Tensi antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas. Sentimen geopolitik yang tinggi akhirnya mulai berdampak pada pasar modal Tanah Air. Salah satu efek langsungnya terlihat dari lonjakan transaksi saham di Kiwoom Sekuritas Indonesia. Pasca serangan ke Iran pada akhir pekan lalu, transaksi harian melonjak hingga 170%. Angka itu jelas-jelas mencerminkan gejolak investor yang bereaksi terhadap ketidakpastian global.
Lonjakan transaksi ini terjadi dalam waktu singkat. Tepatnya pada 2 Maret, volume transaksi mencapai sekitar Rp 22.000 per transaksi. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyebut fenomena ini sebagai efek dari "shock trading day". Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global menjadi pemicu utama. Investor langsung bereaksi dengan meningkatkan aktivitas jual beli saham.
Lonjakan Transaksi Saham Pasca-Ketegangan Geopolitik
Reaksi pasar ini tidak hanya terjadi dalam hitungan hari. Bahkan dalam sepekan setelah insiden pertama, rata-rata transaksi harian naik 17,8% secara mingguan. Ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran dan AS tidak hanya menciptakan gejolak jangka pendek, tapi juga memengaruhi pola investasi jangka menengah.
Investor mulai menyesuaikan portofolio mereka. Ada yang memindahkan alokasi ke instrumen yang dianggap lebih aman. Ada juga yang justru melihat peluang di tengah volatilitas. Yang jelas, aktivitas trading meningkat tajam. Bagi perusahaan sekuritas seperti Kiwoom, lonjakan ini bisa menjadi peluang pendapatan tambahan dari income fee.
1. Peningkatan Volume Transaksi Harian
- Hari: 2 Maret 2026
- Volume transaksi: meningkat 170%
- Rata-rata nilai per transaksi: Rp 22.000
2. Rata-Rata Transaksi Mingguan Naik
- Periode: 1 pekan pasca serangan
- Kenaikan: 17,8%
- Pola: investor menyesuaikan portofolio
Namun, Kiwoom tidak hanya memanfaatkan lonjakan transaksi. Mereka juga melakukan monitoring ketat terhadap aktivitas pembelian kredit. Ini penting untuk menjaga kesehatan operasional dan mencegah risiko kredit macet di tengah gejolak pasar.
Strategi Kiwoom Sekuritas Menghadapi Gejolak Global
Di tengah ketidakpastian, edukasi investor menjadi fokus utama. Kiwoom berupaya memberikan panduan dan analisis terkait dampak geopolitik terhadap pasar. Tujuannya agar investor tidak hanya bereaksi emosional, tapi juga bisa membuat keputusan yang terinformasi.
3. Edukasi Investor
- Penyediaan analisis dampak geopolitik
- Panduan strategi investasi jangka pendek
- Monitoring risiko kredit dan margin
4. Optimasi Pendapatan
- Peningkatan income fee dari transaksi
- Pengelolaan margin secara terukur
- Fokus pada trading engagement yang berkelanjutan
Langkah ini tidak hanya menjaga reputasi perusahaan, tapi juga memperkuat loyalitas nasabah. Investor merasa didampingi, bukan dibiarkan terjebak dalam gejolak pasar.
Proyeksi Pasar dan Dampak ke Depan
Menurut Audi, sentimen geopolitik masih akan menjadi pendorong utama pergerakan pasar ke depan. Terutama yang berkaitan dengan pasokan energi global. Jika ketegangan terus berlanjut, volatilitas bisa bertahan lebih lama. Namun jika situasi mereda, potensi reversal atau pembalikan tren bisa terjadi.
5. Pengaruh Sentimen Geopolitik
- Fokus: pasokan energi global
- Dampak: volatilitas pasar jangka pendek
- Potensi: reversal jika ketegangan mereda
6. Support IHSG Tetap Terjaga
- Level support: Rp 7.139–Rp 7.200
- Volatilitas: masih dalam batas wajar
- Proyeksi: potensi penguatan jika sentimen membaik
Dengan support kuat di level tersebut, investor bisa lebih tenang. Tidak perlu panik jual, apalagi beli terjebak di harga tinggi. Yang penting adalah tetap waspada dan mengikuti perkembangan sentimen global.
Data Transaksi Saham Kiwoom Sekuritas
| Parameter | Sebelum Serangan | Pasca Serangan (2 Maret) | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Volume Transaksi Harian | 10.000 transaksi | 27.000 transaksi | 170% |
| Rata-rata Nilai Transaksi | Rp 15.000 | Rp 22.000 | 46,7% |
| Rata-rata Mingguan | 8.500 transaksi/hari | 10.000 transaksi/hari | 17,8% |
Data di atas menunjukkan bahwa dampak dari ketegangan Iran-AS terasa langsung. Investor bereaksi cepat dan signifikan. Namun, lonjakan ini tidak serta merta berarti semua investor untung. Banyak juga yang terjebak di timing yang kurang tepat.
Kesimpulan
Lonjakan transaksi saham di Kiwoom Sekuritas mencerminkan gejolak sentimen global yang semakin memanas. Ketegangan antara Iran dan AS memicu reaksi cepat dari investor pasar modal. Dari sisi bisnis, ini bisa menjadi peluang, tapi juga risiko jika tidak dikelola dengan baik.
Perusahaan sekuritas harus tetap menjaga keseimbangan antara memaksimalkan pendapatan dan menjaga keamanan nasabah. Edukasi dan monitoring menjadi kunci agar investor tidak terjebak di tengah volatilitas.
Sentimen geopolitik akan terus menjadi variabel penting dalam pergerakan pasar. Investor yang siap secara mental dan strategi, akan lebih mampu memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Maret 2026. Pergerakan pasar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi global dan kebijakan pemerintah.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













