PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 580,07 miliar. Angka ini setara dengan pembayaran Rp 7,61 per saham. Pembagian ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada para pemegang sahamnya.
Keputusan pembagian dividen ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 April 2026 lalu. Dari laba bersih sebesar Rp 1,65 triliun, sekitar 35% dialokasikan untuk dividen. Rasio ini sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 40% dari laba bersih Rp 1,1 triliun.
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen BNII 2025
Proses pembagian dividen memiliki rangkaian tanggal penting yang harus diperhatikan oleh investor. Setiap tahapan punya peran penting agar pemegang saham bisa mendapatkan haknya secara tepat waktu.
1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi
Tanggal 27 April 2026 menjadi hari terakhir saham BNII diperdagangkan dengan hak atas dividen di pasar reguler dan negosiasi. Artinya, siapa pun yang membeli saham pada hari ini atau sebelumnya masih berhak mendapatkan dividen.
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi
Pada 28 April 2026, saham BNII mulai diperdagangkan tanpa hak atas dividen. Pembelian saham di hari ini dan seterusnya tidak memberikan hak atas pembagian dividen yang sedang berlangsung.
3. Cum Dividen di Pasar Tunai
Tanggal 29 April 2026 adalah hari terakhir saham BNII memiliki hak atas dividen di pasar tunai. Ini berlaku bagi investor yang melakukan transaksi di segmen pasar tunai.
4. Recording Date
Hari yang sama dengan cum dividen pasar tunai, yaitu 29 April 2026, ditetapkan sebagai recording date. Pada pukul 16.00 WIB, data Daftar Pemegang Saham akan diambil sebagai acuan siapa saja yang berhak menerima dividen.
5. Ex Dividen di Pasar Tunai
Mulai 30 April 2026, saham BNII di pasar tunai tidak lagi menyertakan hak atas dividen. Transaksi di hari ini dan seterusnya tidak memberikan imbal hasil tersebut.
6. Pembayaran Dividen Tunai
Dividen tunai akan cair pada 13 Mei 2026. Pada tanggal ini, dana akan masuk ke rekening efek pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar resmi.
Rincian Dividen BNII Tahun Buku 2025
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Total Dividen | Rp 580,07 miliar |
| Dividen per Saham | Rp 7,61 |
| Laba Bersih 2025 | Rp 1,65 triliun |
| Rasio Pembayaran Dividen (DPR) | 35% |
| Laba Bersih 2024 | Rp 1,1 triliun |
| DPR 2024 | 40% |
Perbandingan Dividen BNII Tahun 2024 dan 2025
| Aspek | 2024 | 2025 |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 1,1 triliun | Rp 1,65 triliun |
| Total Dividen | Rp 440 miliar | Rp 580,07 miliar |
| Dividen per Saham | Rp 5,75 | Rp 7,61 |
| Rasio Pembayaran Dividen | 40% | 35% |
Dampak Dividen Terhadap Investor
Dividen menjadi salah satu indikator kinerja keuangan emiten yang baik. Investor jangka pendek mungkin lebih tertarik pada potensi capital gain, sementara investor jangka panjang biasanya melihat dividen sebagai sumber pendapatan pasif yang stabil.
Bagi pemegang saham lama, pembagian dividen menjadi penghargaan atas loyalitas dan kepercayaan mereka. Sementara bagi investor baru, dividen bisa menjadi daya tarik tambahan untuk membeli saham.
Pajak Atas Dividen Saham BNII
Dividen yang diterima pemegang saham akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Besaran tarif dan mekanisme pemotongan mengikuti aturan dari Direktorat Jenderal Pajak.
Catatan Penting untuk Investor
Investor yang ingin mendapatkan dividen BNII 2025 harus membeli saham sebelum tanggal ex dividen. Jika membeli saham pada atau setelah tanggal ex dividen, maka tidak berhak atas pembagian tersebut.
Perlu juga dicatat bahwa semua jadwal dan nominal dividen bisa berubah tergantung kebijakan perusahaan dan kondisi makro ekonomi. Informasi resmi selalu dirilis melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Penutup
Pembagian dividen oleh Maybank Indonesia (BNII) tahun ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Dengan laba bersih yang meningkat, meskipun rasio pembayaran sedikit turun, BNII tetap mempertahankan komitmen terhadap investor.
Investor yang ingin mendapatkan dividen sebesar Rp 7,61 per saham perlu memperhatikan jadwal perdagangan saham dengan seksama. Kesempatan ini bisa menjadi bagian dari strategi investasi jangka pendek maupun pendapatan pasif jangka panjang.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan emiten serta regulasi yang berlaku. Selalu pastikan informasi terbaru dari sumber resmi Bursa Efek Indonesia.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













