Golongan I menjadi salah satu kategori PNS dengan gaji terendah di Indonesia. Meski begitu, penghasilan mereka tidak hanya bergantung pada gaji pokok semata. Ada beberapa tunjangan tambahan yang tetap bisa diterima, meskipun jabatan atau pangkatnya berada di level awal.
Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32 Tahun 2025 yang ditetapkan oleh Menkeu Purbaya, PNS golongan I masih berhak mendapatkan tiga jenis tunjangan penting. Tunjangan-tunjangan ini dirancang untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan memberikan kompensasi tambahan di luar gaji pokok.
Tunjangan yang Diterima PNS Golongan I
Meskipun gaji pokok PNS golongan I memang berada di bawah golongan lainnya, sistem tunjangan tetap memberikan dukungan finansial tambahan. Tunjangan ini bukan hal yang kecil, apalagi hanya diberikan secara simbolis. Nilainya cukup signifikan dan bisa membantu meringankan beban hidup.
Berikut adalah tiga tunjangan utama yang tetap bisa diterima oleh PNS golongan I berdasarkan aturan terbaru dari Menkeu Purbaya.
1. Tunjangan Makan Harian
Tunjangan makan diberikan untuk membantu kebutuhan konsumsi harian selama jam kerja. Besaran tunjangan ini dihitung berdasarkan jumlah hari kerja efektif dalam sebulan.
Untuk PNS golongan I, tunjangan makan yang diterima mencapai Rp35.000 per hari kerja. Artinya, jika dalam sebulan terdapat 20 hari kerja, maka total tunjangan makan yang diterima adalah Rp700.000 per bulan.
| Tunjangan | Besaran per Hari | Jumlah Hari Kerja/Bulan | Total per Bulan |
|---|---|---|---|
| Tunjangan Makan | Rp35.000 | 20 hari | Rp700.000 |
Tunjangan ini bisa digunakan untuk membeli makan siang atau camilan selama jam kerja. Terutama bagi yang bekerja di lokasi yang jauh dari rumah, tunjangan ini cukup membantu.
2. Tunjangan Lembur
Selain tunjangan makan, PNS golongan I juga berhak mendapatkan tunjangan lembur. Tunjangan ini diberikan apabila pegawai melakukan pekerjaan di luar jam kerja normal.
Besaran tunjangan lembur dihitung berdasarkan lama waktu lembur dan golongan pegawai. Untuk golongan I, tarif lembur per jam berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000 tergantung jenis tugas dan waktu lembur.
Misalnya, jika seorang PNS golongan I lembur selama 5 jam dalam sebulan, maka ia bisa menerima tambahan sekitar Rp125.000 hingga Rp175.000.
| Durasi Lembur | Tarif per Jam | Estimasi Tunjangan |
|---|---|---|
| 3 jam | Rp25.000 – Rp35.000 | Rp75.000 – Rp105.000 |
| 5 jam | Rp25.000 – Rp35.000 | Rp125.000 – Rp175.000 |
| 10 jam | Rp25.000 – Rp35.000 | Rp250.000 – Rp350.000 |
Tunjangan lembur ini menjadi insentif tambahan yang bisa meningkatkan pendapatan bulanan, terutama bagi yang sering diminta untuk lembur.
3. Tunjangan Transportasi
Tunjangan transportasi juga menjadi bagian dari paket tunjangan yang diterima PNS golongan I. Tunjangan ini dimaksudkan untuk membantu biaya perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya.
Meskipun tidak sebesar tunjangan makan atau lembur, tunjangan transportasi tetap memberikan manfaat nyata. Besaran tunjangan ini biasanya ditetapkan per bulan dan bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000 tergantung daerah penempatan.
| Lokasi Penugasan | Estimasi Tunjangan Transportasi/Bulan |
|---|---|
| Wilayah I (Jakarta, dll) | Rp300.000 |
| Wilayah II (Bandung, Surabaya, dll) | Rp250.000 |
| Wilayah III (Kota kecil) | Rp200.000 |
Tunjangan ini sangat membantu, terutama bagi pegawai yang tinggal jauh dari kantor atau tidak memiliki kendaraan pribadi.
Total Pendapatan PNS Golongan I dengan Tunjangan
Meskipun gaji pokok PNS golongan I hanya berkisar antara Rp1,6 juta hingga Rp2,9 juta, dengan tambahan tunjangan, total pendapatan bisa meningkat secara signifikan.
Berikut estimasi total pendapatan per bulan untuk PNS golongan I dengan asumsi gaji pokok Rp2 juta dan menerima semua tunjangan:
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Gaji Pokok | Rp2.000.000 |
| Tunjangan Makan | Rp700.000 |
| Tunjangan Lembur (5 jam) | Rp150.000 |
| Tunjangan Transportasi | Rp250.000 |
| Total | Rp3.100.000 |
Artinya, meskipun berada di golongan terendah, PNS tetap bisa mendapatkan penghasilan yang cukup layak dengan dukungan tunjangan.
Faktor yang Mempengaruhi Besaran Tunjangan
Tidak semua PNS golongan I menerima tunjangan dalam jumlah yang sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhi besaran tunjangan yang diterima, di antaranya:
1. Lokasi Penugasan
Wilayah penugasan sangat memengaruhi besaran tunjangan transportasi dan bahkan tunjangan makan. Wilayah dengan biaya hidup tinggi biasanya mendapatkan tunjangan yang lebih besar.
2. Frekuensi Lembur
Tunjangan lembur tidak diberikan secara otomatis. Pegawai harus benar-benar melakukan lembur dan mendapatkan persetujuan atasan untuk bisa mendapatkannya.
3. Kebijakan Daerah
Beberapa daerah mungkin memiliki kebijakan tambahan yang memberikan tunjangan lain seperti insentif kinerja atau tunjangan hari raya.
Kesimpulan
PNS golongan I memang memiliki gaji pokok yang lebih rendah dibandingkan golongan lain. Namun, dengan adanya tunjangan dari Menkeu Purbaya, penghasilan mereka tetap bisa menjadi cukup terjamin. Tunjangan makan, lembur, dan transportasi menjadi pilar utama yang membantu menjaga kesejahteraan pegawai.
Dengan pengelolaan yang baik, tunjangan ini bisa menjadi penopang penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama bagi yang baru memulai karier sebagai PNS, tunjangan ini bisa menjadi modal awal untuk membangun keuangan pribadi yang stabil.
Disclaimer: Besaran tunjangan dan gaji PNS bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah atau regulasi terbaru. Data dalam artikel ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32 Tahun 2025 dan dapat berbeda tergantung pada kebijakan daerah atau unit kerja masing-masing pegawai.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













