PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) baru saja mengumumkan keputusan penting dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar awal April 2026. Salah satu hasil utama dari RUPST tersebut adalah persetujuan pembagian dividen tunai sebesar Rp 772,4 miliar. Angka ini setara dengan 50% dari laba bersih yang dicatat perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Pembayaran dividen direncanakan akan dilakukan pada 30 April 2026 mendatang. Selain itu, sekitar 1% dari laba bersih juga dialokasikan sebagai dana cadangan umum sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sisanya akan dicatat sebagai laba ditahan yang bisa digunakan untuk pengembangan bisnis ke depan.
Perubahan di Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi
Selain pembagian dividen, RUPST juga memutuskan beberapa pergantian penting dalam struktur kepemilikan dan manajemen perusahaan. Dua nama besar yang berakhir masa jabatannya adalah Daisuke Ejima sebagai Komisaris Utama dan Honggo Widjojo Kangmasto sebagai Komisaris Adira Finance. Keduanya merupakan bagian dari manajemen PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang juga telah berakhir masa tugasnya.
Sebagai gantinya, Nobuya Kawasaki resmi diangkat sebagai Komisaris Utama baru, sementara Theresia Adriana Widjaja menjadi Komisaris. Pengangkatan ini akan efektif setelah mendapat lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penilaian kemampuan dan kepantasan.
1. Susunan Dewan Komisaris Adira Finance Terbaru
- Komisaris Utama: Nobuya Kawasaki
- Komisaris Independen: Krisna Wijaya
- Komisaris Independen: Manggi Taruna Habir
- Komisaris: Congsin Congcar
- Komisaris: Theresia Adriana Widjaja
2. Susunan Dewan Direksi Adira Finance Terbaru
- Direktur Utama: I Dewa Made Susila
- Wakil Direktur Utama: Swandajani Gunadi
- Wakil Direktur Utama: Niko Kurniawan Bonggowarsito
- Direktur: Denny Riza Farib
- Direktur: Sigit Hendra Gunawan
- Direktur: Sylvanus Gani K. Mendrofa
- Direktur: Ricky Gunawan
- Direktur: Takanori Mizuno
Perubahan ini menunjukkan bahwa Adira Finance tengah melakukan penyegaran struktur tata kelola perusahaan. Langkah ini biasanya diambil untuk memastikan bahwa visi dan strategi bisnis bisa terus berjalan optimal di tengah dinamika industri pembiayaan yang terus berkembang.
Rincian Dividen dan Kinerja Keuangan Adira Finance
Dalam laporan keuangan tahun 2025, Adira Finance mencatatkan laba bersih yang cukup mengesankan. Dari laba tersebut, perusahaan memilih untuk membagikan separuhnya kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen tunai. Pembayaran ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap loyalitas investor yang telah mendukung perjalanan bisnis perusahaan selama ini.
| Rincian | Nilai |
|---|---|
| Laba Bersih 2025 | Rp 1,5448 Triliun |
| Dividen yang Disetujui | Rp 772,4 Miliar (50% dari laba bersih) |
| Dana Cadangan Umum | 1% dari laba bersih |
| Tanggal Pembayaran Dividen | 30 April 2026 |
Angka ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan Adira Finance tetap solid meskipun menghadapi berbagai tantangan makroekonomi, termasuk fluktuasi harga komoditas dan tekanan pada sektor pembiayaan kendaraan.
Strategi Bisnis Adira Finance di Tengah Dinamika Pasar
Dalam beberapa tahun terakhir, Adira Finance terus mengembangkan portofolio bisnisnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah akuisisi Arthaasia Finance. Akuisisi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kapasitas pembiayaan, khususnya di segmen kendaraan listrik dan alat berat.
Perusahaan juga terus memperkuat kehadiran di sektor pembiayaan kendaraan listrik. Di tahun 2025 lalu, total pembiayaan untuk kendaraan listrik mencapai Rp 750 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan mulai meningkat, dan Adira Finance siap memenuhi kebutuhan tersebut.
Selain itu, pembiayaan alat berat juga menjadi fokus utama. Di Februari 2026, total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 8 triliun. Ini menunjukkan bahwa sektor infrastruktur dan pertambangan masih menjadi penopang utama pertumbuhan bisnis Adira Finance.
Faktor yang Mendorong Kenaikan Permintaan Kendaraan Listrik
Beberapa faktor internal dan eksternal turut mendorong peningkatan permintaan kendaraan listrik di pasar Indonesia. Di antaranya adalah kebijakan pemerintah yang mendorong transisi energi, insentif pajak, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
Adira Finance sendiri optimistis bahwa tren ini akan terus berlanjut. Perusahaan terus mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern yang lebih peduli terhadap dampak lingkungan.
Prospek Pembiayaan Alat Berat Masih Cerah
Meski menghadapi berbagai ketidakpastian global, prospek pembiayaan alat berat di Indonesia masih terlihat cerah. Permintaan dari sektor infrastruktur dan pertambangan terus tinggi, terutama di wilayah-wilayah yang sedang mengembangkan proyek-proyek besar.
Adira Finance optimistis bahwa sektor ini akan terus menjadi kontributor penting terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan di masa depan. Apalagi dengan adanya dukungan dari pemerintah yang terus mendorong pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok negeri.
Disclaimer
Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat sesuai dengan pengumuman resmi dari Adira Finance per tanggal 7 April 2026. Nilai dividen, tanggal pembayaran, serta susunan dewan komisaris dan direksi bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku. Pembaca disarankan untuk selalu memeriksa sumber resmi untuk informasi terbaru.
Investasi di pasar modal memiliki risiko. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, pastikan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













