Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2026 sudah mulai mengalir ke rekening para guru ASN. Namun, tidak sedikit yang mulai memperhatikan bahwa nominal yang masuk ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi atau gaji pokok yang seharusnya diterima. Masalah ini cukup menarik perhatian, terutama karena TPG seharusnya memberikan tambahan penghasilan yang setara dengan satu kali gaji pokok berdasarkan golongan dan masa kerja.
Beberapa guru ASN mengeluh bahwa jumlah TPG yang cair justru jauh di bawah gaji pokok mereka. Padahal, berdasarkan ketentuan, tunjangan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dan kinerja guru dalam menjalankan tugasnya. Situasi ini tentu perlu ditanggapi dengan serius, karena bisa memengaruhi kesejahteraan guru serta motivasi kerja di lapangan.
Penyebab TPG 2026 Tidak Sesuai dengan Gaji Pokok
Sebelum membahas cara mengatasi masalah ini, penting untuk memahami dulu apa saja yang menyebabkan TPG yang cair tidak sesuai dengan gaji pokok. Ada beberapa faktor teknis dan administratif yang bisa memengaruhi hal ini.
1. Kesalahan Input Data oleh Satuan Kerja
Salah satu penyebab utama adalah kesalahan input data oleh satuan kerja atau dinas pendidikan setempat. Jika data guru seperti golongan, masa kerja, atau status kepegawaian tidak diinput dengan benar, maka sistem akan menghitung TPG berdasarkan data yang salah.
2. Ketidaksesuaian Golongan dan Masa Kerja
TPG dihitung berdasarkan golongan dan masa kerja guru. Jika data kedua hal ini tidak sesuai dengan yang seharusnya, maka tunjangan yang diterima pun bisa jauh dari harapan. Misalnya, guru yang seharusnya masuk dalam golongan III diperlakukan sebagai golongan II karena kesalahan administrasi.
3. Keterlambatan Sinkronisasi Data
Proses sinkronisasi data antara instansi terkait seperti BKN, Kemendikbud, dan bank penyalur juga bisa menjadi faktor. Jika data tidak sinkron, maka pencairan bisa terhambat atau salah sasaran.
4. Pengurangan karena Potongan Lain
Beberapa guru juga mengalami pengurangan TPG karena adanya potongan lain seperti pajak atau tunggakan. Meskipun tidak umum, hal ini bisa terjadi jika sistem tidak memisahkan dengan jelas antara tunjangan dan potongan gaji.
Langkah-Langkah Mengatasi TPG yang Tidak Sesuai
Setelah memahami penyebabnya, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara mengatasi masalah ini. Ada beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan oleh guru ASN untuk memastikan TPG yang diterima sesuai dengan ketentuan.
1. Cek Data Pribadi di SIMPEG
Langkah pertama adalah memastikan bahwa data pribadi di Sistem Informasi Manajemen Pegawai (SIMPEG) sudah benar dan sesuai dengan SK terbaru. Data seperti golongan, masa kerja, dan nomor rekening harus diverifikasi secara berkala.
2. Laporkan Ketidaksesuaian ke Atasan Langsung
Jika menemukan ketidaksesuaian, segera laporkan ke atasan langsung atau bagian kepegawaian di instansi. Biasanya, masalah ini bisa diselesaikan secara internal melalui verifikasi ulang data.
3. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Setempat
Dinas pendidikan daerah memiliki peran penting dalam proses pencairan TPG. Koordinasi dengan dinas bisa membantu mengidentifikasi apakah masalah berasal dari level daerah atau pusat.
4. Ajukan Banding ke Pusdatin Kemendikbud
Jika masalah tidak kunjung terselesaikan di tingkat daerah, guru bisa mengajukan banding secara resmi ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud. Biasanya, pengaduan bisa dilakukan melalui layanan resmi yang disediakan oleh Kemendikbud.
5. Simpan Bukti Pencairan dan Pengaduan
Simpan semua bukti pencairan TPG dan pengaduan yang telah dilakukan. Ini penting sebagai dokumen pendukung jika perlu eskalasi lebih lanjut atau klarifikasi dengan pihak terkait.
Tips Menghindari Kesalahan Pencairan TPG
Selain menangani masalah yang sudah terjadi, ada baiknya juga memahami cara mencegah kesalahan pencairan TPG di masa depan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.
Pastikan Data Kepegawaian Selalu Diperbarui
Data kepegawaian yang akurat adalah kunci utama. Guru perlu memastikan bahwa setiap perubahan status, golongan, atau masa kerja sudah tercatat dengan benar di sistem.
Periksa Berkala Rekening dan Mutasi
Periksa mutasi rekening secara berkala untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam jumlah yang masuk. Jika ada perbedaan, segera laporkan agar tidak terlambat.
Ikuti Informasi Resmi dari Kemendikbud
Kemendikbud sering mengeluarkan pengumuman atau edaran terkait pencairan TPG. Mengikuti informasi ini bisa membantu guru lebih siap dan cepat merespons jika terjadi kendala.
Perbandingan TPG 2026 Berdasarkan Golongan dan Masa Kerja
Berikut adalah estimasi besaran TPG 2026 berdasarkan golongan dan masa kerja. Data ini bersifat referensi dan bisa berubah sesuai dengan kebijakan terbaru dari pemerintah.
| Golongan | Masa Kerja 0-5 Tahun | Masa Kerja 6-10 Tahun | Masa Kerja >10 Tahun |
|---|---|---|---|
| IIIa | Rp 1.200.000 | Rp 1.400.000 | Rp 1.600.000 |
| IIIb | Rp 1.400.000 | Rp 1.600.000 | Rp 1.800.000 |
| IIIc | Rp 1.600.000 | Rp 1.800.000 | Rp 2.000.000 |
| IIId | Rp 1.800.000 | Rp 2.000.000 | Rp 2.200.000 |
| IVa | Rp 2.000.000 | Rp 2.200.000 | Rp 2.400.000 |
| IVb | Rp 2.200.000 | Rp 2.400.000 | Rp 2.600.000 |
| IVc | Rp 2.400.000 | Rp 2.600.000 | Rp 2.800.000 |
| IVd | Rp 2.600.000 | Rp 2.800.000 | Rp 3.000.000 |
Disclaimer: Besaran TPG di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Data ini tidak mengikat dan hanya digunakan sebagai referensi.
Penutup
Masalah TPG yang tidak sesuai dengan gaji pokok memang cukup rumit, tapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Dengan memahami penyebab, melakukan langkah-langkah yang tepat, dan tetap proaktif dalam mengawasi pencairan, guru ASN bisa memastikan haknya diterima secara utuh. Jangan ragu untuk melaporkan ketidaksesuaian dan selalu simpan bukti pencairan sebagai dokumen pendukung.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













