Finansial

Adi Budiarso Calon DK OJK Fokus Tingkatkan Inklusi serta Kedalaman Sektor Keuangan Nasional

Fadhly Ramadan
×

Adi Budiarso Calon DK OJK Fokus Tingkatkan Inklusi serta Kedalaman Sektor Keuangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Adi Budiarso Calon DK OJK Fokus Tingkatkan Inklusi serta Kedalaman Sektor Keuangan Nasional

Uji kelayakan atau fit and proper test untuk calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa (OJK) mulai digelar di Komisi XI . Salah satu peserta yang berhasil lolos hingga tahap ini adalah Adi Budiarso, Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya dari Kementerian Keuangan.

Dalam sesi RDPU yang digelar Rabu (11/3/2026), Adi menyampaikan visi pengembangan sektor keuangan yang berfokus pada inklusi dan pendalaman pasar. Ia menilai, tantangan utama sektor keuangan ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas, terutama di tengah dan dinamika global.

Inklusi Keuangan Jadi Pilar Utama

Adi Budiarso menekankan pentingnya inklusi keuangan sebagai fondasi pengembangan sektor keuangan yang berkelanjutan. Ia menyebut bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terlayani secara optimal oleh sistem keuangan formal.

Inklusi keuangan, menurutnya, bukan sekadar soal memperluas perbankan. Ini juga soal bagaimana sektor keuangan bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha , kecil, dan menengah (UMKM), serta daerah dengan infrastruktur terbatas.

1. Meningkatkan Efisiensi Intermediasi

Langkah pertama yang diusung adalah meningkatkan efisiensi intermediasi antara sektor keuangan dan sektor riil. Artinya, dana yang masuk ke lembaga keuangan harus bisa tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran ke pelaku ekonomi.

2. Memperkuat Pasar Modal dan Pembiayaan Alternatif

Selain perbankan, pasar modal dan lembaga pembiayaan lainnya juga perlu diperdalam. Ini penting untuk memberikan opsi pendanaan yang lebih beragam, terutama bagi perusahaan menengah yang ingin go public atau mengakses dana dari investor.

3. Mendorong Literasi Keuangan

Inklusi tidak akan maksimal tanpa literasi. Adi menilai, masyarakat perlu dibekali pemahaman dasar tentang produk keuangan agar bisa membuat keputusan yang tepat dan terhindar dari risiko penipuan.

SDM Sektor Jasa Keuangan Harus Ditingkatkan

Selain inklusi, Adi juga menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor jasa keuangan. Ia menyebut bahwa jumlah tenaga profesional seperti akuntan dan konsultan keuangan di Indonesia masih belum sebanding dengan pasar.

1. Meningkatkan Jumlah Profesi Terampil

Langkah pertama adalah meningkatkan jumlah tenaga ahli di bidang keuangan. Ini bisa dilakukan melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan profesional.

2. Mendorong Sertifikasi dan Regulasi Profesi

Adi juga menyarankan agar OJK bersama pihak terkait bisa memperkuat profesi keuangan. Ini penting untuk memastikan bahwa praktisi yang beroperasi memiliki kualifikasi dan etika kerja yang terjaga.

3. Membuka Peluang Kerja di Perusahaan Keuangan Domestik

Langkah ketiga adalah mendorong lebih banyak profesi keuangan lokal untuk bekerja langsung di perusahaan-perusahaan keuangan dalam negeri, bukan hanya di kantor perwakilan asing.

Pendalaman Sektor Keuangan untuk Dukung Ekonomi Inklusif

Menurut Adi, tantangan kedua yang harus dihadapi sektor keuangan adalah bagaimana memperdalam kapasitasnya agar bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di era digitalisasi, ini menjadi semakin penting.

1. Mendorong Hirilisasi Ekonomi Digital

Salah satu program yang bisa dikembangkan adalah hirilisasi ekonomi digital. Ini artinya, ekosistem digital yang tumbuh di Tanah Air harus bisa memberikan nilai tambah langsung bagi ekonomi nasional, bukan hanya menjadi pasar konsumen bagi perusahaan asing.

2. Meningkatkan Daya Saing Industri Keuangan

Adi menilai, sektor keuangan harus terus diperkuat agar bisa bersaing secara global. Ini termasuk dalam hal teknologi, regulasi, dan kapasitas SDM.

3. Mengembangkan Produk Keuangan Berkelanjutan

Produk keuangan berbasis keberlanjutan atau sustainability juga menjadi fokus. Ini sejalan dengan tren global yang semakin mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Potensi Besar di Balik Tantangan

Adi melihat bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor keuangan. Dengan jumlah penduduk produktif mencapai 210 juta, ia yakin bahwa sektor ini bisa menjadi mesin penggerak ekonomi nasional.

Namun, ia juga mencatat bahwa beberapa indikator masih jauh dari potensi maksimal. Misalnya, tabungan masyarakat yang masih di bawah 40%, investasi terhadap PDB sebesar 38%, dan kontribusi yang baru mencapai 67% dari PDB.

Tabel: Indikator Sektor Keuangan Indonesia (Perkiraan 2026)

Indikator Capaian Saat Ini Target Ideal
Tabungan Masyarakat <40% dari PDB 50% dari PDB
Investasi 38% dari PDB 45% dari PDB
Dana Pensiun 67% dari PDB 80% dari PDB

Reformasi Sistem Keuangan Jadi Kunci

Adi menilai bahwa profil sektor keuangan saat ini menunjukkan perlunya reformasi sistemik. Ia menyebut bahwa inisiatif reformasi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas makroekonomi.

Reformasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi, struktur pasar, hingga pengelolaan risiko. Tujuannya adalah menciptakan sistem keuangan yang lebih tangguh dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi nasional.

Penutup

Visi Adi Budiarso untuk sektor keuangan terasa realistis dan berpijak pada data. Ia tidak hanya menawarkan solusi jangka pendek, tetapi juga memikirkan fondasi jangka panjang yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Dengan latar belakang di Kementerian Keuangan dan pengalaman di bidang pengembangan sektor keuangan, Adi diyakini memiliki kapasitas untuk membawa OJK ke arah yang lebih progresif dan responsif terhadap dinamika ekonomi saat ini.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2026. Angka-angka bisa berubah seiring perkembangan ekonomi dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah atau otoritas terkait.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.