Edukasi

Jasa Raharja Dorong Transformasi Keselamatan Transportasi Melalui Data Pada Tahun 2026

Fadhly Ramadan
×

Jasa Raharja Dorong Transformasi Keselamatan Transportasi Melalui Data Pada Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Jasa Raharja Dorong Transformasi Keselamatan Transportasi Melalui Data Pada Tahun 2026

Keselamatan di tengah mengalami transformasi penting. Pendekatan lama yang bersifat responsif mulai digeser dengan model yang lebih proaktif dan berbasis data. Langkah ini diambil untuk menekan angka kecelakaan sekaligus mengurangi risiko fatalitas korban. Perubahan ini didorong oleh Jasa Raharja sebagai bagian dari ekosistem keselamatan yang lebih luas.

Transformasi ini menjadi sorotan saat Diskusi Keselamatan Transportasi digelar di Makassar. Acara yang menghadirkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta itu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dengan pendekatan berbasis data, diharapkan pola kecelakaan yang selama ini berulang bisa teridentifikasi lebih awal dan dicegah secara efektif.

Data Kecelakaan di Sulawesi Selatan

Tren kecelakaan di Selatan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Triwulan I , jumlah kejadian naik sekitar 8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, lebih dari 2.000 kasus tercatat dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Seiring dengan itu, nilai santunan yang dikeluarkan Jasa Raharja juga meningkat 11,14%. Angka ini mencerminkan semakin tingginya beban korban kecelakaan, baik secara finansial maupun sosial. Dari sisi nasional, data IRSMS Korlantas Polri mencatat lebih dari 151.000 kejadian kecelakaan setiap tahun. Jumlah korban mencapai lebih dari 217.000 orang, dengan tren yang terus naik.

1. Identifikasi Titik Rawan Kecelakaan

Langkah pertama dalam pendekatan berbasis data adalah pemetaan blackspot atau titik rawan kecelakaan. Data ini dikumpulkan dari laporan kejadian di lapangan, analisis pola laka, dan rekam jejak lokasi tertentu. Dengan informasi ini, pihak terkait bisa melakukan intervensi lebih awal.

2. Edukasi Tersegmentasi Berdasarkan Data

Edukasi tidak lagi bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan karakteristik kelompok sasaran. Misalnya, pengendara motor muda mendapat materi berbeda dengan pengguna kendaraan umum. Data membantu menentukan metode dan konten edukasi yang paling relevan.

3. Peningkatan Kapasitas Respons Pertama

Pelatihan terhadap petugas pertama di lapangan seperti petugas lalu lintas, relawan, hingga tenaga medis menjadi bagian dari strategi preventif. Data kejadian membantu menilai area mana yang membutuhkan peningkatan kapasitas secara prioritas.

Peran Jasa Raharja Lebih dari Sekadar Santunan

Jasa Raharja selama ini dikenal sebagai lembaga yang memberikan santunan kepada korban kecelakaan. Namun, peranannya kini berkembang. Lembaga ini menjadi salah satu garda dalam ekosistem pencegahan kecelakaan. Pendekatan yang digunakan bukan hanya reaktif, tetapi juga proaktif melalui berbagai program berbasis data.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menekankan bahwa kecelakaan bukan sekadar kehilangan nyawa. Mayoritas korban adalah usia produktif dan kepala keluarga. Dampaknya tidak hanya secara pribadi, tetapi juga sosial-ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami ingin mendorong pergeseran dari responsif menjadi preventif melalui kerja sistem yang ,” ujar Awaluddin. Pendekatan ini diharapkan bisa memutus rantai kecelakaan yang selama ini terus berulang.

Penurunan Fatalitas Korban Meski Angka Kecelakaan Naik

Meski jumlah kecelakaan meningkat, ada kabar baik dari sisi fatalitas korban. Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol. Pria Budi, menyampaikan bahwa angka kematian akibat kecelakaan justru turun. Pada Triwulan I 2025, jumlah korban meninggal mencapai 234 orang. Tahun 2026, angka ini turun menjadi 179 orang, atau penurunan sebesar 24%.

Penurunan ini menjadi bukti bahwa upaya pencegahan dan penanganan di lapangan mulai membuahkan hasil. Namun, tetap saja, angka tersebut masih tergolong tinggi. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar tren ini terus menurun.

Kolaborasi Penta Helix dalam Keselamatan Transportasi

Diskusi di Makassar menghadirkan unsur Penta Helix, yaitu pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas sipil, dan media. Kehadiran beragam pihak ini menunjukkan bahwa keselamatan transportasi bukan tanggung jawab satu pihak saja, tetapi bersama.

Peserta diskusi meliputi Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPTD, BBPJN, DPD , RSUP Wahidin Sudirohusodo, RSUP Makassar, komunitas ojek online, serta akademisi dari beberapa universitas ternama di Sulawesi Selatan.

1. Peran Pemerintah dalam Regulasi dan Infrastruktur

Pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan infrastruktur jalan yang aman. Selain itu, regulasi terkait keselamatan lalu lintas juga harus terus diperbarui dan diterapkan secara konsisten.

2. Kontribusi Akademisi dalam Riset dan Pengembangan

Akademisi membawa data dan riset yang relevan untuk mendukung kebijakan. Mereka juga menjadi ujung tombak dalam pengembangan metode edukasi dan intervensi berbasis data.

3. Partisipasi Komunitas dalam Penyebaran Informasi

Komunitas seperti ojek online dan pengguna kendaraan umum memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi keselamatan. Mereka juga bisa menjadi relawan dalam program edukasi di lapangan.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Mengubah pola pikir dari responsif ke preventif bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan data, rendahnya kesadaran masyarakat, hingga kurangnya sinergi antarlembaga. Namun, dengan pendekatan berbasis data, ada peluang besar untuk membangun sistem keselamatan yang lebih efektif.

Langkah-langkah konkret seperti pemetaan blackspot, edukasi tersegmentasi, dan peningkatan kapasitas petugas menjadi modal awal. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi dan komitmen semua pihak.

Tabel Perbandingan Data Kecelakaan di Sulawesi Selatan

Indikator Triwulan I 2025 Triwulan I 2026 Perubahan
Jumlah Kecelakaan 1.850 kasus 2.000+ kasus +8%
Jumlah Korban Meninggal 234 orang 179 orang -24%
Nilai Santunan Jasa Raharja Rp 3,2 miliar Rp 3,56 miliar +11,14%

Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi dari instansi terkait.

Perubahan besar dalam sistem keselamatan transportasi memang tidak bisa terjadi dalam semalam. Namun, dengan komitmen kolaboratif dan pendekatan berbasis data, langkah-langkah preventif bisa menjadi fondasi kuat untuk masa depan yang lebih aman. Jasa Raharja, bersama mitra lintas sektor, terus mendorong transformasi ini agar tidak hanya menjadi kebijakan di atas kertas, tetapi juga memberi nyata di lapangan.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.