Nasional

Mendag Jamin Kestabilan Harga Bahan Pokok Jelang Perayaan Lebaran 2024

Retno Ayuningrum
×

Mendag Jamin Kestabilan Harga Bahan Pokok Jelang Perayaan Lebaran 2024

Sebarkan artikel ini
Mendag Jamin Kestabilan Harga Bahan Pokok Jelang Perayaan Lebaran 2024

Menjelang perayaan 1447 H, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan bahwa tetap stabil. Ia menyatakan bahwa ketersediaan stok di berbagai pasar juga masih terjaga dengan baik. Langkah ini diambil agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga menjelang Lebaran.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah komoditas utama masih berada dalam kisaran harga yang wajar. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa intervensi pemerintah melalui HET dan HAP mulai memberikan positif di lapangan.

Stok dan Harga Bahan Pokok Masih Terkendali

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Perdagangan terus melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional dan . Tujuannya untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain itu, kehadiran petugas di lapangan juga memberikan efek psikologis bagi para pedagang agar tidak melakukan praktik jual mahal secara sembarangan.

  1. Pemerintah memantau lebih dari 550 titik pasar di seluruh Indonesia setiap harinya.
  2. harga dikumpulkan dan dianalisis melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
  3. Harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan (HAP) digunakan sebagai acuan utama.

Budi Santoso menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah di pasar bukan hanya untuk kontrol harga. Namun juga untuk memberikan rasa aman bagi pedagang agar tidak terjadi kenaikan harga mendadak. Ia menyebut bahwa hal ini sudah menjadi bagian dari strategi rutin menjelang Lebaran.

Harga Komoditas Pokok Saat Ini

Berdasarkan data terbaru dari SP2KP per 13 Maret 2026, berikut adalah rincian harga beberapa komoditas bahan pokok:

Komoditas Harga per kg/liter (Rp)
Beras medium 13.680
Beras 15.342
Minyakita 15.872
Minyak goreng premium 21.180
Daging ayam ras 40.462
Telur ayam ras 30.879
Cabai merah keriting 39.790
Cabai rawit 78.079
Cabai merah besar 41.630
Bawang merah 39.934
Bawang putih 36.146

Harga-harga ini masih berada dalam batas wajar meskipun beberapa komoditas seperti cabai dan telur mengalami sedikit kenaikan. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, dan belum menunjukkan gejala kenaikan yang berlebihan.

Minyak Goreng Tetap Terjangkau

Minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan utama masyarakat tetap menjadi fokus utama pemerintah. Minyakita, yang merupakan produk unggulan pemerintah, dijual sekitar Rp15.700 per liter sesuai dengan HET yang telah ditetapkan.

Selain Minyakita, pemerintah juga mendorong ketersediaan minyak goreng merek lain yang harganya tetap terjangkau. Tujuannya agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dan tidak terlalu bergantung pada satu merek saja.

  1. Minyakita dijual sesuai HET Rp15.700 per liter.
  2. Merek lain seperti Fortune, Sania, dan Filma juga tersedia dengan harga kompetitif.
  3. Pemerintah terus memastikan pasokan minyak goreng tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya variasi pilihan merek, diharapkan tidak terjadi kekosongan stok atau lonjakan harga yang signifikan menjelang Lebaran.

Kenaikan Harga Cabai dan Telur Masih Wajar

Beberapa komoditas seperti cabai rawit dan telur memang mengalami kenaikan harga. Namun menurut Budi, kenaikan tersebut masih dalam batas normal dan tidak mencurigakan. Permintaan yang meningkat menjelang Lebaran menjadi salah satu faktor utama.

  1. Cabai rawit naik menjadi Rp78.079 per kg.
  2. Telur ayam ras mencapai Rp30.879 per kg.
  3. Permintaan tinggi menjelang Lebaran memicu kenaikan ini.

Pemerintah terus memantau perkembangan harga secara harian melalui SP2KP. Jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau manipulasi harga, akan segera diambil tindakan tegas.

Strategi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Langkah jangka pendek yang diambil pemerintah adalah dengan melakukan peninjauan langsung ke pasar. Selain itu, distribusi stok dari dan pihak swasta juga terus dioptimalkan agar pasokan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.

  1. Peninjauan pasar dilakukan secara rutin oleh tim Kemendag.
  2. Distribusi stok dari Bulog dan mitra distribusi lainnya dipercepat.
  3. Koordinasi dengan produsen dan distributor untuk menjaga pasokan.

Langkah jangka panjang mencakup pengembangan sistem distribusi yang lebih efisien serta peningkatan kapasitas produksi petani lokal. Dengan begitu, ketergantungan pada pasokan impor bisa dikurangi secara bertahap.

Kesimpulan

Menjelang Lebaran 1447 H, situasi harga bahan pokok masih terkendali. Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan, terus berupaya menjaga dan ketersediaan stok. Masyarakat pun diharapkan tidak perlu panik atau melakukan stok pribadi secara berlebihan.

Disclaimer: Data harga dan kebijakan yang disebutkan dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan di lapangan. Informasi terbaru sebaiknya selalu dicek melalui sumber resmi pemerintah.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.