Kabar bahagia datang bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu, khususnya yang bertugas di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp60,8 miliar untuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026. Angka ini menunjukkan komitmen daerah untuk memberikan kepastian ekonomi kepada seluruh aparatur sipil negara, termasuk kelompok pegawai non-permanen yang memiliki kontribusi penting dalam pelayanan publik.
THR ini akan diberikan senilai satu kali gaji terakhir yang diterima masing-masing PPPK paruh waktu selama tahun 2026. Besaran ini mengikuti skema yang juga berlaku bagi ASN reguler, sebagai bentuk pengakuan terhadap peran dan kinerja mereka menjelang perayaan Idulfitri.
Penjelasan THR untuk PPPK Paruh Waktu di Jawa Barat
1. Besaran THR yang Diterima
THR yang diterima oleh PPPK paruh waktu dihitung berdasarkan satu kali gaji terakhir yang mereka peroleh di tahun 2026. Gaji ini mencakup seluruh komponen penghasilan tetap yang menjadi bagian dari struktur penggajian mereka.
2. Mekanisme Penyaluran THR
Penyaluran THR tidak serta merta dilakukan begitu anggaran tersedia. Pemprov Jawa Barat masih menunggu kepastian hukum dari pemerintah pusat terkait aturan teknis pencairan THR bagi PPPK paruh waktu. Meski dana sudah masuk ke kas daerah, proses pencairan harus tetap mengikuti regulasi yang berlaku.
3. Kebijakan Perlindungan Hak ASN dan PPPK
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan hak bagi seluruh aparatur sipil negara. Termasuk di dalamnya adalah PPPK paruh waktu yang selama ini kerap tidak mendapat perhatian penuh dari sisi kebijakan.
Perbandingan THR PPPK Paruh Waktu dan ASN Reguler
Berikut adalah perbandingan THR antara PPPK paruh waktu dan ASN reguler di Jawa Barat tahun 2026:
| Kategori Pegawai | Besaran THR | Dasar Perhitungan |
|---|---|---|
| ASN Reguler | 1 kali gaji terakhir | Gaji pokok + tunjangan tetap |
| PPPK Paruh Waktu | 1 kali gaji terakhir | Gaji pokok + tunjangan tetap |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa tidak ada perbedaan dalam skema THR antara ASN dan PPPK paruh waktu. Keduanya sama-sama menerima THR senilai satu kali gaji terakhir yang mereka terima.
Jadwal Perkiraan Pencairan THR PPPK Paruh Waktu
Meski anggaran sudah dialokasikan, pencairan THR PPPK paruh waktu di Jawa Barat belum bisa dilakukan secara langsung. Berikut adalah jadwal perkiraan pencairan THR berdasarkan tahapan yang biasa ditempuh:
-
Pengumuman Resmi dari Pemerintah Pusat
Pencairan THR di semua instansi daerah harus menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat. Ini mencakup mekanisme, waktu, dan syarat penyaluran THR. -
Verifikasi Data Pegawai
Pemprov Jawa Barat akan melakukan verifikasi data PPPK paruh waktu yang berhak menerima THR. Proses ini penting untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kesalahan dalam penyaluran. -
Penyaluran ke Rekening Masing-Masing Pegawai
Setelah semua proses selesai, THR akan disalurkan langsung ke rekening aktif pegawai melalui sistem perbendaharaan daerah.
Syarat dan Kriteria Penerima THR PPPK Paruh Waktu
1. Status Kepegawaian
Pegawai harus terdaftar secara resmi sebagai PPPK paruh waktu di lingkungan Pemprov Jawa Barat. Status ini harus aktif dan tidak sedang menjalani proses hukum atau sanksi administratif.
2. Masa Kerja Minimal
Pegawai diwajibkan telah bekerja minimal selama enam bulan sebelum bulan pelaksanaan THR. Ini berlaku untuk memastikan bahwa penerima benar-benar aktif berkontribusi dalam periode yang cukup lama.
3. Tidak Sedang Cuti Tanpa Keterangan
Pegawai yang sedang cuti tanpa keterangan atau tidak aktif selama periode tertentu tidak berhak atas THR. Kehadiran dan kedisiplinan menjadi pertimbangan penting dalam penyaluran tunjangan ini.
Tantangan dalam Implementasi THR PPPK Paruh Waktu
1. Keterbatasan Regulasi
Salah satu tantangan utama adalah belum adanya regulasi teknis yang secara spesifik mengatur THR untuk PPPK paruh waktu. Meski skema penyaluran mengikuti ASN reguler, beberapa aspek hukum masih perlu penyesuaian.
2. Kebutuhan Sinkronisasi Data
Sinkronisasi data antara pusat dan daerah menjadi krusial. Jika data tidak akurat, maka risiko salah sasaran dalam penyaluran THR bisa terjadi.
3. Kesiapan Sistem Keuangan Daerah
Sistem perbendaharaan daerah harus siap menangani penyaluran THR dalam jumlah besar dan dalam waktu bersamaan. Ini membutuhkan koordinasi ketat antara bagian kepegawaian dan bagian keuangan.
Dampak THR bagi Kesejahteraan PPPK Paruh Waktu
THR bukan hanya soal penambahan penghasilan menjelang hari raya. Tunjangan ini juga memiliki dampak psikologis dan ekonomis yang signifikan bagi penerima. Banyak di antara PPPK paruh waktu yang mengungkapkan rasa terima kasih atas pengakuan ini, karena selama ini status mereka kerap diabaikan dalam kebijakan kepegawaian.
Dengan adanya THR, diharapkan semangat kerja dan loyalitas mereka terhadap instansi juga meningkat. Ini adalah langkah awal penting dalam membangun sistem kepegawaian yang lebih inklusif dan adil.
Kesimpulan
Alokasi anggaran Rp60,8 miliar untuk THR PPPK paruh waktu di Jawa Barat adalah langkah positif yang menunjukkan perhatian serius terhadap kesejahteraan pegawai non-permanen. Meski masih menghadapi beberapa tantangan teknis dan regulatif, kebijakan ini menjadi awal yang baik untuk pengakuan hak-hak PPPK secara lebih luas.
Pencairan THR yang tepat waktu dan transparan akan memperkuat kepercayaan pegawai terhadap sistem kepegawaian daerah. Semoga kebijakan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan perlakuan yang lebih adil kepada seluruh aparatur sipil negara.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan data dan kebijakan yang tersedia hingga Maret 2026. Besaran anggaran, jadwal pencairan, dan regulasi terkait THR dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pemerintah pusat atau daerah.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













