PT Bank National Nobu Tbk (Nobu Bank) mencatatkan pencapaian finansial yang solid di tahun 2025. Laba bersih bank ini mencapai Rp481,3 miliar, naik 46,30% secara tahunan (year-over-year). Kenaikan ini menunjukkan kinerja operasional yang semakin efisien dan strategi ekspansi bisnis yang tepat sasaran.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi bisnis ritel dan pengembangan ekosistem pembayaran digital. Fokus pada layanan transaksional dan digital membantu Nobu Bank meningkatkan pendapatan berbasis transaksi, yang kini menyumbang 16,6% dari total pendapatan.
Peningkatan Aset dan Dana Pihak Ketiga
Seiring dengan pertumbuhan laba, total aset Nobu Bank juga melonjak menjadi Rp41,2 triliun, naik 23,67% secara tahunan. Peningkatan ini membuat Nobu Bank masuk dalam daftar 25 besar bank swasta nasional berdasarkan total aset.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada akhir 2025, DPK mencapai Rp28,9 triliun, tumbuh 18,76% dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan nasabah yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan dan keamanan sistem perbankan Nobu.
Kredit dan Kualitas Portofolio
Penyaluran kredit Nobu Bank mencapai Rp24,2 triliun, naik 20,07% secara tahunan. Kredit konsumer menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 56,9% dari total portofolio. Produk KPR menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit konsumer, yang tumbuh 18,23% secara tahunan.
Rasio Non-Performing Loan (NPL) Nobu Bank tercatat sangat rendah, yaitu 0,44% secara gross. Rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terhadap NPL mencapai 222%, menunjukkan bahwa bank ini memiliki buffer yang kuat untuk mengantisipasi risiko kredit.
Kinerja Keuangan dan Likuiditas
Nobu Bank menjaga rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) pada level 22,29%, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. ROA (Return on Assets) tercatat sebesar 1,67%, sedangkan ROE (Return on Equity) mencapai 13,07%. Angka ini menunjukkan efisiensi penggunaan aset dan modal yang baik.
Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 83,68%, menunjukkan bahwa likuiditas bank dalam batas yang sehat. Kombinasi antara pertumbuhan kredit yang sehat dan likuiditas yang terjaga menjadi fondasi kuat bagi kinerja berkelanjutan Nobu Bank.
Strategi Ke Depan
Ke depan, Nobu Bank akan terus memperkuat ekosistem pembayaran digital dan memperluas jaringan merchant. Fokus juga diberikan pada pertumbuhan kredit berkualitas di sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan kuat dan berkelanjutan.
Bank ini berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, dan penguatan sumber pendapatan berbasis transaksi. Dengan strategi yang tepat, Nobu Bank siap menghadapi tantangan dan peluang di tahun-tahun mendatang.
Perbandingan Kinerja Keuangan Nobu Bank Tahun 2024 dan 2025
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp329,1 miliar | Rp481,3 miliar | 46,30% |
| Total Aset | Rp33,3 triliun | Rp41,2 triliun | 23,67% |
| Dana Pihak Ketiga | Rp24,3 triliun | Rp28,9 triliun | 18,76% |
| Penyaluran Kredit | Rp20,1 triliun | Rp24,2 triliun | 20,07% |
| CAR | 21,35% | 22,29% | – |
| ROA | 1,45% | 1,67% | – |
| ROE | 11,25% | 13,07% | – |
Tips Membaca Laporan Keuangan Bank
-
Pantau Laba Bersih
Laba bersih menunjukkan seberapa efisien bank mengelola pendapatan dan biaya. Kenaikan laba bersih menandakan kinerja operasional yang baik. -
Perhatikan Rasio Kredit
Rasio NPL dan CKPN memberikan gambaran tentang kualitas portofolio kredit bank. Semakin rendah NPL, semakin baik. -
Cek Likuiditas
LDR yang sehat menunjukkan bahwa bank mampu menjaga keseimbangan antara penyaluran kredit dan dana yang tersedia. -
Analisis Pendapatan Non-Bunga
Pendapatan berbasis transaksi seperti fee-based income menjadi indikator penting dalam era digital banking. -
Evaluasi Efisiensi Operasional
Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) bisa memberikan gambaran efisiensi bank dalam menjalankan bisnisnya.
Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat referensial dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan regulasi yang berlaku. Informasi sebelumnya juga bisa berbeda akibat restatemen atau koreksi laporan keuangan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













