Bank Jago (ARTO) baru saja mencapai tonggak penting dalam perjalanannya. Tepat lima tahun sejak peluncuran aplikasi Jago pada April 2021, jumlah pengguna aplikasi ini telah mencapai 15,2 juta. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dari sebuah platform keuangan digital yang awalnya hanya berfokus pada layanan transaksi sederhana.
Dalam rentang waktu yang relatif singkat, aplikasi Jago berkembang menjadi ekosistem keuangan lengkap. Tidak hanya digunakan untuk transfer dan pembayaran, aplikasi ini kini menjadi alat pengelolaan keuangan dan investasi terintegrasi. Fitur-fitur baru terus dirilis untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin kompleks.
Fitur Kantong Jadi Andalan Disiplin Finansial
Salah satu elemen utama yang membuat aplikasi Jago menarik adalah fitur Kantong. Hingga Maret 2026, jumlah Kantong yang digunakan mencapai 43,2 juta, artinya rata-rata setiap pengguna memiliki hampir tiga Kantong. Ini menunjukkan bahwa fitur ini benar-benar digunakan secara aktif.
1. Jenis Kantong yang Paling Banyak Digunakan
Kantong Pengeluaran menjadi favorit. Banyak pengguna memanfaatkannya untuk kebutuhan harian seperti makan, belanja, hingga pembayaran tagihan. Selain itu, Kantong juga digunakan untuk dana musiman seperti THR, Lebaran, dan kurban.
2. Fungsi Kantong untuk Pengelolaan Dana Usaha
Tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, Kantong juga dimanfaatkan untuk mengelola dana usaha. Ini membantu pengguna memisahkan antara keuangan pribadi dan bisnis, sehingga lebih rapi dan terstruktur.
Fitur ini dirancang untuk mendorong disiplin finansial. Dengan membagi dana ke dalam Kantong yang berbeda, pengguna bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran dan mencapai tujuan keuangan mereka.
Teknologi Pendukung Pengelolaan Keuangan
Untuk membantu pengguna lebih memahami pola keuangan mereka, Bank Jago menghadirkan fitur Analisis Pengeluaran. Fitur ini bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi machine learning untuk merinci pemasukan dan pengeluaran.
3. Cara Kerja Analisis Pengeluaran
Fitur ini mencatat setiap transaksi yang dilakukan pengguna, lalu mengkategorikannya secara otomatis. Misalnya, pengeluaran untuk makanan, transportasi, atau hiburan akan dimasukkan ke dalam kategori yang sesuai.
4. Manfaat dari Analisis Pengeluaran
Dengan melihat laporan pengeluaran ini, pengguna bisa tahu ke mana uang mereka pergi. Ini sangat membantu dalam membuat anggaran bulanan dan mengevaluasi kebiasaan keuangan.
Minat Investasi Naik Tajam
Selain pengelolaan keuangan, Bank Jago juga mencatat peningkatan minat pengguna terhadap investasi. Jumlah nasabah yang terhubung dengan platform investasi mitra seperti Bibit dan Stockbit tumbuh 38,2% secara tahunan per akhir 2025.
5. Komposisi Instrumen Investasi yang Paling Diminati
Dari data yang ada, reksadana menjadi instrumen investasi paling populer dengan porsi 44%. Diikuti oleh saham sebesar 42%, dan obligasi sebesar 14%. Ini menunjukkan bahwa pengguna cenderung memilih instrumen yang menawarkan potensi return tinggi namun tetap mempertimbangkan risiko.
6. Peningkatan Pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN)
Sejalan dengan tren investasi yang meningkat, pembukaan RDN di Bank Jago juga melonjak. Sepanjang 2025, jumlah pembukaan RDN naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Integrasi Portofolio Investasi
Untuk mempermudah pengguna dalam memantau investasi mereka, Bank Jago menghadirkan tampilan terintegrasi. Dengan satu tab di aplikasi, pengguna bisa melihat seluruh portofolio investasi mereka.
7. Koneksi dengan KSEI dan Platform Mitra
Fitur ini terhubung langsung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan platform investasi mitra. Artinya, data investasi pengguna selalu diperbarui secara real time.
8. Keuntungan dari Integrasi Portofolio
Dengan informasi yang lengkap dan terpusat, pengguna bisa membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Mereka juga bisa memantau kinerja portofolio secara menyeluruh tanpa harus bolak-balik antar aplikasi.
Pertumbuhan Pengguna Jago Syariah
Bank Jago juga mencatat pertumbuhan pengguna Jago Syariah yang cukup signifikan. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna Jago Syariah mencapai 2,4 juta. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan keuangan syariah terus meningkat.
Laba Bank Jago Naik Signifikan
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Jago juga mencatatkan pencapaian mengesankan. Laba bersih Bank Jago pada kuartal III 2025 mencapai Rp 199 miliar, naik 131% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara total laba yang dicatat sepanjang 2025 mencapai Rp 276 miliar.
Ekosistem Keuangan Digital yang Terus Berkembang
Keberhasilan Bank Jago tidak lepas dari pendekatan ekosistem. Dengan menghadirkan berbagai layanan dalam satu platform, Bank Jago berhasil menarik dan mempertahankan pengguna. Strategi ini juga membuat pengguna lebih loyal dan aktif menggunakan berbagai fitur yang tersedia.
Disclaimer
Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Maret 2026. Angka-angka ini dapat berubah seiring waktu dan kebijakan yang berlaku.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













