Tren perbankan di Tanah Air terus mengalami pergeseran. Semakin banyak nasabah yang memilih transaksi digital ketimbang datang ke cabang atau mesin ATM. Salah satu bank yang merespons perubahan ini adalah Bank CIMB Niaga. Di tahun 2026, CIMB Niaga secara resmi mengurangi jumlah ATM-nya dan beralih fokus pada layanan digital.
Langkah ini bukan keputusan mendadak. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan, menjelaskan bahwa penurunan transaksi di mesin ATM sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu. Minat masyarakat terhadap layanan digital jauh lebih tinggi karena lebih praktis dan cepat. Sejalan dengan itu, CIMB Niaga memilih menanamkan investasi pada pengembangan platform digital, terutama aplikasi OCTO.
Penurunan Jumlah ATM CIMB Niaga
Perubahan ini terlihat dari data jumlah ATM CIMB Niaga yang terus menurun. Pada akhir 2025, jumlah mesin ATM CIMB Niaga hanya tersisa 2.786 unit, turun dari 3.256 unit di tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan strategi bank untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah yang kian hari kian digital.
Meski jumlahnya berkurang, ATM CIMB Niaga tetap bisa digunakan oleh nasabah dari berbagai bank, termasuk bank asing. Namun, bank tampaknya tidak berencana menambah jumlah mesin tersebut di masa depan.
1. Alasan Utama Penurunan ATM
- Minat nasabah terhadap layanan digital meningkat tajam.
- Transaksi non-tunai lebih efisien dan cepat.
- Biaya operasional ATM lebih tinggi dibandingkan layanan digital.
2. Fokus Baru CIMB Niaga
- Pengembangan aplikasi OCTO sebagai pusat layanan digital.
- Peningkatan fitur-fitur transaksi online.
- Edukasi nasabah untuk beralih ke layanan digital.
Transformasi Digital CIMB Niaga
Langkah CIMB Niaga ini sejalan dengan transformasi digital yang tengah digalakkan di sektor perbankan. Bank tidak hanya ingin bertahan, tapi juga tumbuh di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan fokus pada layanan digital, CIMB Niaga berharap bisa meningkatkan loyalitas nasabah dan efisiensi operasional.
Aplikasi OCTO menjadi ujung tombak dari strategi ini. OCTO tidak hanya sebagai alat transaksi, tapi juga sebagai platform lengkap untuk kebutuhan finansial harian, mulai dari transfer, pembayaran tagihan, hingga investasi.
3. Keunggulan Layanan Digital
- Akses 24 jam tanpa batas lokasi.
- Transaksi lebih cepat dan aman.
- Fitur lengkap dalam satu aplikasi.
4. Strategi Edukasi Nasabah
- Pelatihan digital banking di komunitas.
- Webinar dan tutorial online.
- Promosi fitur-fitur unggulan aplikasi OCTO.
Perbandingan Layanan ATM vs Digital
| Kriteria | ATM | Layanan Digital |
|---|---|---|
| Waktu Akses | Terbatas (jam operasional) | 24 Jam |
| Biaya Operasional | Tinggi | Relatif Rendah |
| Jangkauan | Terbatas lokasi | Tanpa batas wilayah |
| Kecepatan Transaksi | Sedang | Sangat Cepat |
| Fitur Tambahan | Terbatas | Banyak (tagihan, investasi, dsb) |
Dampak Jangka Panjang
Pengurangan jumlah ATM CIMB Niaga bukan hanya soal efisiensi. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan nasabah modern. Dengan layanan digital yang terus ditingkatkan, bank berharap bisa membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan mudah diakses.
Langkah ini juga membuka peluang untuk kolaborasi dengan pihak ketiga, seperti fintech dan e-commerce, demi memperluas jaringan layanan tanpa harus membangun infrastruktur fisik.
5. Tantangan yang Dihadapi
- Sebagian nasabah masih belum nyaman dengan layanan digital.
- Perlunya peningkatan keamanan siber.
- Infrastruktur internet yang belum merata di seluruh Indonesia.
6. Solusi yang Diambil CIMB Niaga
- Penyediaan layanan customer service digital 24/7.
- Penguatan sistem keamanan berbasis AI.
- Program inklusi digital untuk daerah terpencil.
Data Statistik Penggunaan ATM CIMB Niaga (2023-2025)
| Tahun | Jumlah ATM | Rata-rata Transaksi/Hari | Penurunan YoY |
|---|---|---|---|
| 2023 | 3.720 | 125.000 | – |
| 2024 | 3.256 | 98.000 | 21,6% |
| 2025 | 2.786 | 72.000 | 26,5% |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan teknologi dan kebijakan bank.
Kesimpulan
Bank CIMB Niaga telah memilih jalan yang sejalan dengan tren global: digitalisasi. Penurunan jumlah ATM bukan berarti layanan menurun, tapi justru upaya untuk memberikan pengalaman yang lebih baik dan efisien bagi nasabah. Dengan aplikasi OCTO sebagai andalan, CIMB Niaga siap memimpin perubahan di dunia perbankan digital Indonesia.
Langkah ini juga menjadi pelajaran bagi bank lain untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Era digital bukan lagi pilihan, tapi keharusan. CIMB Niaga tampaknya sudah siap menyambut masa depan itu.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Data yang digunakan bersumber dari laporan tahunan CIMB Niaga dan informasi publik terkait.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













