PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan berkelanjutan lewat keterlibatannya dalam program Women Empowerment Journey, Crown of Impact x The 5th Motion Challenge (Mocha) Puteri Indonesia 2026. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya serius Netzme dalam mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di level masyarakat, khususnya kalangan perempuan.
Program ini bukan sekadar ajang kecantikan, tetapi juga menjadi wadah bagi para finalis untuk menyampaikan ide bisnis sosial yang berkelanjutan. Dengan 45 finalis yang terlibat, platform ini dirancang agar advokasi tidak hanya bersifat sementara, melainkan mampu menciptakan model bisnis yang dapat berjalan lama dan memberi dampak nyata.
Mendorong Advokasi yang Berkelanjutan
Netzme tidak hanya hadir sebagai sponsor, tetapi juga sebagai mitra strategis yang memberikan pendampingan serta dukungan investasi bagi inisiatif-inisiatif yang dianggap potensial. CEO Netzme, Vicky Ganda Saputra, menekankan bahwa tujuan utama dari keterlibatan perusahaan adalah mendorong para finalis agar mampu menghasilkan program advokasi yang tidak hanya bermanfaat secara sosial, tetapi juga memiliki model bisnis yang berkelanjutan.
“Kami menantang mereka agar proposal tersebut mampu memberikan dampak nyata, baik dari sisi sosial, kemanusiaan maupun dari sisi keberlanjutan bisnisnya,” ujar Vicky.
1. Kolaborasi yang Menghasilkan Dampak
Kolaborasi antara Yayasan Puteri Indonesia (YPI), Mustika Ratu Entertainment, Netzme, dan Talk Up Indonesia menjadi fondasi penting dalam mengubah paradigma advokasi. Dulu, advokasi sering kali dianggap sebagai kegiatan amal sesaat. Namun melalui program ini, fokusnya bergeser ke pembangunan ekosistem advokasi yang berkelanjutan dan berbasis bisnis.
2. Penguatan Kapasitas Finalis
Selain menyediakan platform pitching, program ini juga memberikan pelatihan komunikasi dan presentasi. Janu Saputra, Public Speaking Coach dari TalkUp.id, menekankan bahwa kekuatan ide akan sia-sia jika tidak bisa disampaikan dengan baik. Oleh karena itu, finalis dilatih untuk menyampaikan pesan mereka secara kuat dan meyakinkan.
3. Pemilihan Inisiatif Terbaik
Salah satu momen paling menonjol dalam program ini adalah pencanangan inisiatif terbaik. Cheryl Lidia Regar, perwakilan Kalimantan Timur, berhasil meraih penghargaan Best Advokasi melalui program CIRO WASTE (CIROES). Inisiatif ini berupa platform digital pengelolaan limbah yang tidak hanya inovatif, tetapi juga langsung menyentuh isu lingkungan dan ekonomi daerah.
Inisiatif Berkelanjutan dengan Dukungan Nyata
Netzme tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga komitmen nyata dalam bentuk pendampingan dan investasi. Cheryl, misalnya, akan mendapatkan dukungan penuh agar program CIROES dapat terus berkembang dan menjadi gerakan nyata di masyarakat.
1. Pendampingan Bisnis
Dukungan dari Netzme tidak hanya berupa dana, tetapi juga pendampingan teknis dan strategi bisnis. Hal ini penting agar program tidak hanya berjalan di awal, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.
2. Pemanfaatan Teknologi QRIS
Sebagai perusahaan fintech yang fokus pada solusi pembayaran digital berbasis QRIS, Netzme juga membantu finalis memanfaatkan teknologi ini dalam menjalankan program mereka. Ini termasuk edukasi penggunaan QRIS untuk transaksi digital yang efisien dan transparan.
3. Ekosistem Advokasi yang Kolaboratif
Direktur PT Mustika Ratu Tbk sekaligus Ketua Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Anjani, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem advokasi yang kolaboratif. Artinya, semua pihak—dari finalis hingga mitra—bekerja sama untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang dalam Advokasi Berkelanjutan
Meski program ini memiliki potensi besar, tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah bagaimana menjaga keberlanjutan program setelah masa kompetisi berakhir. Namun, dengan dukungan dari Netzme dan mitra lainnya, diharapkan finalis mampu mengembangkan model bisnis yang mandiri dan berkelanjutan.
1. Menjaga Relevansi Jangka Panjang
Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah kemampuan inisiatif untuk tetap relevan dalam jangka panjang. Ini membutuhkan strategi yang matang dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan sosial maupun ekonomi.
2. Peran Perempuan sebagai Agen Perubahan
Program ini juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam mendorong perubahan sosial. Dengan platform seperti ini, perempuan tidak hanya menjadi objek advokasi, tetapi juga subjek yang aktif menciptakan solusi.
3. Integrasi ESG dalam Setiap Inisiatif
Setiap proposal yang diajukan diharapkan tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial. Ini sejalan dengan prinsip ESG yang menjadi fokus utama Netzme dalam setiap langkah pengembangan bisnisnya.
Penutup
Melalui keterlibatannya dalam program Women Empowerment Journey, Netzme Kreasi Indonesia membuktikan bahwa perusahaan fintech juga bisa menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif. Dengan menggandeng para finalis Puteri Indonesia 2026, Netzme tidak hanya memperluas jangkauan program ESG-nya, tetapi juga menciptakan ekosistem advokasi yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Program seperti ini menjadi bukti bahwa advokasi tidak harus bersifat sementara. Dengan pendampingan yang tepat dan dukungan dari mitra strategis, setiap inisiatif bisa tumbuh menjadi gerakan nyata yang mengubah masyarakat.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan program dan kebijakan yang berlaku.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













