Bansos BPNT kembali jadi sorotan di awal Maret 2026. Bukan karena penyaluran tahap baru, tapi karena sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai mendapati dana susulan di rekening KKS mereka. Dana senilai Rp600.000 itu bukan pencairan baru, melainkan pelunasan dari tahap sebelumnya yang sempat tertunda.
Sebagian penerima di berbagai wilayah melaporkan adanya penambahan saldo di rekening KKS. Meski jumlahnya tidak seragam, angka Rp600.000 kerap disebut sebagai nominal yang masuk. Penyaluran ini bukan untuk semua KPM sekaligus, tapi dilakukan secara bertahap dan terbatas.
Pencairan Susulan BPNT Tahap 1 Maret 2026
Penyaluran yang terjadi awal Maret ini merupakan bagian dari pencairan susulan untuk tahap pertama tahun 2026. Bukan bansos baru, bukan juga tahap keempat, melainkan pelunasan dari penyaluran sebelumnya yang belum tuntas.
Beberapa wilayah sudah mulai menerima dana ini sejak 5 Maret. Laporan awal menunjukkan bahwa penyaluran dilakukan melalui beberapa bank penyalur, dengan Bank BNI menjadi salah satu yang paling banyak dilaporkan.
1. Verifikasi Data Penerima
Sebelum pencairan dilakukan, Kementerian Sosial melakukan verifikasi ulang data KPM. Proses ini penting untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan menghindari kebocoran.
2. Penyesuaian Saldo di KKS
Setelah verifikasi selesai, saldo bansos BPNT mulai disalurkan ke rekening KKS penerima. Penambahan saldo ini bisa langsung terlihat di aplikasi atau mutasi rekening terkait.
3. Penyaluran Bertahap
Penyaluran tidak dilakukan sekaligus untuk semua penerima. Ini dilakukan secara bertahap untuk menghindari overload di sistem perbankan dan memastikan distribusi yang lebih rata.
Wilayah-Wilayah yang Telah Menerima Pencairan
Beberapa daerah melaporkan pencairan bansos BPNT susulan ini lebih awal. Meski belum merata, sejumlah wilayah sudah mulai merasakan dampaknya.
| No | Wilayah | Status Pencairan | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Kota Bogor | Sebagian daerah | Mayoritas via Bank BNI |
| 2 | Kabupaten Sukabumi | Terkonfirmasi | Penyaluran bertahap |
| 3 | Kota Bandung | Masih menunggu | Diperkirakan pekan depan |
| 4 | Kabupaten Ciampea | Selesai | Semua KPM telah terdata |
| 5 | Kota Depok | Proses verifikasi | Belum ada penyaluran |
Catatan: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan Kementerian Sosial.
Nominal Bansos BPNT yang Masuk
Dana yang masuk ke rekening KPM bervariasi tergantung jumlah anggota keluarga dan kebijakan daerah. Namun, sebagian besar laporan menyebutkan jumlah Rp600.000 sebagai nominal yang umum diterima.
Faktor yang Mempengaruhi Besaran Bansos
Tidak semua KPM menerima jumlah yang sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhi besaran bansos yang masuk ke rekening mereka.
1. Jumlah Anggota Keluarga
Semakin banyak anggota keluarga yang terdata dalam KKS, semakin besar porsi bantuan yang diterima.
2. Wilayah Domisili
Beberapa daerah memiliki alokasi anggaran berbeda, tergantung pada kebijakan daerah dan prioritas distribusi.
3. Status Penerima
KPM yang termasuk dalam kategori prioritas, seperti lansia atau penyandang disabilitas, bisa mendapatkan tambahan kuota bansos.
Rekening Bank Penyalur yang Digunakan
Penyaluran bansos BPNT dilakukan melalui beberapa bank penyalur. Bank yang paling banyak dilaporkan menerima penyaluran susulan ini adalah Bank BNI.
Bank-Bank Penyalur Bansos BPNT
| No | Nama Bank | Status Penyaluran |
|---|---|---|
| 1 | Bank BNI | Sudah mulai |
| 2 | Bank BRI | Proses |
| 3 | Bank Mandiri | Belum |
| 4 | BNI Syariah | Terkonfirmasi |
| 5 | Bank BTN | Menunggu |
Catatan: Status penyaluran bisa berubah sewaktu-waktu tergantung sinkronisasi data dan kebijakan bank.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Belum Menerima Bansos?
Bagi KPM yang belum menerima pencairan, ada beberapa langkah yang bisa diambil. Pertama, pastikan data diri sudah terverifikasi dan sesuai dengan data terbaru di DTKS.
1. Cek Mutasi Rekening
Pastikan tidak ada kesalahan dalam pengecekan. Kadang dana masuk tapi tidak langsung terlihat di aplikasi.
2. Hubungi Bank Penyalur
Jika mutasi tidak muncul, hubungi bank penyalur untuk memastikan apakah dana sudah masuk atau belum.
3. Laporkan ke Kantor Pos atau Dinas Sosial
Jika dana benar-benar belum masuk, laporkan ke kantor pos terdekat atau dinas sosial setempat.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu. Penyaluran bansos BPNT susulan tahap 1 Maret 2026 dilakukan secara bertahap dan belum mencakup seluruh wilayah secara merata. Data dan nominal yang disebutkan bersumber dari laporan awal penerima dan belum menjadi keputusan resmi dari Kementerian Sosial.
Pastikan untuk selalu mengecek informasi resmi dari sumber terpercaya agar tidak terjebak informasi yang tidak akurat. Bansos adalah hak penerima, dan transparansi informasi adalah kunci agar bantuan tepat sasaran.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













