Perbankan konvensional kini semakin agresif mengembangkan layanan kredit digital. Tren ini tidak hanya didorong oleh kenyamanan nasabah, tetapi juga oleh pertumbuhan penggunaan platform digital yang terus meningkat. Sejumlah bank besar seperti Bank Mandiri, BTN, dan BCA mencatat lonjakan signifikan dalam pengajuan kredit secara online.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat yang lebih memilih layanan instan dan praktis. Terutama di kalangan milenial, kebutuhan akan proses cepat dan transparan menjadi faktor utama dalam memilih produk pembiayaan.
Bank Mandiri Dorong Kredit Digital Lewat Livin’ by Mandiri
Bank Mandiri terus memperkuat ekosistem digitalnya melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Aplikasi ini kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi harian, tetapi juga menjadi pusat layanan pembiayaan nasabah.
Dengan berbagai fitur pembiayaan yang terus dikembangkan, Livin’ berhasil mencatat pertumbuhan digital loan booking sebesar 7% secara tahunan sepanjang 2025. Angka ini mencerminkan semakin banyaknya nasabah yang memanfaatkan layanan kredit digital.
1. Fitur Power Cash dan Livin’ Auto Dorong Pertumbuhan
Salah satu fitur yang mengalami lonjakan adalah Power Cash, yang tumbuh hingga 1,2 kali lipat secara tahunan. Sementara itu, Livin’ Auto mencatat penyaluran kredit yang meningkat hingga 160 kali lipat dari semester I ke semester II 2025.
Fitur lainnya seperti Livin’ KPR juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, naik sekitar tujuh kali lipat dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan aset besar seperti kendaraan dan properti kini semakin diminati dalam format digital.
2. Proses Pengajuan Semakin Cepat dan Efisien
Bank Mandiri terus menyederhanakan proses pengajuan kredit. Untuk beberapa produk, persetujuan kredit bahkan bisa diperoleh dalam waktu yang sama atau same day approval. Ini menjadi nilai tambah besar bagi nasabah yang menginginkan solusi cepat dan efisien.
Selain itu, Bank Mandiri juga memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis seperti dealer otomotif dan pengembang properti. Dengan begitu, nasabah bisa mengakses berbagai opsi pembiayaan hanya dalam satu aplikasi.
BTN Genjot Pengajuan Kredit Digital Lewat Bale by BTN
BTN juga mencatat tren positif dalam pengajuan kredit secara digital. Platform seperti BTN Properti dan Bale by BTN menjadi andalan utama dalam menyediakan layanan kredit yang mudah diakses.
Pada Januari 2026, jumlah pengajuan kredit digital BTN mencapai hampir 4.000 aplikasi, naik lebih dari 11% secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap proses digital dalam mengajukan pembiayaan.
1. Produk Kredit yang Bisa Diajukan Secara Online
BTN menyediakan beragam produk kredit yang dapat diajukan secara digital, antara lain:
- Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan non-subsidi
- Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)
- Kredit Usaha Rakyat (KUR)
- Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK)
- Kredit Ringan dengan skema cicilan fleksibel
- Kredit Agunan Rumah (KAR)
Produk-produk ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembiayaan nasabah, baik untuk konsumsi maupun investasi.
2. Strategi BTN Dorong Pertumbuhan Kredit Digital
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BTN menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya:
- Menyempurnakan pengalaman pengguna (user experience)
- Mempercepat proses verifikasi dan persetujuan kredit secara end-to-end
- Memberikan promosi berupa pembebasan biaya provisi dan administrasi
- Meningkatkan edukasi dan literasi digital kepada masyarakat
Dengan strategi ini, BTN menargetkan total pengajuan kredit digital mencapai lebih dari 60.000 aplikasi sepanjang 2026, naik sekitar 25% dari tahun sebelumnya.
BCA Optimalkan Layanan Kredit Digital Melalui myBCA
Bank Central Asia (BCA) juga tidak ingin ketinggalan dalam mempercepat transformasi digital. Nasabah bisa mengajukan berbagai jenis kredit melalui aplikasi myBCA, termasuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kartu Kredit BCA, hingga Paylater BCA.
Salah satu keunggulan BCA adalah kemudahan pengajuan KPR secara digital. Hal ini turut berkontribusi pada pertumbuhan total kredit BCA yang mencapai 6,26% menjadi Rp 948,96 triliun pada Januari 2026.
1. Kredit Digital Dorong Pertumbuhan Total Kredit BCA
BCA menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Likuiditas yang memadai dan prospek perekonomian yang positif menjadi fondasi dalam menjaga konsistensi pertumbuhan kredit.
2. Fokus pada Kebutuhan Nasabah di Era Digital
BCA senantiasa mengoptimalkan berbagai channel dalam penyaluran kredit, termasuk aplikasi digital. Dengan pendekatan yang mengedepankan kemudahan dan kepastian, BCA berhasil mempertahankan loyalitas nasabah sekaligus menarik pengguna baru.
Perbandingan Pertumbuhan Kredit Digital di Tiga Bank Besar
| Bank | Platform Utama | Pertumbuhan Pengajuan Kredit Digital | Fitur Unggulan |
|---|---|---|---|
| Bank Mandiri | Livin’ by Mandiri | 7% tahunan | Power Cash, Livin’ Auto, Livin’ KPR |
| BTN | Bale by BTN, BTN Properti | 11% tahunan (Jan 2026) | KPR Digital, KUR, KUMK, Kredit Ringan |
| BCA | myBCA | 6,26% pertumbuhan total kredit | KKB, Kartu Kredit, Paylater, KPR Digital |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan internal bank terkait.
Kesimpulan
Perkembangan kredit digital di sejumlah bank konvensional menunjukkan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan berbagai inovasi dan kemudahan yang ditawarkan, nasabah kini bisa mengakses pembiayaan dengan lebih cepat, transparan, dan praktis.
Tren ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin luasnya adopsi teknologi digital di kalangan masyarakat. Terutama di kalangan milenial, layanan digital menjadi faktor penentu dalam memilih produk perbankan.
Bank-bank besar seperti Mandiri, BTN, dan BCA terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah di era digital. Dengan strategi yang tepat dan dukungan teknologi yang kuat, kredit digital akan menjadi pilar utama dalam pertumbuhan bisnis perbankan ke depan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













