Edukasi

Kota Palu Termasuk dalam 13 Daerah Terpilih Menuju Indonesia Bersih

Herdi Alif Al Hikam
×

Kota Palu Termasuk dalam 13 Daerah Terpilih Menuju Indonesia Bersih

Sebarkan artikel ini
Kota Palu Termasuk dalam 13 Daerah Terpilih Menuju Indonesia Bersih

Kota Palu kembali mencatatkan namanya di kancah nasional. Kali ini, bukan karena prestasi atau , melainkan karena keberhasilan dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. Dalam penilaian terbaru yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Palu masuk sebagai salah satu dari hanya 13 kota terpilih yang mendapat predikat “Kota Menuju Bersih” di tahun 2026.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol. Kota Palu juga mendapatkan apresiasi nyata berupa tiga unit kendaraan angkut sampah. Kendaraan ini diharapkan bisa memperkuat upaya pengelolaan sampah yang selama ini terus digelorakan oleh Pemerintah Kota Palu. Sebuah langkah konkret yang menunjukkan bahwa kerja keras di lapangan mulai membuahkan hasil.

Daftar Kota Terpilih Menuju Kota Bersih

Penghargaan ini merupakan bagian dari sistem penilaian baru yang diterapkan sejak tahun 2026. Sistem ini dirancang dengan kriteria ketat, sehingga hanya kota-kota yang benar-benar menunjukkan komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan yang bisa masuk dalam daftar terpilih. Dari ratusan kota yang dinilai, hanya 13 yang berhasil lolos seleksi.

Berikut adalah daftar lengkap 13 kota yang berhasil meraih predikat “Kota Menuju Bersih”:

No Nama Kota Provinsi
1 Palu Sulawesi Tengah
2 Denpasar Bali
3 Makassar Sulawesi Selatan
4 Surabaya Jawa Timur
5 Bandung Jawa Barat
6
7 Yogyakarta DI Yogyakarta
8 Sumatera Utara
9 Pekanbaru Riau
10 Batam Kepulauan Riau
11 Pontianak Kalimantan Barat
12 Balikpapan Kalimantan Timur
13 Manado Sulawesi Utara

Dari daftar ini, Palu menjadi satu-satunya kota dari Provinsi Sulawesi Tengah yang berhasil masuk. Ini adalah pencapaian luar biasa mengingat keterbatasan sumber dan infrastruktur yang kerap dihadapi daerah-daerah di luar Pulau Jawa.

1. Penilaian Ketat Menuju Predikat Kota Bersih

Untuk bisa masuk dalam daftar 13 kota terpilih, setiap daerah harus melalui serangkaian penilaian ketat. Penilaian ini tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kriteria utama yang digunakan antara lain:

  • Ketersediaan infrastruktur pengelolaan sampah
  • Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan kebersihan
  • Kebijakan daerah yang mendukung pengelolaan lingkungan
  • Efektivitas kerja aparatur dalam pelaksanaan tugas
  • Inovasi dalam pengelolaan sampah dan lingkungan hidup

2. Penghargaan Diserahkan di Hari Peduli Sampah Nasional

Pengumuman resmi penghargaan ini disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang berlangsung di Gedung , Jakarta, pada Rabu, 25 Februari 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari kementerian terkait.

Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, langsung menerima sertifikat penghargaan dari tangan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq. Momennya menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan sinergi antar elemen masyarakat mulai membuahkan hasil.

3. Peran Masyarakat dan Aparat dalam Mewujudkan Kota Bersih

Salah satu kunci keberhasilan Palu meraih predikat ini adalah sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan aparat terkait. Program-program kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan aktif partisipasi warga.

Beberapa langkah konkret yang diambil antara lain:

  • Rutin menggelar aksi bersih-bersih di ruang publik
  • Melibatkan anggota padat karya dalam kegiatan kebersihan
  • Menggiatkan kerja bakti lingkungan di tingkat RT/RW
  • Sosialisasi kebijakan pengelolaan sampah secara masif

Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Tidak hanya soal kebersihan fisik, Palu juga menunjukkan inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Misalnya, melalui program edukasi lingkungan di sekolah-sekolah dan kampanye digital untuk meningkatkan kesadaran warga.

Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan organisasi masyarakat, juga menjadi pilar penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan begitu, keberhasilan ini bukan hasil dari satu pihak saja, tetapi dari sinergi bersama.

Tantangan ke Depan

Meski berhasil masuk dalam daftar 13 kota , perjalanan Palu menuju kota yang benar-benar bersih masih panjang. Tantangan seperti peningkatan kapasitas SDM, pengembangan infrastruktur, dan konsistensi program tetap harus dihadapi dengan serius.

Namun, pencapaian ini memberikan semangat baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak maju. Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari semua pihak, Palu punya potensi besar untuk menjadi kota bersih yang layak ditiru.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini berdasarkan hasil penilaian resmi yang disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia per tanggal 25 Februari 2026. Kriteria dan hasil penilaian dapat berubah sewaktu- sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.