Tok! Komisi XI DPR akhirnya menyetujui lima nama calon anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026–2031. Proses fit and proper test yang dilakukan terhadap 10 calon berlangsung ketat, namun hasilnya menunjukkan bahwa kelima nama ini dinilai paling layak untuk menduduki posisi strategis di lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut.
Friderica Widyasari Dewi resmi menjadi Ketua DK OJK, sementara Hernawan Bekti Sasongko menempati posisi Wakil Ketua. Tiga nama lainnya yang lolos adalah Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, dan Adi Budiarso. Mereka akan menduduki posisi kepala eksekutif di berbagai divisi pengawasan strategis OJK.
Susunan Lengkap 5 Nama DK OJK yang Disetujui
Penunjukan ini tidak dilakukan sembarangan. DPR melalui Komisi XI menjalani proses seleksi yang ketat, termasuk uji kelayakan dan kepatutan. Hasilnya adalah lima figur yang diharapkan mampu membawa OJK ke arah yang lebih baik dalam mengawasi industri jasa keuangan.
1. Friderica Widyasari Dewi – Ketua DK OJK
Friderica menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Ketua DK OJK. Karier panjangnya di bidang hukum dan keuangan menjadikannya figur yang sangat dihormati. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas dan transparan, serta memiliki visi jelas terkait pengawasan sektor jasa keuangan yang lebih baik.
2. Hernawan Bekti Sasongko – Wakil Ketua DK OJK
Hernawan membawa pengalaman luas di dunia korporasi dan perbankan. Ia pernah menjabat di sejumlah BUMN dan dikenal sebagai pemimpin yang visioner. Dengan pengalamannya, ia diharapkan bisa menjadi pendamping yang kuat bagi Friderica dalam memimpin OJK.
3. Hasan Fawzi – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon
Hasan dikenal sebagai ahli pasar modal dan keuangan derivatif. Ia memiliki latar belakang akademis dan profesional yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan. Dengan semakin berkembangnya instrumen keuangan kompleks, kehadirannya diharapkan bisa memperkuat pengawasan di bidang ini.
4. Dicky Kartikoyono – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen
Dicky memiliki rekam jejak di bidang perlindungan konsumen dan edukasi keuangan. Ia pernah terlibat dalam berbagai program edukasi keuangan yang berdampak luas. Dengan pengalamannya, ia diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk jasa keuangan yang aman dan sesuai regulasi.
5. Adi Budiarso – Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto
Adi adalah sosok yang sangat paham dengan dinamika teknologi di sektor keuangan. Ia pernah terlibat dalam pengembangan berbagai platform digital dan memiliki pemahaman mendalam tentang aset kripto. Di tengah semakin berkembangnya fintech dan aset digital, kehadirannya diharapkan bisa membawa regulasi yang lebih adaptif dan progresif.
Latar Belakang Proses Seleksi
Seleksi ini dimulai dari tahap rekomendasi hingga uji kelayakan yang dilakukan secara internal oleh Komisi XI DPR. Dari 10 calon yang diusulkan, hanya lima yang dianggap memenuhi kriteria. Proses ini menunjukkan bahwa DPR serius dalam memilih pimpinan OJK yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
Reaksi dan Dampak dari Penunjukan Ini
Penunjukan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, terutamanya dari pelaku industri jasa keuangan. Banyak pihak berharap bahwa dengan susunan pimpinan baru ini, OJK bisa lebih responsif terhadap perkembangan industri, terutama dalam menghadapi tantangan digital dan inovasi teknologi.
Namun, ada juga pihak yang menyoroti pentingnya menjaga independensi OJK agar tidak terjebak dalam intervensi politik. Kunci dari keberhasilan OJK ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara pengawasan yang ketat dan ruang gerak bagi inovasi.
Perbandingan Profil Calon yang Lolos dan Tidak
Berikut adalah ringkasan profil singkat dari 10 calon DK OJK yang mengikuti seleksi:
| Nama | Status | Latar Belakang Singkat |
|---|---|---|
| Friderica Widyasari Dewi | Lolos | Mantan Komisaris Utama BRI, ahli hukum dan keuangan |
| Agus Sugiarto | Tidak lolos | Mantan Komisaris BCA, pengalaman korporasi kuat |
| Hernawan Bekti Sasongko | Lolos | Mantan Dirut BTN, pengalaman BUMN |
| Ary Zulfikar | Tidak lolos | Pengacara, fokus pada hukum bisnis |
| Hasan Fawzi | Lolos | Dosen ekonomi UI, ahli pasar modal |
| Darmansyah | Tidak lolos | Pengalaman di perbankan swasta |
| Dicky Kartikoyono | Lolos | Mantan Komisaris OJK, fokus edukasi keuangan |
| Danu Febrianto | Tidak lolos | Pengalaman di sektor syariah |
| Adi Budiarso | Lolos | Ahli teknologi keuangan dan kripto |
| Anton Daryono | Tidak lolos | Pengalaman di asuransi dan investasi |
Apa Artinya Bagi Dunia Jasa Keuangan?
Dengan hadirnya pimpinan baru, OJK diharapkan bisa lebih adaptif terhadap perubahan industri. Terutama di bidang inovasi teknologi dan pengawasan aset digital, langkah-langkah strategis akan sangat dibutuhkan. Selain itu, perlindungan konsumen dan edukasi keuangan juga menjadi fokus utama ke depan.
Langkah Selanjutnya
Penetapan ini akan dibawa ke rapat paripurna DPR pada 12 Maret 2026. Jika disetujui secara resmi, kelima nama ini akan langsung memulai tugasnya sebagai anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sebagaimana hasil rapat internal Komisi XI DPR RI dan dapat berubah tergantung hasil rapat paripurna DPR RI. Data dan nama yang disebutkan merupakan hasil terkini per 11 Maret 2026.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













