PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF), atau lebih dikenal sebagai WOM Finance, menetapkan target laba bersih sebesar Rp174,80 miliar pada tahun 2026. Target ini mencerminkan optimisme manajemen terhadap kinerja keuangan perusahaan di tahun mendatang, seiring dengan upaya pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan aktivitas di sektor pembiayaan.
Target tersebut disusun berdasarkan pencapaian kinerja di tahun-tahun sebelumnya, kondisi makro ekonomi, serta potensi pertumbuhan bisnis yang masih terbuka lebar. Meski di tahun 2025 laba bersih WOM Finance tercatat turun menjadi Rp142,55 miliar dari sebelumnya Rp262,91 miliar, perusahaan tetap optimis bisa kembali menggenjot kinerja.
Kinerja Keuangan WOM Finance di Tahun 2025
Pencapaian WOM Finance di tahun lalu menunjukkan bahwa perusahaan tetap menjaga kesehatan finansial meski di tengah tekanan industri. Return on Asset (ROA) mencapai 2,41% dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,45%. Angka ini menunjukkan bahwa efisiensi pengelolaan aset dan modal masih terjaga.
Rasio Non-Performing Financing (NPF) juga menjadi indikator penting dalam menilai kualitas portofolio pembiayaan. WOM Finance mencatat NPF bruto sebesar 2,17% dan NPF net 0,95%. Artinya, risiko kredit yang ditanggung masih dalam batas wajar dan tidak mengkhawatirkan.
Pertumbuhan Pembiayaan dan Struktur Aset
Di akhir tahun 2025, WOM Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun, naik 9,35% secara year-on-year. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan pembiayaan syariah masih cukup tinggi, terutama di kalangan masyarakat yang membutuhkan pendanaan untuk kebutuhan produktif.
Total aset perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 6,08% menjadi Rp7,37 triliun. Sementara ekuitas naik 4,81% menjadi Rp1,98 triliun. Ini menunjukkan bahwa WOM Finance terus memperkuat fondasi keuangan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Strategi Pendanaan dan Permodalan
Untuk memperkuat struktur permodalan, WOM Finance melakukan penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mengamankan dana murah dan jangka panjang guna mendukung operasional serta pertumbuhan bisnis.
Selain itu, WOM Finance juga berhasil mengantongi tambahan fasilitas kredit dari perbankan sebesar Rp1,65 triliun. Dengan kombinasi pendanaan ini, WOM Finance memiliki cadangan likuiditas yang cukup untuk menopang pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.
Agenda Penting dalam RUPST dan RUPSLB
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), beberapa agenda penting dibahas. Di antaranya adalah:
- Persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
- Pengesahan penggunaan laba bersih, termasuk pembagian dividen atau penyisihan laba untuk pengembangan bisnis.
- Penunjukan akuntan publik dan kantor akuntan publik untuk tahun 2026.
- Perubahan susunan pengurus serta pembagian tugas dan wewenang anggota direksi.
- Penetapan besaran uang jasa dan tunjangan untuk Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah.
- Penetapan gaji, honorarium, dan tunjangan untuk anggota direksi selama tahun buku 2026.
- Penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan V tahun 2025.
Selain itu, dalam RUPSLB, dibahas juga beberapa poin penting seperti:
- Perubahan anggaran dasar perusahaan terkait penyesuaian klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
- Persetujuan rencana mengalihkan hak atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh piutang milik perseroan.
Tantangan dan Peluang di Depan
Meskipun WOM Finance memiliki target yang ambisius, beberapa tantangan tetap menghiasi jalan perusahaan. Salah satunya adalah keterbatasan pangsa pasar dalam industri pembiayaan syariah, terutama di segmen haji dan umrah. Namun, dengan strategi yang tepat dan pendanaan yang kuat, WOM Finance berpotensi memperluas jangkauan layanannya.
Perusahaan juga terus berinovasi dalam menghadirkan produk pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Dengan modal SDM yang kompeten dan sistem teknologi yang terus ditingkatkan, WOM Finance bisa menjadi salah satu pemain utama di industri pembiayaan syariah nasional.
Proyeksi Laba Bersih WOM Finance 2026
| Tahun | Laba Bersih (Rp) |
|---|---|
| 2024 | 262,91 miliar |
| 2025 | 142,55 miliar |
| 2026 | 174,80 miliar (target) |
Target laba bersih sebesar Rp174,80 miliar pada 2026 menunjukkan pertumbuhan positif dari pencapaian tahun 2025. Namun, angka ini masih di bawah capaian tahun 2024. Artinya, WOM Finance perlu bekerja ekstra untuk kembali ke level performa tertinggi.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makro ekonomi, regulasi, dan kebijakan internal perusahaan. Target laba bersih merupakan proyeksi dan belum tentu menjadi realisasi akhir. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi dan laporan keuangan terbaru untuk informasi lebih akurat.
WOM Finance tetap menjadi perusahaan pembiayaan syariah yang patut diperhatikan, terutama dalam menghadirkan solusi keuangan yang selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kebutuhan masyarakat modern.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.












