Ujian TKA 2026 semakin dekat, dan pihak Kemendikdasmen sudah memastikan bahwa pelaksanaannya akan tetap berjalan. Meski begitu, masih banyak sekolah yang merasa kewalahan, terutama yang minim infrastruktur teknologi. Bagi mereka, tantangan utama adalah ketersediaan perangkat komputer atau laptop untuk ujian berbasis daring ini.
Sebagai solusi, Kemendikdasmen menghadirkan kebijakan pinjam-meminjam perangkat antarsekolah. Langkah ini dirancang agar semua siswa, tanpa terkecuali, bisa mengikuti TKA dengan lancar, meskipun sekolahnya belum siap secara teknis. Dengan begitu, keterbatasan fasilitas bukan lagi alasan untuk menunda atau membatalkan ujian.
Aturan Pinjam Perangkat untuk TKA 2026
Sekolah yang belum memiliki perangkat memadai bisa memanfaatkan mekanisme pinjam-meminjam ini. Namun, ada beberapa ketentuan yang perlu dipahami agar pelaksanaan ujian tetap berjalan efektif dan adil.
1. Syarat Sekolah Peminjam
Sekolah yang ingin meminjam perangkat harus memenuhi sejumlah syarat. Pertama, sekolah tersebut belum memiliki komputer atau laptop dalam jumlah memadai untuk pelaksanaan TKA. Kedua, sekolah harus mengajukan permohonan resmi ke Dinas Pendidikan setempat.
2. Syarat Sekolah yang Memberikan Pinjaman
Sekolah yang bisa memberikan pinjaman adalah yang tidak menyelenggarakan TKA 2026. Artinya, sekolah tersebut tidak menjadi lokasi ujian dan memiliki perangkat lebih yang bisa dialokasikan.
3. Proses Pengajuan dan Koordinasi
Setelah permohonan diajukan, Dinas Pendidikan akan melakukan verifikasi dan menentukan sekolah mana saja yang bisa saling bekerja sama. Proses ini mencakup pengecekan jumlah perangkat, kondisi alat, dan jadwal ujian agar tidak bentrok.
4. Transportasi dan Keamanan Perangkat
Perangkat yang dipinjam harus dikembalikan dalam kondisi baik. Sekolah peminjam bertanggung jawab atas pengiriman dan pengamanan alat selama masa ujian. Bila terjadi kerusakan atau kehilangan, pihak sekolah peminjam wajib menggantinya.
Tips Mengantisipasi Kekurangan Perangkat
Meski ada mekanisme pinjam-meminjam, sekolah tetap disarankan untuk mempersiapkan diri lebih awal. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
1. Lakukan Inventarisasi Perangkat
Sekolah perlu mengetahui berapa jumlah perangkat yang dimiliki dan berapa yang benar-benar layak pakai. Ini penting untuk menentukan kebutuhan tambahan.
2. Koordinasi dengan Sekolah Terdekat
Bangun komunikasi dengan sekolah lain di sekitar wilayah. Bisa jadi ada sekolah yang memiliki surplus perangkat dan bersedia membantu.
3. Manfaatkan Dana BOS untuk Infrastruktur
Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa dialokasikan untuk pengadaan perangkat ujian. Ini langkah jangka panjang yang bisa mencegah ketergantungan pada pinjaman.
Perbandingan Kebutuhan Perangkat TKA 2026
Berikut adalah rincian estimasi perangkat yang dibutuhkan berdasarkan jumlah peserta ujian:
| Jumlah Peserta | Jumlah Komputer Dibutuhkan | Rekomendasi Cadangan |
|---|---|---|
| 20 siswa | 10 unit | 2 unit |
| 50 siswa | 25 unit | 5 unit |
| 100 siswa | 50 unit | 10 unit |
Catatan: Idealnya rasio komputer per peserta adalah 1:2, dengan cadangan 10-20% untuk antisipasi kerusakan.
Jadwal Penting Pelaksanaan TKA 2026
Agar proses pinjam-meminjam berjalan efisien, sekolah perlu memperhatikan jadwal pelaksanaan ujian. Berikut jadwal penting yang perlu dicatat:
| Tahapan | Waktu |
|---|---|
| Pengajuan permohonan | 15 April – 30 April 2026 |
| Verifikasi Dinas | 1 Mei – 10 Mei 2026 |
| Distribusi perangkat | 15 Mei – 25 Mei 2026 |
| Pelaksanaan TKA | 1 Juni – 30 Juni 2026 |
| Pengembalian alat | Maksimal 10 Juli 2026 |
Pentingnya Kesiapan Infrastruktur Sekolah
Kesiapan infrastruktur teknologi tidak hanya penting untuk TKA, tapi juga untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar di era digital. Sekolah yang belum siap secara teknis berisiko tertinggal dalam implementasi kurikulum dan evaluasi modern.
Investasi pada perangkat dan jaringan internet adalah langkah strategis. Bukan hanya untuk ujian, tapi juga untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi yang kini semakin umum.
Penutup
Kebijakan pinjam-meminjam perangkat untuk TKA 2026 adalah solusi praktis yang membantu sekolah dengan infrastruktur terbatas. Namun, ini bukan pengganti dari kesiapan jangka panjang. Sekolah tetap perlu merancang strategi pengadaan perangkat sendiri agar lebih mandiri di masa depan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat panduan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Kemendikdasmen. Untuk informasi resmi dan terkini, silakan merujuk ke sumber resmi pemerintah.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













