Platform digital game Steam kini mulai menerapkan sistem rating usia IGRS yang resmi disahkan oleh pemerintah Indonesia pada Oktober 2025. Integrasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan panduan yang lebih jelas terkait konten game yang sesuai dengan usia pemain. Sebelumnya, IGRS sudah mulai diterapkan di platform Roblox, khususnya untuk konten buatan pengguna.
Valve selaku pengelola Steam mengumumkan bahwa sistem rating ini akan diimplementasikan secara bertahap. Baik untuk game lama yang sudah ada di platform maupun untuk rilisan baru. Prosesnya pun dilakukan dengan memanfaatkan data dari Steam Content Survey, yaitu kuesioner yang diisi oleh pengembang saat mendaftarkan game mereka.
Integrasi IGRS di Steam: Langkah Menuju Konten Lebih Aman
Penerapan IGRS di Steam bukan hal yang baru di ranah platform distribusi digital global. Negara lain seperti Brasil dan Jerman juga memiliki sistem rating lokal mereka sendiri yang terintegrasi di Steam. Brasil menggunakan ClassInd, sedangkan Jerman menggunakan USK. Ini menunjukkan bahwa Steam berupaya menyesuaikan diri dengan regulasi tiap negara.
Di Indonesia, IGRS dibuat untuk memberikan panduan kepada masyarakat dalam memilih game yang sesuai dengan usia. Sistem ini juga diharapkan bisa menjadi benteng perlindungan dari konten yang tidak sesuai atau berpotensi merugikan, terutama bagi anak-anak.
1. Kategori Rating Usia IGRS
IGRS membagi game ke dalam lima kategori usia berdasarkan konten yang terkandung di dalamnya:
- 3+
- 7+
- 13+
- 15+
- 18+
Setiap kategori ditentukan berdasarkan penilaian terhadap unsur kekerasan, bahasa kasar, konten seksual, dan interaksi daring antar pemain. Penyusunan kategori ini melibatkan psikolog serta ahli perkembangan anak agar hasilnya relevan dengan dampak psikologis terhadap pemain muda.
2. Penilaian Konten Game
Penilaian dilakukan melalui metode self-assessment. Pengembang game diwajibkan mengisi kuesioner yang mencakup berbagai aspek konten dalam game mereka. Pertanyaan dirancang untuk menilai tingkat kekerasan, penggunaan bahasa, dan elemen lain yang berpotensi memengaruhi pemain.
Proses ini memungkinkan Steam untuk memberikan label rating secara otomatis. Dalam beberapa minggu setelah pengumuman, sebagian besar game di Steam diperkirakan sudah memiliki label rating khusus untuk pengguna di Indonesia.
3. Perlindungan untuk Pengguna Muda
Dengan adanya IGRS, orang tua bisa lebih mudah memahami jenis konten yang ada dalam sebuah game. Ini membantu mereka dalam memutuskan apakah game tersebut cocok untuk anak-anak atau tidak.
Selain itu, game yang sudah memiliki rating resmi dari IGRS juga mendapat perlindungan dari pemblokiran sepihak. Karena sudah melalui proses penilaian sesuai regulasi pemerintah, maka distribusi game tersebut dianggap legal dan aman.
Latar Belakang Munculnya IGRS
Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap beberapa kasus kontroversial di masa lalu. Salah satunya adalah pembatalan rilis Mortal Kombat 11 pada 2019. Game tersebut dianggap terlalu brutal dan mengandung simbol yang sensitif bagi masyarakat Indonesia.
Kasus lainnya terjadi di platform Roblox. Konten buatan pengguna sempat mengundang kekhawatiran karena dinilai tidak ramah bagi anak-anak. Dengan adanya IGRS, pemerintah kini memiliki mekanisme yang lebih jelas untuk menilai konten sebelum disebarluaskan secara luas.
Tabel Perbandingan Kategori IGRS
Berikut adalah rincian kategori usia IGRS beserta kriteria konten yang digunakan:
| Kategori Usia | Kriteria Konten |
|---|---|
| 3+ | Konten ringan, tidak ada unsur kekerasan atau bahasa kasar |
| 7+ | Konten sederhana, kekerasan kartun, bahasa ringan |
| 13+ | Kekerasan sedang, bahasa kasar ringan, tema remaja |
| 15+ | Kekerasan tinggi, bahasa kasar, konten dewasa ringan |
| 18+ | Kekerasan ekstrem, konten seksual eksplisit, bahasa kasar parah |
Dampak Positif IGRS bagi Industri Game
Adopsi IGRS di Steam membuka peluang baru bagi pengembang lokal maupun internasional. Dengan sistem rating yang jelas, game bisa lebih mudah diterima oleh pasar Indonesia tanpa khawatir diblokir karena konten yang tidak sesuai.
Bagi pengguna, sistem ini memberikan transparansi lebih dalam memilih game. Terutama bagi keluarga yang ingin memastikan anak-anak mereka bermain game yang aman dan sesuai usia.
Penutup
Penerapan IGRS di Steam merupakan langkah maju dalam pengelolaan konten digital di Indonesia. Sistem ini tidak hanya melindungi pengguna muda, tetapi juga memberikan kepastian hukum bagi pengembang dan penerbit game. Dengan sistem rating yang transparan, industri game lokal bisa tumbuh lebih sehat dan bertanggung jawab.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data dan pengumuman resmi hingga Maret 2025. Aturan dan implementasi IGRS bisa berubah seiring waktu dan kebijakan yang berlaku.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













