Pengguna Jago Syariah terus meningkat dan diperkirakan mencapai 2,4 juta nasabah menjelang akhir 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 16,5%, sebuah lonjakan yang mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital berbasis syariah. Tren ini sejalan dengan pertumbuhan ekosistem ekonomi halal nasional yang kian kuat.
Peningkatan jumlah pengguna tidak lepas dari kepercayaan masyarakat pada layanan yang praktis, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah. Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, menyebut bahwa aplikasi Jago Syariah tidak hanya digunakan untuk transaksi sehari-hari, tetapi juga untuk merencanakan kebutuhan ibadah secara terstruktur.
Ekonomi Halal Jadi Pendorong Utama
Pertumbuhan Jago Syariah tidak berjalan sendirian. Ekosistem ekonomi halal di Indonesia kian menunjukkan potensi besar. Indonesia bahkan konsisten menempati posisi ketiga di dunia dalam indeks ekonomi syariah global berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025.
Negara ini unggul di beberapa sektor halal seperti modest fashion, farmasi halal, dan kosmetik halal. Kontribusi sektor ini terhadap perekonomian pun signifikan. Pada kuartal III-2025, halal value chain (HVC) menyumbang 27,34% dari PDB nasional, atau setara Rp 4.832 triliun. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama di 2024 yang hanya mencapai 26,53% atau Rp 4.368 triliun.
1. Sertifikasi Halal Terus Meningkat
Salah satu indikator kuat dari pertumbuhan ekonomi halal adalah jumlah sertifikasi halal yang terus bertambah. Hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 3,32 juta sertifikat halal telah diterbitkan. Ini berarti terjadi peningkatan sekitar satu juta sertifikat dibandingkan akhir 2024. Total produk yang tersertifikasi mencapai 10,99 juta.
2. Indeks Ekonomi Syariah Capai 50,18%
Bank Indonesia mencatat indeks ekonomi syariah nasional mencapai 50,18% pada 2025. Sementara itu, tingkat literasi keuangan syariah yang diukur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai 43,42%, naik dari 39,11% di tahun sebelumnya. Namun, inklusi keuangan syariah masih rendah, baru mencapai 13,41%.
3. Tantangan dan Peluang dalam Satu Paket
Meski literasi keuangan syariah meningkat, kesenjangan antara literasi dan inklusi masih menjadi tantangan. Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, menyebut bahwa hal ini juga menjadi peluang besar bagi bank digital seperti Jago Syariah. Digitalisasi membuat layanan lebih mudah diakses dan relevan dengan gaya hidup generasi muda.
Fitur Jago Syariah yang Mendukung Perencanaan Keuangan
Jago Syariah menawarkan berbagai fitur yang mendukung perencanaan keuangan berbasis tujuan. Salah satunya adalah fitur Kantong, yang memungkinkan nasabah menyimpan dana untuk berbagai kebutuhan, termasuk ibadah. Lebih dari 40.000 nasabah telah menggunakan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah untuk merencanakan perjalanan ibadah mereka.
1. Kantong Haji dan Umrah
Fitur ini memungkinkan nasabah menyisihkan dana secara terpisah dan transparan, sesuai dengan prinsip syariah. Dengan demikian, pengguna bisa lebih disiplin dalam merencanakan keuangan ibadah mereka.
2. Goal-Based Saving
Prinsip perencanaan berbasis tujuan ini selaras dengan akad syariah yang menekankan kejelasan dan transparansi. Dana yang disimpan terkelola secara terpisah, sehingga nasabah bisa memantau perkembangan tabungan mereka secara real time.
Pola Transaksi Khas di Bulan Ramadan
Selama Ramadan tahun ini, Jago Syariah mencatat pola transaksi unik dari nasabahnya. Lebih dari 68% zakat dan sedekah dilakukan antara waktu subuh hingga dhuha. Sementara itu, 53% transaksi sedekah disalurkan untuk anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.
1. Jago Amal
Fitur ini memudahkan nasabah untuk menyalurkan sedekah secara digital. Pengguna bisa memilih tujuan donasi, termasuk untuk yatim piatu, dan melihat laporan penggunaan dana secara transparan.
2. Waktu Subuh-Dhuha Dominan
Waktu subuh hingga dhuha menjadi waktu paling aktif untuk transaksi zakat dan sedekah. Hal ini menunjukkan bahwa nasabah Jago Syariah sangat antusias menjalankan ibadah di waktu-waktu utama.
Tabel: Pertumbuhan Jago Syariah dan Ekonomi Halal (2024–2025)
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Pengguna Jago Syariah | 2,06 juta | 2,4 juta | 16,5% YoY |
| Kontribusi HVC terhadap PDB | 26,53% | 27,34% | +0,81% |
| Sertifikat Halal | 2,32 juta | 3,32 juta | +1 juta |
| Indeks Ekonomi Syariah | – | 50,18% | – |
| Literasi Keuangan Syariah | 39,11% | 43,42% | +4,31% |
| Inklusi Keuangan Syariah | – | 13,41% | – |
Kesimpulan
Pertumbuhan pengguna Jago Syariah hingga 2,4 juta nasabah pada akhir 2025 mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang sesuai dengan prinsip syariah. Dukungan dari ekosistem ekonomi halal nasional yang terus berkembang menjadi katalisator utama dalam pertumbuhan ini.
Namun, tantangan seperti kesenjangan literasi dan inklusi masih menjadi catatan penting. Bank digital seperti Jago Syariah memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan ini dengan solusi yang inovatif dan mudah diakses.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan ekonomi dan kebijakan terkini.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













