Finansial

Realisasi Kredit Perumahan BTN Capai Rp 2,17 Triliun Hingga Maret 2026

Danang Ismail
×

Realisasi Kredit Perumahan BTN Capai Rp 2,17 Triliun Hingga Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Realisasi Kredit Perumahan BTN Capai Rp 2,17 Triliun Hingga Maret 2026

Hingga Maret 2026, PT Negara (BTN) mencatat realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp 2,17 triliun. tersebut disalurkan kepada lebih dari 3.291 debitur, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Angka ini menunjukkan komitmen BTN dalam mendukung ekosistem perumahan nasional, sekaligus memperkuat perannya di luar skema KPR konvensional.

Penyaluran dari sisi pasokan atau supply mencapai Rp 1,47 triliun untuk 399 debitur. Skema ini difokuskan pada pembiayaan pengembang, kontraktor, dan penyedia bahan bangunan. Sementara dari sisi permintaan atau demand, BTN menyalurkan sekitar Rp 700 miliar kepada 2.892 debitur. Dana ini digunakan untuk pembelian, pembangunan, hingga renovasi rumah.

Peran BTN dalam Memperkuat Ekosistem Perumahan

BTN tidak hanya berperan sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga aktif membangun ekosistem perumahan yang lebih terintegrasi. Salah satu langkah strategisnya adalah pengembangan platform bernama Bale . Platform ini menyediakan layanan lengkap dari pencarian hunian hingga proses pengajuan KPR secara digital.

1. Peluncuran Bale Properti

Bale Properti menjadi bagian penting dari strategi digitalisasi BTN. Platform ini memungkinkan calon pembeli rumah untuk mencari properti, membandingkan harga, dan mengajukan KPR secara online dalam satu sistem terpadu.

2. Efisiensi Waktu Pengajuan

Dengan Bale Properti, waktu pemrosesan KPR rata-rata hanya 3 hari. Angka ini jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang bisa memakan waktu hingga beberapa minggu. Efisiensi ini membuat masyarakat lebih mudah mengakses pembiayaan perumahan.

3. Jaringan Mitra yang Luas

Hingga Maret 2026, BTN telah menjalin kerja sama dengan 426 mitra pengembang dan agen properti. Platform ini juga telah memfasilitasi lebih dari 521 listing properti yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai Pendukung Ekonomi Mikro

Selain fokus pada sektor perumahan, BTN juga aktif menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Maret 2026, total penyaluran KUR mencapai Rp 2,72 triliun. Komposisinya terdiri dari KUR kecil sebesar Rp 2,04 triliun (75%) dan KUR mikro sebesar Rp 687 miliar (25%).

1. Sektor Penerima KUR Terbesar

Penyaluran KUR didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 59,22%. Diikuti oleh sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 12,36%, serta konstruksi sebesar 10,08%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar KUR disalurkan untuk mendukung usaha kecil dan menengah di bidang pelayanan dan distribusi.

2. Program Naik Kelas

BTN mencatat ada 4.719 debitur yang mengalami peningkatan kapasitas usaha melalui program KUR naik kelas. Ini termasuk transisi dari KUR mikro ke KUR kecil dan peningkatan plafon pembiayaan. Program ini menjadi salah satu upaya BTN dalam mendorong inklusi ekonomi berbasis .

Inovasi Berkelanjutan dari BTN

BTN terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga pada dampak dan lingkungan. Salah satunya adalah program pembayaran angsuran KPR berbasis pengelolaan sampah.

1. Program KPR Berbasis Sampah

Program ini memungkinkan nasabah untuk membayar angsuran KPR dengan hasil dari pengelolaan sampah. Selain membantu kelancaran pembayaran, program ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

2. BTN Housingpreneur

BTN juga mengembangkan program BTN Housingpreneur yang bertujuan memperkuat ekosistem dari sisi pasokan. Program ini difokuskan pada pengembang perumahan berskala kecil dan menengah. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem perumahan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Perbandingan Realisasi Kredit BTN (Hingga Maret 2026)

Jenis Kredit Total Penyaluran Jumlah Debitur Fokus Penggunaan
Kredit Program Perumahan (Supply) Rp 1,47 triliun 399 debitur Pembiayaan pengembang, kontraktor, penyedia bahan bangunan
Kredit Program Perumahan (Demand) Rp 700 miliar 2.892 debitur Pembelian, pembangunan, renovasi rumah
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 2,72 triliun ± 10.000 debitur* Modal usaha UMKM di berbagai sektor

*Estimasi berdasarkan rata-rata plafon per debitur

Strategi Beyond Mortgage BTN

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa bank ini kini tidak hanya berfokus pada pembiayaan KPR semata. mengarah pada pendekatan yang lebih luas, yaitu beyond mortgage. Pendekatan ini mencakup berbagai layanan digital dan program berkelanjutan yang mendukung kehidupan nasabah secara menyeluruh.

1. Fokus pada Layanan Terintegrasi

BTN menghadirkan layanan terintegrasi melalui Bale Properti. Ini bukan sekadar platform pencarian rumah, tetapi juga alat untuk mengajukan KPR, memantau status pengajuan, hingga mengelola pembayaran.

2. Peningkatan Aksesibilitas Digital

Dengan rata-rata 780 pengajuan KPR online per bulan, BTN menunjukkan bahwa masyarakat semakin menggunakan layanan digital. Ini menjadi indikator kuat bahwa transformasi digital BTN berjalan dengan baik.

3. Kolaborasi dengan Stakeholder

BTN tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pengembang, agen properti, dan institusi terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan program-programnya. Ini menciptakan sinergi yang memperkuat seluruh rantai nilai dalam ekosistem perumahan.

Disclaimer

Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi BTN hingga Maret 2026. Realisasi kredit dan program lainnya dapat berubah seiring waktu dan kebijakan yang berlaku. Pembaca disarankan untuk menghubungi BTN secara langsung untuk informasi terkini.


BTN terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembiayaan perumahan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program inovatif. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, bank ini tidak hanya menjadi mitra finansial, tetapi juga bagian dari pembangunan perumahan nasional.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.