Momentum Hari Kartini tahun ini menjadi momen penting bagi TelkomGroup untuk kembali menegaskan komitmen terhadap kesetaraan gender. Di tengah laju transformasi digital yang semakin cepat, peran perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis menjadi fokus utama. Telkom tidak hanya berbicara soal inklusi, tetapi juga menunjukkan hasil nyata melalui pencapaian keterwakilan perempuan di berbagai level organisasi.
Strategi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Telkom melalui program GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya di bawah pilar Empower Our People. Pendekatan yang diambil tidak hanya bersifat retorika, tetapi juga dilengkapi dengan target dan data yang terukur.
Komitmen Telkom Terhadap Kesetaraan Gender
TelkomGroup memandang kesetaraan gender sebagai salah satu pilar penting dalam membangun organisasi yang adaptif dan inovatif. Langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan perempuan memiliki akses yang setara dalam berkarier dan berkembang di lingkungan kerja.
- Meningkatkan representasi perempuan di level manajerial hingga 27% pada tahun 2030.
- Menjaga dan meningkatkan proporsi perempuan di seluruh level organisasi, termasuk di fungsi strategis seperti STEM dan revenue-generating function.
- Membangun ekosistem kerja yang mendukung produktivitas dan keseimbangan hidup perempuan.
Capaian Nyata di Tahun 2025
Pada tahun 2025, TelkomGroup mencatat pencapaian yang cukup signifikan dalam hal keterwakilan perempuan. Dari total karyawan, 31,7% adalah perempuan. Dari angka tersebut, 21% menempati posisi manajerial.
Tidak hanya itu, distribusi perempuan di berbagai level manajemen juga menunjukkan kemajuan:
| Level Manajemen | Persentase Perempuan |
|---|---|
| Manajemen Senior | 14,0% |
| Manajemen Madya | 23,2% |
| Level Pengawas | 33,4% |
Angka ini menunjukkan bahwa Telkom tidak hanya fokus pada jumlah, tetapi juga pada kualitas penempatan perempuan di posisi-posisi strategis.
Perempuan di Fungsi Strategis dan Teknologi
TelkomGroup juga berupaya memperluas partisipasi perempuan di sektor-sektor yang selama ini didominasi laki-laki, khususnya di bidang teknologi dan fungsi strategis.
- Di fungsi strategis dan revenue-generating, keterlibatan perempuan mencapai 8,3%.
- Di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, Matematika), angka partisipasi mencapai 8,1%.
Langkah ini penting untuk memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi bagian dari tenaga kerja, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan teknologi dan inovasi yang menjadi tulang punggung transformasi digital.
Kepemimpinan Perempuan di Tingkat Tertinggi
Keberadaan perempuan di posisi puncak kepemimpinan menjadi salah satu indikator kuat komitmen Telkom terhadap kesetaraan gender. Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, menjadi sosok yang memimpin perubahan dan menunjukkan bahwa perempuan mampu memimpin di era digital.
Penghargaan yang diraihnya, seperti Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership pada Wonder Mom Awards 2025 dan Perempuan Inspiratif Awards 2025, menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dan diakui secara luas.
Membangun Ekosistem Kerja yang Inklusif
Selain fokus pada representasi, TelkomGroup juga membangun ekosistem kerja yang ramah dan mendukung produktivitas perempuan. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan kerja fleksibel hingga program pengembangan diri dan kesehatan mental.
Langkah ini penting untuk memastikan bahwa perempuan tidak hanya diberi kesempatan, tetapi juga diberi ruang untuk berkembang secara optimal tanpa hambatan struktural yang biasa terjadi di tempat kerja tradisional.
Peran Perempuan dalam Transformasi Digital
Di tengah transformasi digital yang terus berkembang, peran perempuan menjadi semakin strategis. Dian Siswarini menekankan bahwa konektivitas dan akses informasi menjadi kunci utama bagi perempuan untuk bisa berkembang dan berkontribusi secara maksimal.
“Di era digital, konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya. Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” ujar Dian.
Ini menunjukkan bahwa Telkom tidak hanya melihat perempuan sebagai bagian dari tenaga kerja, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam membangun masyarakat digital yang inklusif.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meskipun pencapaian TelkomGroup sudah cukup mengesankan, tantangan ke depan tetap ada. Target peningkatan keterwakilan perempuan di level manajerial hingga 27% pada tahun 2030 membutuhkan strategi yang terus diperhalus dan dievaluasi secara berkala.
Beberapa langkah strategis yang akan terus dikembangkan antara lain:
- Program mentoring dan leadership development khusus untuk perempuan.
- Peningkatan akses pendidikan dan pelatihan teknologi untuk perempuan di seluruh Indonesia.
- Penguatan kebijakan inklusi dan anti-diskriminasi di lingkungan kerja.
Disclaimer
Data dan capaian yang disebutkan dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Target dan pencapaian yang disebutkan merupakan kondisi terkini berdasarkan informasi yang tersedia hingga tahun 2025. TelkomGroup terus berkomitmen untuk memperbarui dan meningkatkan strategi DEI-nya secara berkelanjutan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













