Industri pembiayaan multifinance di Tanah Air mencatatkan pencapaian penting menjelang awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total piutang pembiayaan di sektor ini mencapai Rp508,27 triliun per Januari 2026. Angka ini naik 0,78% secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong terutama oleh pembiayaan kerja yang melonjak 10,27% year on year. Meski begitu, pertumbuhan bulanan hanya mencatat kenaikan tipis 0,35% dibanding Desember 2025 yang lalu.
Kondisi Terkini Multifinance
1. Performa Pembiayaan Tahunan
Pertumbuhan tahunan sebesar 0,78% menunjukkan bahwa sektor multifinance mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan akhir 2025 yang hanya 0,61% YoY. Meski masih tergolong moderat, lonjakan pembiayaan kerja menjadi pendorong utama.
2. Rasio Pembiayaan Bermasalah
Per Januari 2026, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,72%. Sementara NPF net berada di level 0,82%. Angka ini relatif stabil dan masih dalam batas wajar. Gearing ratio sebesar 2,11 kali juga menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan belum terlalu terbebani dengan risiko likuiditas.
3. Perbandingan Performa Bulanan
| Bulan | Piutang Pembiayaan | Pertumbuhan MtM |
|---|---|---|
| Desember 2025 | Rp506,50 triliun | – |
| Januari 2026 | Rp508,27 triliun | +0,35% |
Proyeksi OJK dan Respons Industri
1. Target Pertumbuhan 2026
OJK memproyeksikan pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance pada 2026 akan berada di kisaran 6% hingga 8% secara tahunan. Target ini dianggap cukup realistis oleh praktisi industri seperti Jodjana Jody, meski pertumbuhan akhir 2025 masih terbilang rendah.
2. Faktor yang Mendukung Proyeksi
Beberapa faktor mendukung proyeksi OJK, antara lain:
- Stabilitas suku bunga di pasar keuangan
- Pemulihan likuiditas pasar domestik
- Peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk pembiayaan
Namun, Jodjana mengingatkan bahwa realisasi target ini sangat bergantung pada kondisi makroekonomi global dan kinerja sektor keuangan dalam negeri.
3. Tantangan yang Masih Ada
Meski proyeksi OJK optimistis, beberapa tantangan tetap menghiasi horizon industri multifinance:
- Volatilitas pasar keuangan global
- Ketidakpastian ekonomi domestik
- Penurunan permintaan konsumen terhadap barang bernilai tinggi
Dinamika Pasar dan Diversifikasi
1. Kinerja Sektor Otomotif
Sektor otomotif masih menjadi tulang punggung pertumbuhan multifinance. Namun, pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor diperkirakan hanya stabil di kisaran 830.000 hingga 850.000 unit untuk mobil, dan sekitar 6,5 juta unit untuk sepeda motor.
2. Perubahan Pola Konsumsi
Tren konsumsi di wilayah non-Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibanding wilayah Jawa. Ini menjadi peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk mengembangkan portofolio di luar wilayah dominan.
3. Pentingnya Diversifikasi
Jodjana menyarankan agar perusahaan pembiayaan tidak terlalu bergantung pada sektor otomotif. Pembiayaan modal kerja dan investasi bisa menjadi alternatif yang menjanjikan. Tantangannya adalah memastikan produk baru tetap memiliki risiko terkendali dan potensi pengembalian yang baik.
Strategi Jangka Pendek
1. Fokus pada Wilayah Tumbuh
Perusahaan pembiayaan perlu memperhatikan wilayah dengan pertumbuhan konsumsi tinggi. Ini termasuk daerah di luar Jawa yang mulai menunjukkan potensi pasar yang besar.
2. Pengembangan Produk Non-Otomotif
Produk pembiayaan multiguna memang masih dominan, tapi sektor lain seperti pembiayaan modal kerja, investasi usaha kecil, dan kebutuhan produktif bisa menjadi pilihan. Ini juga membantu menyeimbangkan risiko portofolio.
3. Evaluasi Risiko Kolateral
Sektor otomotif memiliki keunggulan karena kolateral yang likuid. Untuk sektor lain, perlu dilakukan pengujian berkelanjutan agar risiko NPF tetap terjaga.
Rangkuman Data Penting
| Indikator | Nilai Januari 2026 |
|---|---|
| Total Piutang Pembiayaan | Rp508,27 triliun |
| Pertumbuhan YoY | 0,78% |
| Pertumbuhan MtM | 0,35% |
| NPF Gross | 2,72% |
| NPF Net | 0,82% |
| Gearing Ratio | 2,11x |
| Proyeksi Pertumbuhan 2026 (YoY) | 6% – 8% |
Kesimpulan
Pertumbuhan multifinance yang mencapai Rp508,27 triliun per Januari 2026 menunjukkan bahwa sektor ini mulai bangkit meski masih menghadapi berbagai tantangan. Dengan proyeksi OJK yang optimistis, industri ini punya peluang besar untuk tumbuh hingga 8% di tahun 2026.
Namun, kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan perusahaan pembiayaan dalam beradaptasi dan berinovasi. Diversifikasi produk, ekspansi ke wilayah baru, dan pengelolaan risiko yang baik akan menjadi faktor penentu.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersumber dari OJK dan pantauan terhadap kondisi industri per Januari 2026. Angka dan proyeksi dapat berubah seiring perkembangan kondisi makroekonomi dan kebijakan yang berlaku.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













