang terbuka, diharapkan pasar tetap kondusif menjelang hari raya.
Namun, masyarakat tetap perlu waspada terhadap fluktuasi harga yang bisa terjadi menjelang Lebaran. Transparansi informasi dan partisipasi aktif dari semua pihak menjadi kunci menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok.
Disclaimer: Data harga dan kondisi pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung faktor eksternal seperti cuaca, distribusi, dan kebijakan pemerintah.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.







