Edukasi

Sally Gantina Minta Pemerintah Tak Rekrut Guru PPPK Jika Gaji Masih Ambigu

Fadhly Ramadan
×

Sally Gantina Minta Pemerintah Tak Rekrut Guru PPPK Jika Gaji Masih Ambigu

Sebarkan artikel ini
Sally Gantina Minta Pemerintah Tak Rekrut Guru PPPK Jika Gaji Masih Ambigu

Rekrutmen guru PPPK waktu kembali menjadi sorotan. Kebijakan yang sejatinya sebagai kebutuhan tenaga pendidik justru menuai pro dan kontra, terutama soal kepastian . Banyak pihak mulai mewaspadai potensi masalah baru jika rekrutmen dilakukan tanpa persiapan matang, terutama terkait sistem penggajian.

Sally Andriany Gantina, anggota Baleg DPR RI, memperingatkan agar tidak terburu-buru. Menurutnya, sebelum membuka rekrutmen, negara harus memastikan kemampuan dan sistem distribusi gaji yang jelas. Ia menilai, merekrut guru tanpa kepastian nasib justru bisa menimbulkan ketidakadilan dan membuat tenaga pendidik merasa dikesampingkan.

Kritik terhadap Rekrutmen PPPK Paruh Waktu

Sally menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh sembarangan dalam merekrut tenaga pendidik. Ia bertanya tegas, apakah negara benar-benar siap secara finansial? Jika tidak, maka lebih baik menunda rekrutmen daripada harus menimbulkan ketidakpastian di kemudian hari.

Guru yang direkrut sebagai PPPK paruh waktu seharusnya mendapat perlakuan yang adil. Termasuk di dalamnya adalah kejelasan gaji, tunjangan, dan masa kerja. Jika semua itu tidak jelas, maka risiko ketidakpuasan dan bahkan konflik di lapangan sangat tinggi.

1. Kekhawatiran atas Ketidakpastian Gaji

Salah satu poin utama yang disoroti Sally adalah soal penggajian. Ia menilai, jika sistem pembayaran gaji tidak disiapkan dengan baik, maka guru bisa jadi korban kebijakan yang setengah matang. Padahal, guru adalah tulang punggung .

2. Potensi Nasib Guru Terbengkalai

Sally juga mengingatkan agar tidak sampai nasib guru terbengkalai. Artinya, setelah direkrut, guru harus mendapat kepastian status, hak, dan kewajiban. Jika tidak, maka rekrutmen ini bisa dianggap sebagai bentuk eksploitasi terhadap tenaga pendidik.

Perlunya Kesiapan Anggaran dan Kebijakan

Sebelum membuka rekrutmen, pemerintah seharusnya sudah menyiapkan semua aspek yang berkaitan dengan kesejahteraan guru. Termasuk memastikan bahwa anggaran untuk gaji dan tunjangan sudah dialokasikan dengan jelas di APBN atau .

Tidak hanya itu, sistem administrasi juga harus siap mendukung pengelolaan guru PPPK paruh waktu. Mulai dari proses perekrutan, pendataan, hingga penggajian harus berjalan transparan dan efisien.

3. Evaluasi Kebijakan Sebelumnya

Sebelum melangkah lebih jauh, evaluasi terhadap kebijakan sebelumnya sangat diperlukan. Apakah rekrutmen PPPK penuh waktu berjalan sesuai harapan? Bagaimana dengan sistem penggajiannya? Jika masih bermasalah, maka menambah beban dengan rekrutmen paruh waktu justru akan memperparah situasi.

4. Penyusunan Skenario Terbaik

Pemerintah perlu menyusun skenario terbaik sebelum membuka rekrutmen. Termasuk memprediksi jumlah guru yang akan direkrut, beban anggaran yang dibutuhkan, serta sistem distribusi gaji yang efektif.

Tabel Perbandingan Kebijakan Guru PPPK Penuh Waktu vs Paruh Waktu

Berikut adalah perbandingan antara guru PPPK penuh waktu dan paruh waktu dalam beberapa aspek penting:

Aspek PPPK Penuh Waktu PPPK Paruh Waktu
Status Kerja Tetap Tidak Tetap
Jam Kerja Sesuai regulasi Disesuaikan kebutuhan
Gaji Pokok Tetap Proporsional
Tunjangan Lengkap Terbatas
Kepastian Anggaran Sudah Dialokasikan Masih Dipertanyakan

Perlindungan terhadap Guru Harus Jadi Prioritas

Guru bukan sekadar tenaga kerja. Mereka adalah agen perubahan yang memegang peran penting dalam mencerdaskan bangsa. Oleh karena itu, perlindungan terhadap guru harus menjadi prioritas, bukan beban yang bisa diabaikan begitu saja.

Jika pemerintah memang serius dalam meningkatkan pendidikan, maka langkah awal adalah memastikan bahwa guru merasa dihargai dan dilindungi. Termasuk memberikan kepastian mengenai penghasilan dan masa depan karier mereka.

5. Kebutuhan Sinkronisasi antara Pusat dan Daerah

Rekrutmen guru PPPK paruh waktu juga membutuhkan yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Karena dalam pelaksanaannya, daerahlah yang akan mengelola guru tersebut sehari-hari. Jika tidak ada kesepahaman, maka bisa muncul celah yang merugikan guru.

6. Penyusunan Aturan yang Jelas

Aturan mengenai guru PPPK paruh waktu harus disusun secara jelas dan menyeluruh. Termasuk mengenai masa kerja, besaran gaji, tunjangan yang diterima, serta mekanisme pengangkatan menjadi PPPK penuh waktu jika memenuhi syarat.

Penutup

Rekrutmen guru PPPK paruh waktu bukan sekadar solusi cepat untuk menutup kekurangan tenaga pendidik. Kebijakan ini harus didukung dengan kesiapan infrastruktur, anggaran, dan regulasi yang matang. Jika tidak, maka risiko ketidakadilan dan ketidakpuasan akan sangat tinggi.

Sally Andriany Gantina mengingatkan bahwa negara harus bertanggung jawab penuh terhadap nasib para guru. Jangan sampai rekrutmen yang seharusnya membawa manfaat justru menimbulkan beban baru bagi tenaga pendidik.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga Maret 2026. Kebijakan dan angka yang disebutkan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebijakan pemerintah.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.