Langganan game jadi pilihan banyak orang yang pengen main game terbaru tanpa harus beli satu per satu. Tapi belakangan, Microsoft mulai geser strategi. Mereka turunkan harga langganan Game Pass, tapi harus rela kehilangan salah satu game besar yang selama ini jadi andalan: Call of Duty.
Langkah ini nggak main-main. Microsoft memang sedang fokus bangun ekosistem langganan yang lebih ramah kantong. Tapi di balik itu, ada pengorbanan besar. Call of Duty, yang selama ini jadi magnet buat banyak gamer, nggak akan lagi langsung masuk ke Game Pass sejak hari pertama perilisannya.
Harga Game Pass Turun, Tapi Ada yang Harus Ditinggalkan
Microsoft mulai serius benahi sistem langganan mereka sejak pergantian kepemimpinan di divisi Xbox. Asha Sharma yang baru menjabat sebagai kepala Xbox, langsung mulai lakukan evaluasi besar-besaran. Hasilnya, harga Game Pass resmi turun di beberapa wilayah, termasuk Indonesia.
Langganan Game Pass yang tadinya dianggap terlalu mahal, kini jadi lebih terjangkau. Tapi penurunan harga ini nggak datang tanpa syarat. Microsoft harus rela melepaskan beberapa game besar, termasuk Call of Duty.
1. Penurunan Harga di Pasar Global
Di pasar internasional, Microsoft resmi turunkan harga dua jenis langganan utama mereka:
- Xbox Game Pass Ultimate: dari 30 USD jadi 23 USD per bulan
- PC Game Pass: dari 16,50 USD jadi 14 USD per bulan
Harga ini berlaku di wilayah Amerika Serikat dan beberapa negara lain yang menggunakan mata uang USD. Penurunan ini diharapkan bisa menarik lebih banyak pengguna baru, terutama yang selama ini menganggap Game Pass terlalu mahal.
2. Penyesuaian Harga di Indonesia
Di Indonesia, penurunan harga juga terjadi. Tapi karena regulasi dan struktur pembayaran lokal, hanya PC Game Pass yang tersedia. Harganya turun dari 90 ribu rupiah jadi 83 ribu rupiah per bulan.
| Jenis Langganan | Harga Sebelumnya | Harga Baru |
|---|---|---|
| PC Game Pass | Rp90.000 | Rp83.000 |
Perubahan ini cukup signifikan, terutama buat gamer yang memang sering main di PC. Tapi sayangnya, penurunan harga ini nggak serta merta datang tanpa konsekuensi.
Call of Duty Tak Lagi Jadi Day One Release di Game Pass
Salah satu dampak paling terasa dari penurunan harga ini adalah hilangnya Call of Duty dari daftar day one release. Artinya, game ini nggak akan langsung tersedia di Game Pass saat pertama kali rilis.
1. Kebijakan Baru untuk Game Tahun Ini
Mulai tahun ini, Call of Duty hanya akan masuk ke Game Pass di tahun berikutnya. Misalnya, jika game baru rilis di 2025, baru akan tersedia di Game Pass pada 2026. Ini jelas beda dari kebijakan sebelumnya yang memungkinkan gamer langsung main sejak hari pertama.
2. Game Lama Masih Bisa Dimainkan
Meski begitu, game Call of Duty yang sudah ada di katalog Game Pass tetap bisa dimainkan. Artinya, gamer yang udah langganan masih bisa nikmati seri lama, cuma nggak bisa langsung main yang baru.
Mengapa Microsoft Harus Buang Call of Duty?
Langkah ini memang terdengar kontroversial. Tapi kalau dilihat dari sisi bisnis, ada beberapa alasan kuat di balik keputusan Microsoft.
1. Biaya Lisensi yang Tinggi
Call of Duty adalah salah satu franchise game paling mahal untuk dilisensikan. Microsoft harus bayar biaya besar buat bisa masukin game ini ke Game Pass sejak hari pertama. Dengan mengurangi kehadiran langsung game ini, mereka bisa tekan biaya operasional.
2. Fokus pada Game Eksklusif dan Original IP
Microsoft juga mulai geser fokus ke game eksklusif hasil karya studio internal mereka sendiri. Dengan mengurangi ketergantungan pada game pihak ketiga seperti Call of Duty, mereka bisa bangun ekosistem yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
3. Menjaga Daya Tarik Game Pass Tanpa Menguras Anggaran
Dengan tetap menyediakan game-game lain yang menarik, Microsoft bisa jaga daya tarik Game Pass tanpa harus keluar dana besar tiap tahun. Ini jadi langkah strategis buat seimbangin antara harga dan konten.
Apa Kata Gamer Soal Ini?
Reaksi dari komunitas gamer memang beragam. Ada yang merasa kecewa karena nggak bisa langsung main Call of Duty di Game Pass. Tapi ada juga yang paham, terutama yang memang lebih suka main game eksklusif Xbox.
Yang jelas, Microsoft sedang bermain cerdas. Mereka tahu kalau Game Pass harus tetap kompetitif, baik dari segi harga maupun konten. Tapi mereka juga nggak bisa sembarangan kasih semua game karena pertimbangan finansial.
Strategi Jangka Panjang atau Sekadar Solusi Jangka Pendek?
Langkah Microsoft ini bisa jadi awal dari perubahan besar. Mereka mungkin sedang bangun strategi jangka panjang yang lebih fokus pada game internal dan langganan yang lebih terjangkau. Tapi apakah ini akan bertahan lama? Atau cuma solusi sementara buat tekan biaya?
Yang pasti, ke depannya gamer harus lebih selektif. Nggak cukup cuma ngelangganan, tapi juga harus paham apa yang didapat dan kapan bisa main game favorit.
Disclaimer
Harga dan kebijakan Game Pass bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan Microsoft dan kondisi pasar. Informasi di atas berdasarkan data terbaru yang tersedia dan bisa saja berbeda di wilayah tertentu.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













