Bisnis emas kini mulai menjadi andalan baru bagi Bank Syariah Indonesia (BSI). Sejak mendapatkan izin usaha sebagai bullion bank, BSI mencatatkan lonjakan transaksi emas yang cukup mencolok. Bahkan dalam dua bulan pertama 2026 saja, volume transaksi emas sudah menyentuh 2,7 ton. Angka ini menunjukkan betapa agresifnya BSI menggarap potensi bisnis emas sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyebut bahwa pencapaian ini sangat signifikan, terutama karena BSI masih tergolong baru di industri emas. Dibandingkan dengan pelaku lama seperti Pegadaian, BSI memang belum sebesar itu. Namun, laju pertumbuhan yang ditunjukkan bank syariah terbesar di Tanah Air ini tergolong luar biasa. Tren ini memberikan optimisme bahwa volume transaksi emas BSI bisa mencapai dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Transaksi Emas Naik Tajam, Nasabah Bertambah Signifikan
Peningkatan transaksi emas BSI tidak hanya berdampak pada volume perdagangan, tapi juga pada pertumbuhan nasabah. Sepanjang 2025, jumlah nasabah BSI bertambah sekitar 2 juta orang. Ini merupakan peningkatan tertinggi sejak bank ini terbentuk dari hasil merger tiga bank syariah pada 2021. Dari total penambahan tersebut, sekitar 500.000 nasabah berasal dari pengguna produk tabungan emas.
-
Tabungan Emas Tarik Minat Generasi Muda
Produk tabungan emas terbukti efektif menarik minat generasi muda. Porsi nasabah Gen Z dalam produk ini meningkat dari 24% pada 2024 menjadi 32% di 2025. Ini menunjukkan bahwa emas kini tidak lagi menjadi domain kalangan tua. Dengan nominal investasi kecil dan akses digital, emas semakin mudah dijangkau anak muda. -
Produk Emas Jadi Dual Engine Bisnis BSI
Anggoro menyebut bahwa BSI kini memiliki dua mesin pertumbuhan utama. Pertama, tentu saja sebagai bank syariah. Kedua, sebagai golden bank yang fokus pada bisnis emas. Dua pilar ini saling melengkapi dan memperkuat posisi BSI di pasar keuangan syariah. -
Fee Based Income Naik 25% Berkat Emas
Bisnis emas juga berkontribusi besar pada peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI). Pertumbuhan FBI BSI mencapai 25% secara tahunan, salah satunya didorong oleh transaksi emas. Ini menunjukkan bahwa diversifikasi pendapatan bank semakin berhasil.
Kinerja Keuangan BSI Tetap Solid di 2025
Selain bisnis emas, kinerja keuangan BSI secara keseluruhan juga tercatat solid. Total aset bank ini mencapai sekitar Rp 496 triliun, naik 14% secara tahunan. Pembiayaan juga tumbuh 14%, sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 16% menjadi Rp 380 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa BSI tidak hanya fokus pada emas, tapi juga terus memperkuat bisnis perbankan inti.
-
Tabungan Emas Tingkatkan Dana Simpanan
Menariknya, nasabah yang menggunakan tabungan emas cenderung tetap menempatkan dana di rekening mereka. Mereka membeli emas sebagai investasi, tapi tetap menjaga likuiditas. Bahkan, saat harga emas naik, banyak nasabah justru menambah pembelian emasnya, bukan menjual. -
Aplikasi BYOND by BSI Permudah Transaksi Emas
Untuk mendukung pertumbuhan ini, BSI mengembangkan aplikasi BYOND by BSI. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membeli, menjual, hingga menggadaikan emas secara digital. Harga emas yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai dari sekitar Rp 50.000. Ini membuka peluang bagi masyarakat dengan daya beli rendah untuk ikut berinvestasi. -
Inovasi Emas untuk Kebutuhan Transaksi Harian
Ke depan, BSI berencana mengembangkan fitur-fitur baru berbasis emas. Salah satunya adalah transfer emas dan penggunaan emas sebagai bentuk bonus karyawan. Inovasi ini diharapkan bisa memperluas fungsi emas dari sekadar investasi menjadi alat transaksi alternatif.
Tabel Perbandingan Pertumbuhan BSI dan Pelaku Lain
| Indikator | BSI (2025) | Pegadaian (2025) | Catatan |
|---|---|---|---|
| Volume Transaksi Emas | 4 ton | ± 100 ton | BSI masih baru, pertumbuhan cepat |
| Pertumbuhan Nasabah | +2 juta | ± 1,5 juta | BSI unggul dalam pertambahan nasabah |
| Fee Based Income | Naik 25% | Stabil | Emas dorong kenaikan FBI BSI |
| DPK | Rp 380 triliun | ± Rp 150 triliun | BSI lebih unggul dalam penghimpunan dana |
Strategi Ke Depan: Emas sebagai Alat Inklusi Keuangan
BSI tidak hanya melihat emas sebagai instrumen investasi, tapi juga sebagai alat inklusi keuangan. Dengan menyasar generasi muda dan menyediakan produk dengan nominal kecil, BSI berhasil membawa emas ke kalangan yang sebelumnya belum terjamah. Ini adalah bagian dari transformasi digital dan strategi pemasaran yang lebih inklusif.
-
Target Pasar Baru: Generasi Z dan Milenial
BSI sadar bahwa generasi muda memiliki gaya hidup dan pola pikir berbeda. Oleh karena itu, strategi pemasaran dan produk disesuaikan agar lebih digital, fleksibel, dan mudah diakses. Ini terbukti efektif, terlihat dari meningkatnya porsi nasabah muda. -
Penguatan Infrastruktur Digital
Aplikasi BYOND by BSI terus dikembangkan agar lebih user-friendly dan aman. Selain itu, sistem backend juga diperkuat untuk menangani volume transaksi yang terus meningkat. Ini penting agar layanan tetap optimal saat permintaan meningkat. -
Kemitraan Strategis untuk Perluas Jangkauan
BSI juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk fintech dan platform digital lainnya. Tujuannya untuk memperluas jangkauan produk emas dan menarik lebih banyak nasabah baru.
Disclaimer
Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi BSI per Maret 2026. Volume transaksi, pertumbuhan nasabah, dan kinerja keuangan bisa berubah seiring waktu dan kondisi pasar. Pembaca disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.
Bisnis emas BSI memang masih dalam tahap awal, tapi pertumbuhannya sangat menjanjikan. Dengan strategi yang tepat dan dukungan teknologi yang memadai, BSI berpotensi menjadi salah satu pemain utama di industri emas nasional. Apalagi dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap investasi alternatif, emas bisa menjadi pilar baru yang kokoh bagi pertumbuhan bank syariah ini.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













