Bank Mandiri mencatat pencapaian signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir 2025. Total penyaluran mencapai Rp 40,99 triliun, dengan fokus utama pada sektor produksi. Angka ini menunjukkan komitmen bank BUMN tersebut dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Salah satu target strategis Bank Mandiri dalam program KUR adalah menyalurkan dana sebesar Rp 7,35 triliun hingga Februari 2026. Dana ini akan disalurkan secara bertahap dengan pengawasan ketat untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku usaha rakyat.
Penyaluran KUR: Langkah Strategis Bank Mandiri
Penyaluran KUR bukan hanya soal angka. Ada strategi matang di balik pencapaian ini. Bank Mandiri memastikan bahwa dana yang disalurkan benar-benar sampai ke pelaku usaha yang membutuhkan. Fokus pada sektor produksi menjadi pilihan karena sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
1. Identifikasi Sektor Prioritas
Bank Mandiri tidak menyalurkan KUR secara acak. Ada sektor-sektor yang dijadikan prioritas, terutama yang bergerak di bidang produksi. Ini mencakup industri kecil seperti makanan dan minuman, tekstil, kerajinan, serta manufaktur skala kecil.
2. Kolaborasi dengan Pemerintah dan KUR Provider
Kemitraan dengan berbagai lembaga keuangan dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan program ini. Bank Mandiri bekerja sama dengan LPK, Lembaga Penjamin Kredit, serta berbagai mitra strategis lainnya untuk mempercepat proses penyaluran.
3. Digitalisasi Proses Pengajuan
Untuk mempercepat layanan, Bank Mandiri terus mengembangkan sistem digital. Pengajuan KUR kini bisa dilakukan secara online, meminimalkan waktu tunggu dan birokrasi yang rumit.
Rincian Penyaluran KUR hingga Akhir 2025
Berikut adalah rincian penyaluran KUR oleh Bank Mandiri selama periode 2025:
| Sektor | Total Penyaluran (Rp) | Persentase dari Total |
|---|---|---|
| Produksi | 25,50 triliun | 62,2% |
| Perdagangan | 9,20 triliun | 22,4% |
| Jasa | 4,80 triliun | 11,7% |
| Pertanian | 1,49 triliun | 3,6% |
| Lainnya | 0,00 triliun | 0,1% |
| Total | 40,99 triliun | 100% |
Data ini menunjukkan bahwa sektor produksi menjadi penerima terbesar dana KUR. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dan Bank Mandiri untuk mendorong industrialisasi kecil yang berkelanjutan.
Target Penyaluran hingga Februari 2026
Bank Mandiri menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 7,35 triliun dalam periode Januari hingga Februari 2026. Target ini merupakan bagian dari rencana jangka pendek untuk mendukung pertumbuhan UMKM menjelang tahun politik dan pergantian tahun fiskal.
1. Penyaluran Tahap Awal
Pada tahap awal, Bank Mandiri akan menyalurkan dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk sektor produksi dan perdagangan. Ini akan dilakukan melalui cabang-cabang strategis di wilayah Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
2. Evaluasi dan Penyesuaian
Setiap bulan, tim khusus akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas penyaluran. Jika ditemukan hambatan, penyesuaian akan dilakukan untuk memastikan target tetap tercapai.
3. Penguatan Infrastruktur Digital
Bank Mandiri terus mengembangkan infrastruktur digital untuk mendukung proses penyaluran yang lebih cepat dan transparan. Termasuk di dalamnya adalah sistem pelaporan real-time dan integrasi dengan lembaga penjamin.
Fokus pada Sektor Produksi: Alasan dan Manfaat
Mengapa sektor produksi menjadi fokus utama? Jawabannya terletak pada potensi sektor ini untuk menciptakan dampak ekonomi yang luas.
1. Meningkatkan Daya Saing Lokal
Dengan mendukung industri kecil dan menengah, Bank Mandiri membantu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
2. Mendorong Inovasi dan Kreativitas
Sektor produksi sering kali menjadi lahan subur bagi inovasi. Bantuan KUR memungkinkan pelaku usaha untuk mengembangkan produk baru dan meningkatkan kualitas produksi.
3. Menciptakan Lapangan Kerja
Produksi yang berkembang berarti lebih banyak tenaga kerja yang terserap. Ini menjadi salah satu kontribusi nyata program KUR terhadap pengurangan pengangguran.
Tantangan dalam Penyaluran KUR
Meski pencapaian Bank Mandiri sangat positif, beberapa tantangan tetap ada. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil yang memperlambat proses verifikasi calon penerima.
1. Kurangnya Literasi Keuangan
Banyak pelaku usaha kecil masih kurang memahami cara mengajukan KUR atau bagaimana memanfaatkan dana tersebut secara efektif.
2. Risiko Kredit Bermasalah
Meskipun penyaluran dilakukan dengan pengawasan ketat, risiko kredit macet tetap ada. Oleh karena itu, pendampingan pasca penyaluran menjadi sangat penting.
Tips untuk Calon Penerima KUR
Bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan KUR, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses pengajuan berjalan lancar.
1. Siapkan Dokumen dengan Lengkap
Dokumen seperti KTP, NPWP, surat keterangan usaha, dan laporan keuangan sederhana wajib disiapkan sebelum mengajukan.
2. Pilih Sektor yang Mendapat Prioritas
Mengajukan KUR untuk sektor produksi akan memberikan peluang lebih besar untuk disetujui.
3. Gunakan Platform Digital Resmi
Gunakan platform digital resmi Bank Mandiri atau mitra KUR untuk menghindari penipuan dan mempercepat proses.
Kesimpulan
Bank Mandiri terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan UMKM melalui program KUR. Dengan total penyaluran mencapai Rp 40,99 triliun di akhir 2025 dan target Rp 7,35 triliun hingga Februari 2026, langkah-langkah strategis terus diambil untuk memastikan dana tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Disclaimer: Data dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi nasional.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













