Bank BJB Syariah (BJBS) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025. Acara yang digelar di Bandung ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk menyampaikan sejumlah keputusan strategis, termasuk perombakan susunan pengurus dan penggunaan laba bersih yang mencapai Rp 58,09 miliar.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui sejumlah laporan penting, mulai dari laporan pertanggungjawaban direksi hingga laporan pengawasan dewan komisaris dan dewan pengawas syariah. Laporan keuangan tahun 2025 juga telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.
Penggunaan Laba Bersih BJBS Tahun 2025
Laba bersih sebesar Rp 58,09 miliar dialokasikan untuk beberapa kebutuhan strategis. Sebagian besar digunakan untuk menutup kerugian sesuai ketentuan UU Perseroan Terbatas. Selain itu, ada dana sebesar Rp 13,07 miliar yang dicadangkan untuk tantiem, jasa produksi, dan program corporate social responsibility (CSR).
1. Rincian Alokasi Penggunaan Laba Bersih
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Tantiem | 2,90 miliar |
| Jasa Produksi | 8,71 miliar |
| CSR | 1,45 miliar |
| Total | 13,07 miliar |
Cadangan ini menunjukkan komitmen BJBS untuk tidak hanya fokus pada kinerja finansial, tapi juga pada kesejahteraan karyawan dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Perubahan Susunan Pengurus BJBS
Salah satu poin penting dalam RUPST 2025 adalah perubahan susunan pengurus. Dua nama lama meninggalkan jabatan mereka, sementara tiga nama baru siap mengambil alih peran strategis.
2. Direksi yang Diberhentikan
- Vicky Fitriadi dari posisi Direktur Operasional
- Ita Garmeita dari posisi Direktur Bisnis
Pemberhentian keduanya akan efektif setelah calon pengganti mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
3. Pengangkatan Calon Direksi dan Komisaris Baru
- Ade Suhud Riyadi sebagai calon Komisaris
- Adie Arief Wibawa sebagai calon Direktur Bisnis
- Mochamad Roby Asmana sebagai calon Direktur Operasional
Pengangkatan ini masih menunggu uji kemampuan dan kepatutan dari OJK serta persetujuan dari pemegang saham.
Struktur Pengurus BJBS Pasca-RUPST
Berikut susunan dewan komisaris dan direksi BJBS yang baru:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama Independen: Agus Riswanto
- Komisaris Independen: Rio Febrian Wilantara
- Komisaris: Didi Suhardi
- Komisaris: Ade Suhud Riyadi*
Direksi
- Direktur Utama: Arief Setyahadi
- Direktur Bisnis: Adie Arief Wibawa*
- Direktur Kepatuhan: Anwar Munawar
- Direktur Operasional: Mochamad Roby Asmana*
Keterangan: Tanda bintang () menandakan bahwa pengangkatan masih menunggu persetujuan OJK.
Recovery Plan dan Persetujuan OJK
BJBS juga menyampaikan pembaruan rencana aksi pemulihan (recovery plan) kepada OJK. Langkah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan pengawasan dan penanganan permasalahan bank umum. Meski mengalami perubahan struktur, perseroan menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Penutup
RUPST 2025 BJBS menjadi cerminan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas dan kinerja berkelanjutan. Perombakan pengurus bukanlah tanda kekhawatiran, melainkan bagian dari strategi adaptasi terhadap dinamika industri perbankan syariah yang terus berkembang.
Perubahan ini diharapkan bisa membawa angin segar bagi BJBS, terutama dalam menghadapi tantangan regulasi dan persaingan di tahun-tahun mendatang.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan hasil RUPST tahun 2025 yang disampaikan oleh PT Bank Jabar Banten Syariah. Data dan keputusan yang disebutkan dapat berubah seiring dengan persetujuan dari OJK dan ketentuan hukum yang berlaku.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













