Saham big banks kembali menunjukkan pergerakan yang kurang menggembirakan jelang libur Lebaran 2026. Dari empat saham bank besar yang biasa menjadi andalan investor, hanya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mampu menutup perdagangan dengan catatan positif. Sementara itu, tiga saham lainnya justru melemah, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai yang paling terpuruk.
Pergerakan ini terjadi di tengah situasi pasar yang cukup fluktuatif menjelang momentum lebaran. Investor tampaknya masih menahan diri sambil menunggu isyarat kuat dari kinerja sektor perbankan serta kebijakan makro ekonomi yang relevan. Meski demikian, ada sejumlah faktor yang bisa jadi pemicu perubahan arah di pekan-pekan mendatang.
Kondisi Saham Big Banks Saat Ini
- BBNI Jadi Satu-Satunya yang Menguat
Saham BBNI berhasil menutup di level Rp 4.320 per saham, naik 1,89% dibanding akhir pekan lalu. Pencapaian ini menjadikannya sebagai satu-satunya big bank yang mencatatkan kenaikan di tengah tekanan pasar yang sedang terjadi. Kenaikan ini didukung oleh optimisme terhadap rencana buyback yang telah disetujui dalam RUPST terbaru.
- BBCA Alami Penurunan Paling Dalam
BBCA tercatat turun 1,82% ke level Rp 6.750 per saham. Bank ini sempat mencoba memperbaiki posisi di akhir perdagangan namun belum cukup untuk mengubah arah tren negatifnya. Meski begitu, beberapa analis masih melihat potensi kenaikan jangka menengah, terutama jika buyback segera dieksekusi.
- BMRI dan BBRI Ikut Melemah
Saham BMRI turun 1,05% ke level Rp 4.700 per saham, sedangkan BBRI turun 0,85% ke Rp 3.480 per saham. Keduanya sempat mengalami tekanan lebih besar di awal sesi, namun berhasil pulih sedikit menjelang penutupan.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Saham Big Banks
Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Keputusan ini dinilai netral dan tidak memberikan dorongan kuat bagi sektor perbankan. Investor pun masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait arah kebijakan ke depannya.
- Momen Lebaran dan Peningkatan Konsumsi
Momen lebaran diperkirakan akan meningkatkan volume transaksi digital dan perputaran uang lewat THR. Ini menjadi salah satu katalis positif yang bisa mendorong kinerja perbankan selama libur lebaran.
- Rencana Buyback Saham
BBCA dan BBNI telah mengumumkan rencana buyback dalam RUPST terbaru. Buyback ini diproyeksikan akan meningkatkan nilai EPS (Earning Per Share) dan ROE (Return on Equity), sehingga bisa menjadi pendorong kenaikan harga saham ke depannya.
Rekomendasi Target Harga Saham Big Banks
| Emiten | Harga Penutupan (16/3/2026) | Target Harga |
|---|---|---|
| BBCA | Rp 6.750 | Rp 10.200 |
| BMRI | Rp 4.700 | Rp 7.200 |
| BBNI | Rp 4.320 | Rp 5.800 |
| BBRI | Rp 3.480 | Rp 6.000 |
Disclaimer: Target harga di atas merupakan estimasi dari analis dan dapat berubah tergantung perkembangan pasar serta kondisi makro ekonomi.
Strategi Investasi Jelang Libur Lebaran
- Jangan Panik dengan Koreksi Jangka Pendek
Pergerakan saham big banks yang cenderung melemah saat ini belum tentu mencerminkan tren jangka panjang. Koreksi bisa menjadi peluang bagi investor untuk menambah posisi saham dengan harga yang lebih kompetitif.
- Fokus pada Emiten dengan Fundamental Kuat
Bank-bank dengan rencana buyback, likuiditas tinggi, dan pertumbuhan kredit yang stabil seperti BBNI dan BBCA tetap menjadi pilihan utama. Meski saat ini belum semua menguat, prospek jangka menengahnya masih menjanjikan.
- Pantau Volume Transaksi Digital
Selama libur lebaran, volume transaksi digital biasanya meningkat tajam. Bank yang memiliki infrastruktur digital kuat dan layanan transaksi yang lancar akan lebih diuntungkan.
Perbandingan Kinerja Big Banks di Semester I-2026
| Emiten | Kenaikan/Penurunan (%) | Volume Transaksi Digital (Estimasi) | Catatan Khusus |
|---|---|---|---|
| BBNI | +1,89% | Tinggi | Buyback disetujui |
| BBCA | -1,82% | Sangat Tinggi | Target buyback belum dieksekusi |
| BMRI | -1,05% | Tinggi | Stabil namun kurang momentum |
| BBRI | -0,85% | Menengah | Perlu dorongan katalis baru |
Kesimpulan
Pergerakan saham big banks jelang libur lebaran memang belum sepenuhnya menggembirakan. Namun, dengan adanya rencana buyback, peningkatan aktivitas ekonomi selama lebaran, serta ekspektasi terhadap kinerja semester I-2026, potensi kenaikan masih terbuka. Investor disarankan untuk tetap waspada, memantau perkembangan fundamental emiten, dan tidak terjebak pada volatilitas jangka pendek.
Catatan: Data harga saham dan target analis bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













