Permintaan kendaraan listrik di Tanah Air mulai menunjukkan tren positif. Salah satu pemicunya adalah pasokan BBM yang terbatas akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi ini membuat banyak orang mulai mempertimbangkan alternatif kendaraan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat adanya potensi pergeseran minat masyarakat ke kendaraan listrik. Meski begitu, perusahaan tetap menjaga pendekatan yang hati-hati dalam menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik, terutama di segmen menengah ke bawah yang lebih sensitif terhadap fluktuasi ekonomi.
Faktor-Faktor yang Mendorong Minat pada Kendaraan Listrik
1. Keterbatasan Pasokan BBM Akibat Konflik Timur Tengah
Ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak pada stabilitas harga minyak dunia. Kondisi ini memicu kenaikan harga BBM secara global, termasuk di Indonesia. Masyarakat pun mulai mencari alternatif kendaraan yang tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil.
2. Efisiensi Biaya Operasional Kendaraan Listrik
Salah satu daya tarik utama kendaraan listrik adalah biaya operasional yang lebih rendah. Dari segi energi, listrik jauh lebih murah dibandingkan BBM. Selain itu, biaya perawatan kendaraan listrik juga cenderung lebih kecil karena komponen mesinnya lebih sedikit.
3. Insentif Pajak yang Lebih Ringan
Pemerintah memberikan insentif berupa pengurangan pajak untuk kendaraan listrik. Hal ini membuat harga beli kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau. Banyak konsumen melihat insentif ini sebagai bagian dari keuntungan jangka panjang.
4. Kesadaran Masyarakat terhadap Keberlanjutan Lingkungan
Semakin banyak orang peduli terhadap isu lingkungan. Kendaraan listrik dipandang sebagai solusi untuk mengurangi emisi karbon. Minat ini terutama tinggi di kalangan generasi muda dan masyarakat urban yang lebih sadar akan dampak lingkungan.
Strategi Adira Finance dalam Menghadapi Tren Ini
1. Menyediakan Program Promosi Menarik
Adira Finance menghadirkan berbagai program promosi untuk menarik minat konsumen. Mulai dari bunga rendah hingga cashback, semua dirancang agar kendaraan listrik lebih mudah dijangkau.
2. Memperluas Kerja Sama dengan Produsen Kendaraan Listrik
Perusahaan terus menjalin kerja sama dengan berbagai merek kendaraan listrik, termasuk produsen lokal dan pemain baru. Tujuannya agar pilihan kendaraan yang tersedia lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
3. Menyusun Solusi Pembiayaan yang Fleksibel
Adira Finance menawarkan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan profil risiko dan kemampuan bayar konsumen. Ini penting agar kendaraan listrik bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, bukan hanya segmen premium.
Tantangan dan Risiko dalam Pembiayaan Kendaraan Listrik
1. Sensitivitas Ekonomi di Segmen Menengah ke Bawah
Permintaan kendaraan listrik di segmen menengah ke bawah masih rentan terhadap gejolak ekonomi. Kondisi ini membuat Adira Finance harus lebih selektif dalam menyalurkan kredit agar risiko macet tetap terkendali.
2. Ketidakpastian Nilai Jual di Pasar Bekas
Nilai jual kendaraan listrik di pasar bekas masih belum stabil. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam proses underwriting. Adira Finance menerapkan prinsip kehati-hatian dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap calon debitur.
3. Kebutuhan Strategi Collection yang Efektif
Untuk mengurangi risiko kredit bermasalah, Adira Finance memastikan bahwa aktivitas penagihan dilakukan secara efektif dan profesional. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
Perbandingan Biaya Kendaraan Listrik vs Konvensional (Per Tahun)
| Aspek | Kendaraan Listrik | Kendaraan Konvensional |
|---|---|---|
| Biaya BBM/Listrik | Rp 1,5 juta | Rp 6 juta |
| Biaya Servis Rata-rata | Rp 1 juta | Rp 1,5 juta |
| Pajak Tahunan | Diskon 50% | Penuh |
| Depresiasi Nilai | 15% per tahun | 20% per tahun |
Catatan: Data di atas merupakan estimasi dan dapat berubah tergantung merek dan model kendaraan.
Target dan Capaian Adira Finance
Pada Februari 2026, total pembiayaan kendaraan listrik yang disalurkan Adira Finance mencapai Rp 100 miliar. Angka ini terus meningkat seiring dengan strategi yang dijalankan perusahaan sepanjang tahun ini.
Dengan berbagai faktor yang mendorong permintaan kendaraan listrik, Adira Finance optimis tren ini akan terus berlanjut. Namun, perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko.
Kesimpulan
Permintaan kendaraan listrik di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan BBM hingga kesadaran lingkungan. Adira Finance melihat peluang ini sebagai momentum untuk memperluas portofolio pembiayaan kendaraan listrik. Namun, pendekatan yang diambil tetap berhati-hati agar risiko tetap terjaga.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan yang berlaku.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













