SeaBank mencatat pencapaian mengesankan di tahun 2025. Laba bersih bank digital ini mencapai Rp 678,4 miliar, naik 79% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 378,8 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa SeaBank berhasil mempertahankan tren positif selama empat tahun berturut-turut.
Peningkatan laba ini tidak datang begitu saja. SeaBank menjalankan strategi bisnis yang tepat sasaran, terutama di tengah persaingan ketat industri perbankan digital. Fokus pada layanan digital yang relevan dan pengalaman pengguna yang baik menjadi kunci utama kesuksesan mereka.
Kinerja Keuangan SeaBank di Tahun 2025
Pertumbuhan laba SeaBank tidak hanya terlihat dari sisi profitabilitas semata. Fundamental bank ini juga mengalami peningkatan di berbagai aspek penting. Total aset SeaBank mencapai Rp 44,4 triliun, naik 28,5% secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh menjadi Rp 34,8 triliun, atau naik 23,4% dibanding tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit mencatatkan angka Rp 32,1 triliun, tumbuh 43,4% secara tahunan. Meski begitu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 1,82%. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit tidak mengorbankan kualitas portofolio pinjaman.
1. Rasio Kecukupan Modal (CAR)
Rasio kecukupan modal SeaBank berada di level 23,3%, turun dari 30,8% di tahun sebelumnya. Meski mengalami penurunan, angka ini masih jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.
2. Profitabilitas
SeaBank mencatatkan return on assets (ROA) sebesar 2,3%, naik dari 1,55% di tahun sebelumnya. Sementara return on equity (ROE) mencapai 11,5%, jauh meningkat dari 6,93% pada 2024. Ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal dan aset dalam menghasilkan laba.
Pertumbuhan Nasabah dan Aktivitas Transaksi
Jumlah nasabah SeaBank terus meningkat pesat. Hingga akhir 2025, jumlah nasabah telah menembus 28 juta. Angka ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa layanan digital SeaBank diterima luas oleh masyarakat.
Aktivitas transaksi juga semakin tinggi. Rata-rata transaksi harian mencapai lebih dari 12 juta transaksi. Nilai perputaran dana mencapai lebih dari Rp 5 triliun per hari pada Desember 2025. Ini menunjukkan bahwa SeaBank bukan hanya banyak digunakan, tapi juga aktif digunakan setiap hari.
3. Peluncuran Kartu Debit
Sebagai langkah strategis, SeaBank berencana meluncurkan kartu debit pada tahun ini. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang ingin memiliki opsi transaksi fisik, terutama di merchant offline.
4. Literasi Keuangan Melalui UMKM Pintar
SeaBank juga aktif dalam mendorong literasi keuangan. Pada November 2025, bank ini meluncurkan platform digital UMKM Pintar bekerja sama dengan Women’s World Banking. Platform ini menyediakan akses pembelajaran gratis untuk pelaku usaha kecil, mulai dari pengelolaan keuangan hingga pemasaran digital.
Perbandingan Kinerja SeaBank dengan Bank Lain di 2025
Untuk memberikan gambaran yang lebih luas, berikut adalah perbandingan kinerja SeaBank dengan beberapa bank lain di tahun 2025:
| Bank | Laba Bersih 2025 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| SeaBank | Rp 678,4 miliar | 79% |
| BTPN Syariah | Rp 1,2 triliun | 13% |
| CIMB Niaga | Rp 33,9 triliun | – |
| Bank Muamalat | – | 47,5% (Laba Sebelum Pajak) |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa SeaBank mencatatkan pertumbuhan laba bersih tertinggi di antara bank-bank yang disebutkan. Ini menunjukkan bahwa bank digital ini memiliki strategi yang tepat untuk menembus pasar dan mempertahankan loyalitas nasabah.
Strategi SeaBank Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Peningkatan jumlah nasabah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan SeaBank. Namun, bank ini tidak hanya berfokus pada akuisisi nasabah. Inovasi layanan dan pengalaman pengguna juga menjadi fokus utama.
Direktur Utama SeaBank, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital SeaBank terus meningkat. Ini tercermin dari semakin tingginya frekuensi penggunaan aplikasi dan nilai transaksi yang terus bertambah.
5. Fokus pada Inovasi Digital
SeaBank terus mengembangkan fitur-fitur baru yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Salah satunya adalah rencana peluncuran kartu debit yang diharapkan bisa memperluas jangkauan penggunaan layanan SeaBank di dunia nyata.
6. Penguatan Ekosistem UMKM
Dengan platform UMKM Pintar, SeaBank tidak hanya menjadi penyedia layanan perbankan. Bank ini juga berperan sebagai pendamping pelaku usaha kecil dalam mengelola keuangan dan mengembangkan bisnis mereka.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meski pencapaian SeaBank di tahun 2025 sangat positif, tantangan di depan tetap ada. Persaingan di industri fintech dan perbankan digital semakin ketat. Banyak pemain baru dengan inovasi menarik terus bermunculan.
Namun, dengan basis nasabah yang solid dan pertumbuhan transaksi yang tinggi, SeaBank memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang. Fokus pada layanan yang user-friendly dan solusi keuangan yang praktis akan menjadi modal utama bank ini ke depan.
7. Perluasan Layanan
SeaBank berencana terus memperluas layanan, baik secara digital maupun fisik. Peluncuran kartu debit adalah langkah awal untuk memperkuat kehadiran di dunia nyata. Di masa depan, bisa saja ada layanan cabang atau kerja sama dengan merchant untuk meningkatkan aksesibilitas.
8. Penguatan Literasi Keuangan
Program seperti UMKM Pintar akan terus dikembangkan. Tujuannya agar lebih banyak pelaku usaha kecil bisa mengelola keuangan dengan lebih baik dan memanfaatkan layanan perbankan secara optimal.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat simulatif dan didasarkan pada informasi yang tersedia hingga tahun 2025. Angka-angka dan pencapaian yang disebutkan dapat berubah seiring waktu dan kebijakan perusahaan. Pembaca disarankan untuk merujuk pada laporan resmi SeaBank untuk informasi terkini.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













