Tahun 2026 menjadi tahun penting bagi PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) dalam menjaga konsistensi kinerja di tengah ketidakpastian ekonomi global dan lokal. Perusahaan menargetkan premi tahun ini bisa setidaknya menyamai capaian 2025, meski tetap menjaga pendekatan yang hati-hati terhadap pertumbuhan bisnis. Target ini disusun dengan mempertimbangkan dinamika makro ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Direktur Utama YOII, Adi Wibowo Adisaputro, menyampaikan bahwa optimisme tetap ada, namun perusahaan tidak ingin terlalu agresif dalam menetapkan target. Fokus utama saat ini adalah menjaga profitabilitas tetap positif sepanjang tahun, sambil terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kinerja YOII di 2025: Tumbuh Signifikan
YOII mencatatkan pertumbuhan yang cukup menonjol sepanjang 2025. Pendapatan jasa asuransi mencapai Rp 730,70 miliar, naik 122,91% secara tahunan. Hasil jasa asuransi juga melonjak 289,87% menjadi Rp 458,72 miliar. Laba bersih perusahaan naik 18,96% menjadi Rp 20,14 miliar.
| Indikator | 2024 (Estimasi) | 2025 (Realisasi) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Jasa Asuransi | Rp 327,79 miliar | Rp 730,70 miliar | 122,91% |
| Hasil Jasa Asuransi | Rp 129,98 miliar | Rp 458,72 miliar | 289,87% |
| Laba Bersih | Rp 16,93 miliar | Rp 20,14 miliar | 18,96% |
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi YOII dalam menghadirkan produk yang sesuai dengan tren konsumen mulai membuahkan hasil. Terutama di segmen produk mikro dan gaya hidup (lifestyle) yang dinilai memiliki potensi pasar cukup besar.
1. Faktor Makro Jadi Penentu Target 2026
Ketidakpastian ekonomi global dan tekanan daya beli masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam penetapan target premi tahun ini. Adi menyebut bahwa dampaknya lebih terasa pada pola konsumsi masyarakat daripada pada biaya operasional perusahaan.
2. Perubahan Prioritas Belanja Masyarakat
Salah satu tantangan utama adalah pergeseran prioritas belanja masyarakat akibat tekanan ekonomi. Banyak konsumen lebih selektif dalam membeli produk asuransi, terutama yang tidak dianggap sebagai kebutuhan primer.
3. Strategi Produk Mikro dan Lifestyle
YOII terus mengandalkan produk-produk yang dirancang untuk segmen mikro dan gaya hidup. Produk ini dirancang fleksibel dan mudah diakses, baik sebagai pilihan tambahan (opsional) maupun yang tersemat (embedded) dalam produk lain.
4. Penguatan Channel Distribusi
Perusahaan juga terus mengembangkan channel distribusi yang sudah ada. Dengan memperluas jangkauan melalui mitra dan platform digital, YOII berharap bisa menjangkau lebih banyak konsumen tanpa mengorbankan kualitas layanan.
5. Prinsip Tanpa Paksaan dalam Penawaran
Salah satu keunggulan produk YOII adalah pendekatannya yang tidak memaksa konsumen. Produk asuransi ditawarkan sebagai solusi tambahan yang relevan, bukan sebagai kewajiban.
Fokus pada Profitabilitas
Meski target pertumbuhan premi disusun secara hati-hati, YOII tetap memastikan bahwa profitabilitas tetap menjadi prioritas. Langkah-langkah efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan terus dilakukan untuk menjaga laba tetap positif.
1. Efisiensi Operasional
YOII terus mengevaluasi struktur biaya operasional untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi. Ini termasuk otomatisasi proses dan penggunaan teknologi untuk meminimalkan intervensi manual.
2. Optimalisasi Pendapatan Non-Premi
Selain premi, perusahaan juga memperhatikan pendapatan lain seperti hasil investasi dan fee distribusi. Pendapatan ini menjadi penopang penting dalam menjaga kesehatan keuangan jangka pendek.
3. Pengelolaan Risiko yang Ketat
YOII menerapkan manajemen risiko yang ketat, terutama dalam hal klaim dan underwriting. Ini membantu mengurangi potensi kerugian dan menjaga rasio profitabilitas tetap sehat.
4. Diversifikasi Portofolio Produk
Dengan terus mengembangkan portofolio produk, YOII berusaha mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar. Ini juga membantu perusahaan tetap relevan di tengah perubahan preferensi konsumen.
5. Penguatan Digitalisasi Layanan
Perkuatan layanan digital menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Kolaborasi dengan anak usaha Telkom mempercepat transformasi digital dan mempermudah akses konsumen terhadap produk YOII.
Potensi Tantangan di Tahun 2026
Meski optimis, YOII juga menyadari bahwa sejumlah tantangan bisa muncul sepanjang tahun. Mulai dari fluktuasi nilai tukar rupiah hingga kebijakan regulasi baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1. Pelemahan Rupiah dan Dampaknya
Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya operasional, terutama untuk aset atau produk yang memiliki komponen impor. Namun, dampak ini dinilai masih terbatas karena sebagian besar bisnis YOII bersifat domestik.
2. Regulasi Baru dari OJK
YOII terus memantau perkembangan kebijakan dari OJK, terutama yang berkaitan dengan asuransi wajib bencana dan perlindungan konsumen. Perusahaan siap menyesuaikan diri jika ada regulasi baru yang diterbitkan.
3. Persaingan di Industri Asuransi Digital
Semakin banyaknya pemain di industri asuransi digital membuat persaingan semakin ketat. YOII harus terus inovatif dalam menawarkan produk dan layanan agar tetap kompetitif.
4. Perubahan Perilaku Konsumen
Perubahan perilaku konsumen akibat digitalisasi dan pandemi masih berlangsung. YOII harus terus menyesuaikan strategi pemasaran dan distribusi agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.
5. Risiko Makroekonomi Global
Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global bisa berdampak pada kinerja sektor asuransi. YOII terus memantau perkembangan ini untuk mengantisipasi risiko yang mungkin muncul.
Kesimpulan
Target premi YOII untuk 2026 memang tidak terlalu agresif, namun realistis. Fokus pada profitabilitas, penguatan produk mikro dan lifestyle, serta digitalisasi layanan menjadi pilar utama dalam menjaga kinerja perusahaan. Dengan strategi yang tepat, YOII punya peluang besar untuk tetap tumbuh meski di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Disclaimer: Data dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga April 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













