Finansial

BFI Finance Catatkan Pembiayaan Segar Sebesar Rp 21,9 Triliun di Tahun 2025

Herdi Alif Al Hikam
×

BFI Finance Catatkan Pembiayaan Segar Sebesar Rp 21,9 Triliun di Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
BFI Finance Catatkan Pembiayaan Segar Sebesar Rp 21,9 Triliun di Tahun 2025

BFI Finance mencatat pencapaian penting di tahun 2025 dengan total mencapai Rp 21,9 triliun. Angka ini naik 9,% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa perusahaan terus menunjukkan performa solid meski di tengah dinamika yang cukup menantang.

Pertumbuhan ini tidak hanya tercermin dari volume pembiayaan, tapi juga dari peningkatan total aset yang mencapai Rp 25,5 triliun, naik 1,4% secara tahunan. Kenaikan piutang kelola sebesar 8,9% menjadi Rp 26,3 triliun juga menjadi salah satu pendorong utama stabilitas keuangan BFI Finance sepanjang tahun lalu.

Pencapaian Utama BFI Finance di Tahun 2025

Kinerja BFI Finance di tahun 2025 menunjukkan bahwa perusahaan tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan meski berada di tengah tekanan makroekonomi. Pembiayaan baru yang terus meningkat menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan keuangan perusahaan masih kuat dari berbagai segmen pasar.

Direktur BFI Finance, Sutadi, menyebut bahwa pencapaian ini adalah hasil dari penerapan prinsip agility dalam , serta kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Dukungan dari konsumen, investor, dan stakeholder lainnya menjadi modal penting dalam menjaga konsistensi kinerja.

1. Rincian Pembiayaan dan Aset

Kategori Nilai (Rp) Keterangan
Pembiayaan Baru 21,9 triliun Naik 9,3% YoY
Total Aset 25,5 triliun Naik 1,4% YoY
Piutang Kelola 26,3 triliun Naik 8,9% YoY
Pendapatan 6,7 triliun Naik 6,5% YoY
Laba Bersih 1,581 triliun Naik 1,0% YoY

2. Komposisi Piutang Kelola

BFI Finance membagi portofolio pembiayaannya ke dalam beberapa kategori utama. Mayoritas pembiayaan masih disalurkan untuk kebutuhan produktif, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung aktivitas ekonomi nyata.

  • Modal Kerja: 57,3%
  • Investasi: 17,6%
  • Multiguna: 22,0%
  • Syariah: 3,1%

3. Strategi yang Mendukung Pertumbuhan

Strategi bisnis BFI Finance di tahun 2025 difokuskan pada tiga pilar utama:

  1. Penguatan portofolio pembiayaan
  2. Ketahanan operasional
  3. Manajemen risiko yang ketat

Melalui pendekatan ini, BFI Finance mampu menjaga aset dan tetap menghasilkan laba meski di tengah tekanan pasar. Strategi penyesuaian produk juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi konsumen yang lebih selektif.

Kinerja Keuangan dan Stabilitas Risiko

Salah satu indikator penting yang tetap terjaga adalah tingkat Non-Performing Financing (NPF). Di akhir tahun 2025, BFI Finance mencatat NPF bruto sebesar 1,39% dan NPF neto 0,22%. Angka ini masih berada dalam batas wajar dan menunjukkan bahwa manajemen risiko yang diterapkan cukup efektif.

Pendapatan total perusahaan juga terus meningkat, mencapai Rp 6,7 triliun atau naik 6,5% dibanding tahun sebelumnya. Meski pertumbuhan laba hanya 1,0%, pencapaian ini tetap relevan mengingat kondisi pasar yang tidak sepenuhnya mendukung.

Dukungan untuk Segmen Beragam

BFI Finance tidak hanya fokus pada satu segmen pasar. Dari individu hingga pelaku usaha besar, semua mendapat perhatian dalam strategi pembiayaan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan memahami pentingnya inklusi keuangan dan memberikan solusi yang relevan untuk berbagai kebutuhan.

Dukungan terhadap UMKM menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Dengan memberikan akses ke layanan pembiayaan yang terjangkau dan fleksibel, BFI Finance turut mendorong pertumbuhan ekonomi dari akar rumput.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski berhasil menjaga pertumbuhan, BFI Finance tidak luput dari tantangan industri. Dinamika pasar, daya konsumen yang terbatas, dan ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor yang harus terus diwaspadai.

Namun, dengan portofolio yang sehat dan manajemen risiko yang ketat, BFI Finance diyakini memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang. Fokus pada digitalisasi dan juga menjadi kunci dalam menjaga daya saing di masa depan.

Kesimpulan

Tahun 2025 menjadi tahun yang solid bagi BFI Finance. Dengan total pembiayaan baru mencapai Rp 21,9 triliun dan pertumbuhan aset yang stabil, perusahaan menunjukkan bahwa bisnis pembiayaan bisa terus berkembang meski dalam kondisi ekonomi yang tidak selalu ramah.

Strategi yang diterapkan, mulai dari penyesuaian produk hingga , terbukti efektif menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Ke depan, BFI Finance punya potensi besar untuk terus menjadi salah satu pemain utama di industri pembiayaan nasional.

Disclaimer: Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat sesuai dengan laporan resmi BFI Finance per Desember 2025 dan dapat berubah sewaktu- tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.