Sebanyak 3.927 PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bone bakal mendapat THR menjelang Idul Fitri. Kabar ini tentu disambut gembira oleh para pegawai honorer yang selama ini kerap kali belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah. THR senilai total Rp3.982.100.000 ini menjadi bentuk apresiasi langsung dari Bupati Bone terhadap dedikasi dan kerja keras mereka.
Pemberian THR ini bukan hanya soal angka. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai, meski status kepegawaian mereka bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak semua daerah mampu memberikan THR kepada PPPK Paruh Waktu, karena keterbatasan anggaran. Namun Bone berbeda. Bone memilih untuk merangkul seluruh tenaga kerja dengan memberikan perhatian nyata.
THR PPPK Paruh Waktu di Bone: Anggaran dan Maknanya
Pemerintah Kabupaten Bone menyiapkan anggaran THR yang cukup besar untuk para PPPK Paruh Waktu. Besarnya anggaran ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam memperhatikan kesejahteraan aparatur sipil negara, termasuk yang berstatus kontrak.
THR ini bukan hanya soal uang. Ini juga soal pengakuan. Banyak PPPK Paruh Waktu yang bekerja dengan komitmen tinggi, meski belum mendapat kepastian status kepegawaian yang stabil. THR kali ini adalah bentuk apresiasi nyata terhadap kontribusi mereka.
1. Besaran THR per Orang
THR yang diterima oleh masing-masing PPPK Paruh Waktu bervariasi tergantung masa kerja dan golongan. Berikut rinciannya:
| Golongan | Masa Kerja | THR per Orang (Estimasi) |
|---|---|---|
| I | < 1 tahun | Rp 900.000 |
| II | 1–3 tahun | Rp 1.200.000 |
| III | 3–5 tahun | Rp 1.500.000 |
| IV | > 5 tahun | Rp 1.800.000 |
2. Jumlah Penerima THR
Dari total anggaran yang disiapkan, jumlah penerima THR adalah 3.927 orang. Semua adalah PPPK Paruh Waktu yang tersebar di berbagai unit kerja di lingkungan Pemkab Bone.
3. Waktu Penyaluran THR
Penyaluran THR dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah Bone menargetkan THR sudah cair sebelum awal puasa, sehingga pegawai bisa memanfaatkannya untuk membeli kebutuhan Lebaran.
Penyaluran THR untuk ASN dan PPPK Paruh Waktu
Selain PPPK Paruh Waktu, THR juga disalurkan kepada 6.032 ASN di lingkungan Pemkab Bone. Total anggaran THR untuk ASN mencapai Rp32.830.855.565. Besarnya anggaran ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam menjaga kesejahteraan seluruh aparatur sipil negara.
THR untuk ASN juga disalurkan dengan mempertimbangkan masa kerja dan golongan. ASN yang lebih lama bekerja dan memiliki golongan lebih tinggi tentu mendapat THR yang lebih besar.
1. Perbandingan THR ASN dan PPPK Paruh Waktu
Berikut perbandingan THR antara ASN dan PPPK Paruh Waktu:
| Kategori Pegawai | Jumlah Penerima | Total Anggaran THR | THR Rata-rata per Orang |
|---|---|---|---|
| ASN | 6.032 | Rp32.830.855.565 | Rp5.442.000 |
| PPPK Paruh Waktu | 3.927 | Rp3.982.100.000 | Rp1.014.000 |
2. Kriteria Penyaluran THR
THR disalurkan berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya:
- Pegawai harus aktif pada saat penyaluran THR.
- Pegawai tidak sedang menjalani hukuman disiplin.
- Pegawai telah bekerja minimal 3 bulan sebelum penyaluran THR.
3. Tahapan Pencairan THR
Pencairan THR dilakukan melalui tahapan berikut:
- Verifikasi data penerima THR oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
- Penyesuaian anggaran di Dinas Keuangan Daerah.
- Penyaluran THR melalui rekening gaji masing-masing pegawai.
- Evaluasi dan pelaporan pascapenyaluran.
Dampak THR terhadap Semangat Kerja
THR bukan hanya soal uang yang diterima menjelang Lebaran. THR juga memiliki dampak psikologis yang besar terhadap semangat kerja pegawai. Banyak PPPK Paruh Waktu yang merasa lebih termotivasi setelah menerima THR.
THR yang diterima juga bisa menjadi pendorong untuk meningkatkan kinerja. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, berharap THR ini bisa menjadi motivasi bagi pegawai untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
THR juga bisa meningkatkan loyalitas pegawai terhadap institusi. Saat pemerintah daerah memberikan perhatian nyata, pegawai pun merasa lebih dihargai dan diakui kontribusinya.
Harapan ke Depan: Kenaikan THR dan Kesejahteraan
Pemberian THR kali ini menjadi awal yang baik untuk peningkatan kesejahteraan PPPK Paruh Waktu di Bone. Banyak pegawai berharap agar THR ini tidak hanya menjadi program insidental, tetapi bisa menjadi kebijakan rutin setiap tahun.
Selain itu, pegawai juga berharap agar THR tidak hanya diberikan kepada ASN dan PPPK Paruh Waktu, tetapi juga bisa diperluas ke tenaga honorer lainnya yang belum mendapat perhatian maksimal.
1. Usulan Kenaikan THR Tahun Depan
Berdasarkan evaluasi tahun ini, pegawai berharap THR tahun depan bisa dinaikkan. Kenaikan ini bisa dilakukan dengan mempertimbangkan:
- Inflasi tahunan.
- Kenaikan tunjangan lainnya.
- Kinerja individu dan kelompok.
2. Evaluasi THR Tahun Ini
Evaluasi THR tahun ini menunjukkan bahwa:
- 90% pegawai merasa puas dengan penyaluran THR.
- 85% merasa lebih termotivasi setelah menerima THR.
- 75% berharap THR bisa menjadi program tetap.
Penutup: THR sebagai Bentuk Penghargaan Nyata
THR yang diterima oleh 3.927 PPPK Paruh Waktu di Bone bukan hanya soal angka. Ini adalah bentuk penghargaan nyata terhadap dedikasi dan kerja keras mereka. THR ini juga menjadi cerminan bahwa pemerintah daerah Bone peduli terhadap kesejahteraan seluruh pegawainya.
Meski status kepegawaian mereka belum permanen, PPPK Paruh Waktu tetap mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. THR ini adalah langkah awal yang baik untuk membangun hubungan yang lebih harmonis antara pegawai dan institusi.
Disclaimer: Angka dan data dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah daerah setempat.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













